Sepertinya kalimat ajaib
personal branding makin hangat saja
diobrolin di
blogosphere. Sehingga saya yang tadinya
cuek, jadi ikutan latah, merasa
gatel tuk sekedar
sharing opini.
Even individuals need to develop a brand for themselves. Whatever your area of expertise, you can take steps to make people think of YOU when they think of your field. (Accelepoint Webzine)
Brand, cap, sematan, atau apalah, pasti berbenturan antara dua hal, yaitu: apa yang kita tawarkan,
versus apa penilaian orang lain atas penawaran kita tadi. Dua kutub itu bisa jadi saling bertolak punggung, bisa pula saling merekat kuat, tergantung bagaimana persepsi kita dalam memaknai
personal branding tersebut, sekaligus menerapkannya pada dunia blogging.
Let's see these...
Jika kita butuh seorang
web designer, kira-kira dari
frontpage di atas, mana yang jadi pilihan pertama?
Itu baru dari
template. Sekarang mari lihat yang ini...
Kalau ingin menghadirkan badut di sebuah pesta anak-anak, mana sosok-sosok di atas yang cocok disertakan?
Terakhir, mari menyimak beberapa
style menulis berikut:
- Saya mencoba memberikan pandangan tentang Personal Branding...
- Kucoba menguraikan makna Personal Branding yang konon...
- Gue rasa, Personal Branding tu semacam kode etik marketing...
- Ane pernah baca gan, Personal Branding penting banget untuk...
- Personal Branding? What the hell is that? Saya hanya tau tentang...
Sebenarnya Apa Itu Personal Branding?
Jujur, saya malah cenderung mengartikannya dalam sisi psikologis, karena sangat-sangat bersifat personal.
Personal means "of or pertaining to a person, or belonging to a person in some way"
A brand is the identity of a specific product, service, or business. A brand can take many forms, including a name, sign, symbol, color combination or slogan.
Disatukan jadi:
Personal Branding is the process whereby people and their careers are marked as brands. (sumber)
Ok, jadi makna dari
personal branding itu - kalau boleh saya artikan - adalah bagaimana kita
mendandani diri sendiri sedemikian rupa sehingga kita menjadi sosok yang dikenali, sehingga saat orang lain melihat kita, mereka langsung mengetahui kapasitas kita yang sebenarnya.
Adapun sisi kapasitas mana yang perlu dieksploitasi, di aktivitas blogging,
personal branding bisa dimaksimalkan dalam bentuk penampilan
template,
avatar narablog dan gaya menulis yang digunakan tuk mengomunikasikan ide dalam tulisan-tulisannya.
Nah, di sesaknya lautan
blogsosphere ini, tentu ada
something yang harus jadi patokan-patokan agar
personal branding kita lebih menonjol dari yang lain. Dan
something itu salah satunya adalah
keunikan.
Apanya Yang Unik?
Bicara tentang unik, tentu kita membayangkan hal yang tak biasa,
unordinary,
ngga lazim dan...pokoknya berbeda. Makin unik yang dipresentasikan, makin kuat
personal branding yang tersemat.
Sebagai contoh, saya
demen tampilan unik blog
ardianzzz:
sayang, sekarang tampilannya berubah lagi.. *hahaha*
Avatar yang unik, saya pilih
tweet gajah pesing
Dan gaya tulisan, tentu tak ada yang tak kenal dengan
Tika dengan
ituh-nya
Yup, tentu saja bila dieksplorasi lebih lanjut, keunikan-keunikan itu bisa diaplikasikan dalam bentuk
niche pembahasan. Makin fokus pembahasan, makin lengket ingatan kita tentang blog tersebut.
Contoh, blog yang membahas
melulu motivasi:
Yang
muter-muter di
fashion:
Atau
ngutak-ngatik komputer:
Conclusion
After all, you're not exactly a nation like all the other nations. You are unique, if only because you are such an ancient people, and because of the way you are spread all over the world and your obvious success in many fields. (Jean-Marie Le Pen)
Keunikan dan
personal branding adalah sebuah tali simpul yang ditenun bersamaan. Keduanya memiliki keterkaitan erat dan menjadi penting tatkala kita ingin lebih dikenali di
blogosphere yang makin
chaotic ini.
Namun lebih penting lagi,
be yourself :)
So, bagaimana tanggapan sobat tentang hubungan antara
personal branding dan keunikan ini? Punya pendapat sendiri?
*masih ndengerin Norah Jones*