Showing posts with label Tips Blogging. Show all posts
Showing posts with label Tips Blogging. Show all posts

December 4, 2010

Shorter is Better, But Harder

Matematikawan sekaligus filosofis Prancis, Blaisce Pascal, pernah mengatakan:
I have made this letter longer than usual, only because I have not had time to make it shorter..
Yup, kadang membuat satu tulisan singkat namun mengena itu lebih susah ketimbang kita menguraikan dengan belasan paragraf penuh bumbu-bumbu kata pemanis. Lebih mudah membabi buta dalam menyajikan satu topik dari sudut pandang yang beragam daripada menuangkannya di hanya satu baris kalimat.

Padahal, kabarnya, sebagian besar para netter itu mengidap attentionitis. Eh, apaan?

Attention-it-is, adalah frasa yang menjelaskan fenomena kemalasan user tuk memindai satu halaman situs web. Satu kasus, bila kita mengakses satu file youtube, jika di 10 detik pertama tampilan videonya kurang greget kita cenderung tuk pindah ke file berikutnya. Setali tiga uang, membaca paragraf awal satu postingan blog yang membuat ill feel pun jadi alasan kuat tuk buru-buru mengklik tombol close.

Attentionitis, bisa jadi biang kerok kenapa slogan shorter is better - alias makin pendek makin baik - itu marak digembar-gemborkan oleh pengusung tips-tips blogging. Iya juga sih, toh logikanya, buat apa menebar ratusan kalimat bila masalah itu clear dengan hanya satu kalimat utuh yang jelas.  

Hmm, kalau itu menyangkut kontes SEO, saya angkat tangan deh :)

Yang jelas, memang sulit untuk to the point, atau memang kita yang demen banget berbasa-basi? :D

Pendapat sobat?

December 2, 2010

Menulis Spontan

Tertarik dengan apa yang telah ditulis Pak Jonru di blognya. Beliau mengatakan..
Secara hukum alam, kita para manusia ini memang terbiasa mengerjakan apapun dengan otak kanan dulu baru otak kiri. Spontan dulu baru mikir-mikir. Ini adalah hukum alam, sangat sesuai dengan fitrah manusia.
Yang dilanjutkan:
Masalahnya: Dalam menulis kita justru melawan hukum alam. Kita melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia!
Meski saya bukan penulis, alias hanya blogger yang ngaku-ngaku bisa nulis *hehe*, pendapat di atas ada benarnya juga. Menulis bagi saya hampir mirip dengan membangun sebuah gedung. Saya bayangkan dulu gedungnya seperti apa, baru sibuk menghitung jumlah material, pekerja dan lanjut ke rincian biayanya. Dan cara ini lambat laun jadi kebiasaan. Nah, sayangnya, kebiasaan inilah yang menggiring saya tuk sering mentok dalam proses membayangkan tadi.

Jadinya tak heran, saya sering mengalami stuck, writer's block, atau apalah namanya, karena keseringan mematok harga tinggi pada bayangan kesempurnaan bangunan sebuah tulisan. Padahal itu sama saja dengan sengaja menelantarkan otak kanan yang sejatinya ruh dalam sebuah tulisan. Err, is that so? :D

Ya, gagasan tips menulis yang diutarakan Pak Jonru, yaitu mengedepankan spontanitas ketimbang analisis itu bisa jadi bahan pemikiran yang menarik. Sehingga apa yang dikatakan Natalie Goldberg itu benar adanya:
Jangan terlalu banyak berfikir
Dan petuah Bob Dylan...
Ide yang melintas pertama kali dalam fikiranmu adalah sesuatu yang paling kuat.
Atau, celetukan Allen Ginsberg:
Sudahlah, tendang saja bolanya
Ok deh, yuk mari spontan dalam menulis! :D 

November 30, 2010

Love What You Do

Wisdom in the air, itu nama dari suplemen majalah yang kerap saya baca dalam kabin pesawat. Mungkin ada yang bertanya-tanya setelah saya menulis postingan di sini dan di sini, dan dalam kesempatan perjalanan ke Kupang kemarin, saya sempatkan tuk melirik judul suplemennya, nah, ya..that’s it, wisdom in the air.

Setidaknya kalimat itu cocok tuk menenangkan saya yang masih sering terkena sindrom aerophobia :)

Hmm, artikelnya dimulai dengan perjalanan sejarah sebuah perusahaan teknologi komputer terkemuka, Apple. Inc. Sobat bisa menjelajah referensi tentang detail kisah yang merevolusi penggunaan Personal Computer (PC) di era 70-an itu, karena saya hanya tertarik tuk sharing benang merah dari lika-liku hidup salah satu pendirinya, yaitu Steve Jobs.

Tahun 1985, saat Apple Inc. tengah menikmati perkembangan pesat, Jobs diberhentikan oleh manajemennya sendiri dengan alasan sudah tak ada kecocokan visi. Sebuah peristiwa yang sangat ironis, mengingat Apple-lah tempat dimana mimpi-mimpinya menuai realita dan disanalah semuanya berawal.

Jobs down. Lalu ia berusaha mengurai kesedihan dengan bersepeda dan berpetualang keliling Eropa. Di tengah kegalauan itu, di benak Jobs sempat terbersit tuk mengubur dalam-dalam dunia teknologi yang membesarkannya dan memulai hal baru. Namun itu sia-sia. Jobs tak pernah bisa menghilangkan ambisi dan kecintaan pada teknologi. Dan untuk menebusnya, Jobs mendirikan NEXT, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perakitan komputer, yang kemudian memberi jalan baginya tuk mengakuisisi perusahaan film animasi terkenal, PIXAR.

Meski NEXT tak memberi hasil yang memuaskan dalam hal komersil, PIXAR menunjukkan pada dunia bagaimana tangan dingin seorang Steve Jobs melahirkan trend baru dalam dunia perfilman animasi. Memang betul, siapa sih yang ngga suka Toy Story, Finding Nemo dan The Incredibles? :)

Sebaliknya, era kebangkitan Jobs ternyata tak sejalan dengan Apple Inc. yang tengah berjuang menghindari jurang kebangkrutan karena sepak terjangnya tergerus oleh dominasi Microsoft dan IBM. Nah, di sinilah rasa cinta itu kembali diuji. Jobs mengesampingkan sentimen pribadi dan kembali membuka pintu bagi perusahaan yang dulu pernah jadi tumpuan impiannya itu. Singkat kata, ce el be ka, alias cinta lama bersemi kembali kali ye :D

Selesaikah urusannya? Belum. Karena banyak pihak yang meramalkan Jobs takkan mampu tuk mengangkat kembali Apple Inc dari ranah degradasi. Dan Jobs pun berujar...
Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini.
Mantap. Saya sampai membaca berulang-ulang kali saking terpesonanya :D

Energi cinta yang dipancarkan Jobs meledak di tahun 2001, dimana Apple Inc meluncurkan salah satu produk pemutar media digital yang fenomenal, iPod. Bukan itu saja, perusahaan ini juga melahirkan Mac OS X, yaitu sebuah sistem operasi komputer yang membuat Windows dari Microsoft seperti ngga ada bagus-bagusnya. Tak pelak lagi, dua produk itu adalah sebuah lompatan besar yang pernah dialami Apple Inc. Great.

Epilog
Love what you do, mungkin itu pesan yang tersirat dari artikel singkat ini. Dan bila dikaitkan dengan aktivitas blogging yang saya alami akhir-akhir ini, bisa jadi ini sebuah pembelajaran yang sangat baik. Sedikit banyak memberi pemahaman yang lebih terang, bahwasanya - memang - saya harus mencintai apa yang saya lakukan, yaitu blogging itu sendiri :)

Dan Steve Jobs pun telah membuktikan mantra itu.

So, happy blogging everyone! ^_^

November 22, 2010

Cheshire Cat is Right!

Ada dialog unik di novel Alice’s Adventure in Wonderland. Saat itu Alice yang hanya ditemani oleh seekor kucing ajaib bernama Cheshire Cat, tengah tersesat di hutan yang gelap, dan Alice pun berkata, “Tolong beritahu aku kemana harus melangkah pergi dari sini!”
“Itu tergantung kamu mau pergi ke mana,” jawab si kucing.
“Aku tidak peduli kemana,” jawab Alice.
“Kalau begitu, tidak masalah jalan mana pun yang kamu ambil,” sahut si kucing.

Dialog singkat di atas terlihat sepele, tapi entah, saya jadi mendadak masygul. Jikalau saya menempatkan diri sebagai Alice dan tak tahu kemana akan pergi, tentu saran dari si kucing ada benarnya, alias kemana pun saya melangkah tak kan jadi masalah.

Betul juga. Kenapa harus pusing-pusing memikirkan langkah yang akan diambil bila jalan yang ditempuh tak tahu arahnya kemana? Mengapa juga mesti nguthek-nguthek progres jika hasil yang akan didapat tak ada dalam bayangan sama sekali?

Dan bila gagasan itu dikaitkan dengan blogging, hasilnya akan sangat-sangat absurd. Saya pribadi, yang sampai sekarang belum jua ngeh kenapa saya bisa nyasar nulis-nulis di media blog, mungkin bakal senasib dengan Alice. Tak memperdulikan apapun konsekuensi dalam aktivitasnya karena memang, I have no idea where I’m gonna up to. Kecuali satu hal, narsis tentunya ^_^

Indonesianer pun cenderung tuk menganut faham seperti yang dilukiskan di atas. Blog personal ini non-profit, and always be kalau kata facebook :D Thus, sepadan dengan itu, wajar kiranya jika saya tak menorehkan sebiji pun iklan di sini. Namun - yeah - tak menutup kemungkinan, blog ini adalah sebuah jembatan bagi saya tuk mengenyam pengalaman blogging ke level selanjutnya *opo kui? :D*

Yup, Cheshire Cat is right. Selama tujuan ngeblog belum ada bayangan, ya sudah, enjoy saja corat-coret di media paling asyik ini!

image credit: http://sillyhumans.blogspot.com/2008/09/cat-blogging-by-proxy.html

November 7, 2010

Memaksimalkan Personal Branding Dengan Mendongkrak Keunikan

Sepertinya kalimat ajaib personal branding makin hangat saja diobrolin di blogosphere. Sehingga saya yang tadinya cuek, jadi ikutan latah, merasa gatel tuk sekedar sharing opini.
Even individuals need to develop a brand for themselves. Whatever your area of expertise, you can take steps to make people think of YOU when they think of your field. (Accelepoint Webzine)
Brand, cap, sematan, atau apalah, pasti berbenturan antara dua hal, yaitu: apa yang kita tawarkan, versus apa penilaian orang lain atas penawaran kita tadi. Dua kutub itu bisa jadi saling bertolak punggung, bisa pula saling merekat kuat, tergantung bagaimana persepsi kita dalam memaknai personal branding tersebut, sekaligus menerapkannya pada dunia blogging.

Let's see these...


Jika kita butuh seorang web designer, kira-kira dari frontpage di atas, mana yang jadi pilihan pertama?

Itu baru dari template. Sekarang mari lihat yang ini...


Kalau ingin menghadirkan badut di sebuah pesta anak-anak, mana sosok-sosok di atas yang cocok disertakan?

Terakhir, mari menyimak beberapa style menulis berikut:
  • Saya mencoba memberikan pandangan tentang Personal Branding...
  • Kucoba menguraikan makna Personal Branding yang konon...
  • Gue rasa, Personal Branding tu semacam kode etik marketing...
  • Ane pernah baca gan, Personal Branding penting banget untuk...
  • Personal Branding? What the hell is that? Saya hanya tau tentang...
Sebenarnya Apa Itu Personal Branding?
Jujur, saya malah cenderung mengartikannya dalam sisi psikologis, karena sangat-sangat bersifat personal.
Personal means "of or pertaining to a person, or belonging to a person in some way"

A brand is the identity of a specific product, service, or business. A brand can take many forms, including a name, sign, symbol, color combination or slogan.
Disatukan jadi:
Personal Branding is the process whereby people and their careers are marked as brands. (sumber)
Ok, jadi makna dari personal branding itu - kalau boleh saya artikan - adalah bagaimana kita mendandani diri sendiri sedemikian rupa sehingga kita menjadi sosok yang dikenali, sehingga saat orang lain melihat kita, mereka langsung mengetahui kapasitas kita yang sebenarnya.

Adapun sisi kapasitas mana yang perlu dieksploitasi, di aktivitas blogging, personal branding bisa dimaksimalkan dalam bentuk penampilan template, avatar narablog dan gaya menulis yang digunakan tuk mengomunikasikan ide dalam tulisan-tulisannya.

Nah, di sesaknya lautan blogsosphere ini, tentu ada something yang harus jadi patokan-patokan agar personal branding kita lebih menonjol dari yang lain. Dan something itu salah satunya adalah keunikan.

Apanya Yang Unik?
Bicara tentang unik, tentu kita membayangkan hal yang tak biasa, unordinary, ngga lazim dan...pokoknya berbeda. Makin unik yang dipresentasikan, makin kuat personal branding yang tersemat.

Sebagai contoh, saya demen tampilan unik blog ardianzzz:

sayang, sekarang tampilannya berubah lagi.. *hahaha*

Avatar yang unik, saya pilih tweet gajah pesing


Dan gaya tulisan, tentu tak ada yang tak kenal dengan Tika dengan ituh-nya


Yup, tentu saja bila dieksplorasi lebih lanjut, keunikan-keunikan itu bisa diaplikasikan dalam bentuk niche pembahasan. Makin fokus pembahasan, makin lengket ingatan kita tentang blog tersebut.

Contoh, blog yang membahas melulu motivasi:


Yang muter-muter di fashion:


Atau ngutak-ngatik komputer:


Conclusion
After all, you're not exactly a nation like all the other nations. You are unique, if only because you are such an ancient people, and because of the way you are spread all over the world and your obvious success in many fields. (Jean-Marie Le Pen)
Keunikan dan personal branding adalah sebuah tali simpul yang ditenun bersamaan. Keduanya memiliki keterkaitan erat dan menjadi penting tatkala kita ingin lebih dikenali di blogosphere yang makin chaotic ini.

Namun lebih penting lagi, be yourself :)

So, bagaimana tanggapan sobat tentang hubungan antara personal branding dan keunikan ini? Punya pendapat sendiri?

*masih ndengerin Norah Jones*

November 6, 2010

Melangsingkan Perspektif Blogwalking

Akhir-akhir ini saya seperti kejatuhan tuah. Bukan wangsit nomer buntut, prediksi skor liga Inggris, apalagi meramal gunung mana lagi yang bakal ikut-ikutan erupsi sedahsyat Merapi.

Ini tentang blogging.

Sekilas selayang pandang, saya dulu pernah menulis tentang perlunya blogwalking lintas genre. Selain cukup efektif tuk promosi blog dan menambah pundi-pundi blogroll, cara itu pun secara tidak langsung memang menyadarkan saya, bahwasanya blogosphere ini memang berwarna..ehm, atau lebih tepatnya, terlalu berwarna.

Namun kini – apa karena pengaruh usia yang makin uzur – saya cenderung tuk memilah-milah dalam blogwalking. Saya tak lagi segegap-gempita dulu. Tak lagi bisa menahan sabar tuk mengunyah postingan-postingan yang saya sama sekali tak mengerti juntrungannya.

Jelasnya, saya jenuh.

Ya, saya sudah kenyang, atau lebih tepatnya, terlalu kenyang tuk berpura-pura mengerti isi artikel yang mbulet, dan memaksakan diri tuk menyelipkan sepatah dua patah komentar, yang saya sendiri ragu relevansinya. Jangankan memindai perkalimat, untuk fast reading aja kadang saya sudah tak mampu. Dan makin hancurlah hati ini ketika saat berkomentar diharuskan mengisi captcha dan menunggu moderasi. Oh God, help me.

Dan pluff! tuah pun itu datang.

Bro and sis, saya harus menghemat energi. Dan salah satu jalannya adalah melangsingkan perspektif blogwalking alias hanya membaca blog-blog yang cukup bergizi tuk dicerna. Why? Don’t ask me why, the reasons are...

Too Much Information Will Kill You
Entah dari mana saya denger, tapi kali ini kata-kata itu terdengar merdu dan syahdu di telinga. Pun katanya, terlalu banyak informasi bakal memberi dua opsi yang tak bisa dielakkan: membuat kita makin pintar, atau malah membuat kita makin kacau. Well, kadang pilihan pertama memang sangat sulit ditemui, dan opsi kedua begitu riangnya menari-nari.

Di sinilah radar ekstra dibutuhkan tuk memilah mana informasi yang memperkaya kita dan mana yang hanya memboroskan bandwith waktu blogging. Ya, singkat kata, fokus pada blog-blog dengan gizi informasi yang cukup, dan biarkan sisanya mengendap...
True genius resides in the capacity for evaluation of uncertain, hazardous, and conflicting information. (Winston Churchill)

Sentimen Pribadi?
Saat melaut di dunia maya pun kita butuh sentuhan personal, dan itu bisa terjadi bila ada sesuatu yang namanya kecocokan. Bukan bermaksud menghakimi, tapi dari cara berkomentar dan klop serta intens-nya frekuensi saling berkunjung balik, lambat laun memberi gambaran akan keberlangsungan friendship dalam blogging. Ya kalau kata Slank sih, itu namanya reaksi kimia :)

Dan sentimen itu kadang mengalahkan segalanya. Hingga hadir pemikiran, cukuplah memiliki sahabat sedikit namun sreg di hati, ketimbang menabung pertemanan di brankas bocor yang akhirnya berujung pada ketiadaan.
Persahabatan adalah seperti uang, lebih mudah dihasilkan daripada disimpan (Samuel Butler)

Last...
Cukup dua alasan, dan saya kira itu lebih dari cukup.

Jika sobat ada tanggapan, monggo ada kotak komentar. Bila pun tak ada dan urung berkomentar, please, abaikan saja :)

Just my thought.

October 27, 2010

You Are What You Blog

Pernah denger?

Ya, kita adalah apa yang kita tulis di blog. Slogan itu muncul lagi saat saya oprek-oprek materi blogshop tuk pesta blogger 2010 yang saya download di sini. Well, maknanya kalau ditela'ah lebih lanjut memang dalem juga. You are what you blog, saya adalah apa yang saya tulis di blog. Hmm, saya yang bagaimana ya?


Sedikit bongkar rahasia, sebenarnya apa yang selama ini saya tulis di blog indonesianer ini hanyalah re-write atau daur ulang dari topik-topik yang sudah pernah dibahas di blogosphere. Bagi yang sudah faham tentu maklum, ini adalah jenis teknik postingan yang umum, yaitu mengungkap topik serupa namun disajikan dengan perspektif berbeda. That's all. Adapun ke-orisinalitas-nya, don't worry, saya masih cukup bermoral tuk melakukan aksi serendah para copas addict.

October 25, 2010

Imagination Prompt, Solusi Praktis Mengembangkan Ide Tulisan

Sekedar menyambung postingan sebelumnya, ide-ide cerita untuk penulisan artikel dapat juga didapat dari sebuah generator. Bukan generator listrik, apalagi nuklir, so here we go...


Imagination Prompt bekerja tuk menggenjot otak kanan kita, memindai ide yang tertera dan menuangkannya dalam sebuah tulisan pendek. Ngga usah panjang-panjang, cukup 10 menit di setiap prompt-nya. Tertarik? Coba deh.

October 24, 2010

Bercerita, Yuk!

Kalau sobat seorang blogger, niscaya faham betul dengan propaganda-propaganda seperti ini:
Menulis adalah bla bla bla, jadi harus ba bi bu
Perhatikan tanda baca yang dang ding dung, kalau tidak jas jis jus
Tak perlu ini, tak perlu itu
Ngapain begini, ngapain juga begitu
Wah, banyak deh advice-advice, saran-saran yang terkesan maksa dan motivasi yang malah membuat kita stuck untuk mulai menulis di blog. Habis gimana? Yang memberi advice rata-rata expert di bidangnya. Iya sih, sesuai hukum tarik menarik, makin sering kita menimba ilmu dari yang ahlinya, maka makin cepat terakumulasi ilmu yang kita raih. Tapi please, di sini saya berbicara atas nama orang yang sama sekali blank tentang masalah dunia kepenulisan, namun ngebet tuk memeriahkan blogosphere yang makin colorful ini.

So, what should we do?

October 22, 2010

Kembali Minimalis Biar Agak Klimis


Seperti yang terlihat, Indonesianer berganti kelamin...eh template.

Dua hal yang mendasari keputusan ini, yaitu:
Satu, saya bosen.
Dua, siapa tahu pengunjungnya juga bosen.

Dan jadilah free template bergaya minimalis keluaran Geckoandfly ini saya embat.

Usut punya usut, ternyata template berplatform blogspot ini masih berformat klasik, alias masih mengandalkan kelihaian edit HTML dan CSS-nya secara manual. It's ok, toh banyak bertebaran tutorial siap comot di google. Tinggal senggol sana-sini, beres.

Yang masih menjadi bahan pemikiran saya, yang mungkin juga sempat terfikirkan oleh sobat adalah, apa dan bagaimana sih konsep blog minimalis itu?

October 6, 2010

Kalau Ngga Hepi Ngeblog, Ngapain Jadi Blogger?

Nikmatilah hidup Anda sendiri, tanpa membandingkannya dengan orang lain (Marquis de Condorcet)
Dulu, blogger newbie yang ingin belajar ngutak-ngatik template dan bahasa web butuh berbulan-bulan tuk riset, tanya sana-sini maupun trial and error, dikarenakan minimnya sumber referensi meski itu sudah didukung oleh mesin pencari secanggih google. Sekarang, tips dan trik sejenis itu tumpah ruah, banjir dan bertebaran. Efeknya, hasil penelusuran google untuk kata kunci yang sama, jauh lebih mencengangkan dan lebih relevan dibanding beberapa tahun silam. Wut wut wuut!

October 5, 2010

Prinsip Pareto Yang Bikin Melongo

Prinsip Pareto atau yang lebih dikenal dengan hukum 80/20 kembali saya temukan saat iseng-iseng membaca free magazine di kabin pesawat beberapa waktu lalu. Artikel itu sebenarnya hanya sebagai suplemen penyedap saja bila dibandingkan warna-warni halaman tujuan-tujuan wisata yang lazim terdapat pada majalah-majalah penerbangan komersial. Tapi hampir di seluruh waktu perjalanan itu saya terus menerus merenungi dan membaca berulang kali, sebenarnya apa sih yang menarik dari prinsip tersebut?

Alkisah, adalah seorang ekonom berkebangsaan Italia bernama Vilfredo Pareto yang mencoba meneliti pola kekayaan dan penghasilan di Inggris pada tahun 1897. Konon dalam hasil penelitiannya ia menyimpulkan, bahwasanya 80 persen kekayaan negara dimiliki dan dinikmati oleh 20 persen populasi penduduk, dan 20 persen sisa kekayaan tersebut diperebutkan oleh 80 persen dari jumlah penduduknya.

Hmm, saya dan sobat mestinya juga pernah mendengar tentang hal itu, dimana hukum ekonomi selalu mengarah pada pola yang sama yang lambat laun jadi satu aturan baku. Namun oke lah, sebelum kita berbusa-busa ngga jelas kayak anggota DPR yang membahas ekonomi dengan lantang tapi selalu banyak alesan saat giliran sidang, kita terima saja dulu hasil penelitian Pareto dengan legowo, karena saya dibikin melongo dengan lanjutan dari penelitian ekonom Italia ini. Apa pasal?

June 24, 2010

Saya Ngeblog Maka Saya Bersyukur

Oleh blogger tamu: Iwan Riswandi | landofoase.blogspot.com

Ah, sepertinya belum lama rasanya saya ngeblog, tapi hari demi hari saya makin bersyukur, karena tak terasa ada hal yang bertambah dalam kehidupan ini, yaitu jadi nambah kawan, kegiatan dan pengetahuan. Dulu, saya bisa dibilang rajin banget menulis walaupun sekedar ngikutin mood, yang kadang muncul kadang juga tidak. Tapi frekuensinya cukup lumayan, sampe-sampe dinding pengumuman kantor pun jadi arena tuk melampiaskan uneg-uneg, pikiran, atau sekedar humor yang gak lucu :D

May 26, 2010

Book Review: Breaking Your Mental Block (1)

Di sela-sela kesibukan yang membuat saya mengeluh di postingan terdahulu, saya menyempatkan diri tuk menambah gizi isi otak ini dengan membaca. Dan sasaran saya kali ini adalah sebuah buku yang berjudul Breaking Your Mental Block.

Buku ini saya temukan dengan cara sambil lalu, accidental dan tanpa perencanaan sebelumnya. Karena kebetulan, saat saya hunting makan sore di warung bakso Solo, di sebelah warung tengah digelar semacam acara bazaar. Di situ, di lapangan luas depan sebuah SD, tumpah ruah para muda mudi Kupang. Ada yang menikmati tampilan musik band, melongok stand-stand penjualan atau hanya sekedar mengisi waktu luang. Nah, diantara stand-stand penjualan yang tersebar, ada stand salah satu toko buku ternama yang menyediakan gerai buku-buku discount. Dan tanpa fikir panjang, setelah puas menyantap bakso Solo ala Kupang, saya sempatkan tuk mengunjungi gerai tersebut dan jadilah buku ini menemani waktu senggang disaat stres melanda :)

May 1, 2010

Bijak Memilih Kalimat Motivasi

Kepala masih agak puyeng. It’s ok. Mungkin ini bakal jadi pengalaman saya pertama kali meng-update postingan blog dengan kondisi meriang :)

Ok, kita mulai saja dengan pemilihan kalimat antara..
Saya harus meng-update postingan hari ini
Dengan
Saya senang meng-update postingan hari ini
Tanpa disadari, pemilihan kalimat motivasi yang tepat akan memberi dampak yang lebih luas, terutama mind set. Blogger yang cenderung memilih kalimat pertama, biasanya terpicu akan adanya kompetisi terselubung antar blogger. Skor Alexa, PageRank, jumlah visitor, ataupun RSS subscriber, merupakan alasan-alasan klasik yang selalu jadi bahan perbandingan. Ya, bagaimanapun parameter-parameter itu berefek manis pabila blog kita memang profit oriented.

April 28, 2010

Menulis Efektif Ala Ping-Pong Amatiran

Duh. Bangun di pagi ini, badan masih kerasa pegal-pegal akibat ping-pong semalam. Bukan. Bukan karena terlalu banyak smash dan backhand, tapi kebanyakan pontang-panting memungut bola dan ketawa-ketawa. Gimana lagi, lha yang main jauh dari kata profesional, dan mungkin masih jauh kalah kelas sama yang amatir. Jadi mungkin kalau dikelompokkan, klub ping-pong bentukan saya dan teman-teman sekantor ini bisa lah dinamakan dengan: Yang Penting Keringetan Club *hehe*

Betul. Membentuk badan sehat ngga perlu harus ahli dalam satu bidang olahraga tertentu. Apa jadinya kalau hanya mau main bulutangkis, kita diharuskan lulus Pelatnas Cipinang dulu? Mau main voli harus minimal juara Harapan 3 di Proliga? Atau mau main sepak bola kudu merasakan dibantai oleh negara lain dulu di Timnas?

Jadi, just do it, lah. Meski mainnya awut-awutan, toh badan keringetan juga. :)

April 23, 2010

Boleh Mati Ide, Tapi Jangan Sampai Mati Gaya!

Yup, salah satu kegiatan yang saya sukai adalah menulis dan menulis, tapi ampun dah, saya sangat sangat benci deadline! Dua sisi mata uang ini – jujur saja – beberapa hari belakangan sering menghantui saya. Ngeri men. Apa ini yang namanya blogger’s block? Mati ide, mati-matian mikir, mati mood,..tapi thank God, untung saya belum mati gaya! *hihi*

Apa pasal?

Sedikit nyerempet fiksi nih. Seperti halnya mengendarai mobil off road yang ugal-ugalan membelah belantara hutan rimba imajiner, dalam aktivitas blogging, saya pun optimis bakal menembusnya dengan berbahan bakar gagasan yang nyaris unlimited. Bahan bakar ini lah yang terus membakar semangat tuk berburu informasi, research, berjam-jam melototin feed reader, corat-coret ngga keruan hingga sempat nyasar blogwalking ke situs-situs layak sensor. *oopss*

Thus, hari, minggu dan bulan berganti. Hingga di satu waktu, saat otak lagi jauh dari kata error, ternyata ada dua hal yang baru saya sadari:
Satu, saya terlalu boros menggunakan sumber daya ide.
Dua, hutan belantara ini lebih ganas dari yang saya duga.

Well, saya tau, saya terlalu pede, dan menganggap ide dan gagasan itu seperti produk daur ulang yang bisa di-recycle sepuas hati. Walhasil, telat dalam mengantisipasi keadaan ’hampa ide’ ini, mau ngga mau menyeret saya tuk terus menerus memikirkan hal-hal berikut: bagaimana bila kita benar-benar dilanda perasaan mati ide, tapi ingin terus eksis? Otak kosong melompong tapi hati ngeyel tuk menulis? Mata lamur menatap layar monitor yang suwung tapi jemari gatel tuk mengetik sesuatu?

Saya fikir, boleh lah kita mati ide, tapi jangan sampai mati gaya! :D

Ok, kenapa bisa begitu? Dan bagaimana agar kita ngga mati gaya walau kepala nihil ide? Cobain deh resep-resep berikut...

April 22, 2010

Manfaat Belajar SEO Untuk Bisnis

Oleh blogger tamu: Hendro Prayitno | hendro-prayitno.blogspot.com

Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih untuk Darin yang telah mengundang saya untuk menjadi blogger tamu di sini. Sebenarnya saya juga masih belajar dan mendalami tentang SEO (search engine optimization) manfaat serta kegunaannya dalam dunia bisnis. Dan di postingan ini saya akan mengupas tentang manfaat SEO untuk sebuah bisnis yang akan di kembangkan, karena kebetulan cocok untuk meneruskan postingan sebelumnya, yaitu tentang kapan sebaiknya me-monetize-kan blog.

April 14, 2010

Lessons From The Kambing Jantan

Masih ingat postingan saya tentang dua cewek Bali yang gokil? Yup, di sana saya mengulas bagaimana menulis humor bisa dijadikan alternatif atau bumbu dalam tulisan-tulisan kita. Humor atau komedi, bisa menjadi opsi yang menarik, karena yah jujur saja, selain dapat menghibur diri sendiri, tulisan humor pun bisa memudahkan pesan yang kita angkat. Apalagi menulis di media blog, betapapun beratnya topik penulisan, bila disampaikan secara humor sepertinya ngga bakalan lama tuk membuat pembacanya lebih nyantol dan enjoy.

Dan di postingan kali ini, sebenarnya adalah efek domino dari apa yang menjadi aktivitas saya saat weekend kemarin. Berhubung doyan film, iseng-iseng saya ke rental dan tanpa perencanaan sebelumnya, saya sewa film Kambing Jantan-nya Raditya Dika dan Crossing Over-nya Harrison Ford.

April 10, 2010

Pentingnya Profil (Yang Tidak Biasa) Pada Blog

Oleh blogger tamu: Eldo A. Pradana | dindingcoret.com
Hari ini aku nulis sebuah catatan kecil untuk sobat aku, Mas Darin di blognya Indonesianer. Catatan ini ditujukan bukan untuk menghakimi, menjelekkan, atau memuja siapapun dan apapun. Catatan ini ditujukan hanya untuk memberikan masukan bagi blogger-blogger Indonesia khususnya dan pemuda-pemudi Indonesia pada umumnya.
Blog merupakan sebuah diary kecil di dunia internet yang mempunyai topik pembahasan yang bermacam-macam yang pada saat ini sudah bukan suatu hal yang asing lagi di telinga sobat. Ya, banyak orang yang tidak tahu blog kemudian menyentuh blogosphere dan akhirnya menjadi blog addict (seperti saya, hehe). Blog itu mengasyikan koq, bener!! Suer!!