Byurrr...
Kontras dengan cerahnya pagi yang memadati tiap sudut Kota Solo, di ba'da Dhuhur ini hujan memolesnya seperti tak mau peduli, berapa puluh potong cucian yang sedang saya jemur! Walhasil, keasyikan menelusuri ebook-ebook pun terganggu, digantikan oleh keasyikan berbasah-basah ria demi menyelamatkan helai-helai kebutuhan primer ini. Kalau telat, saya besok ngantor pakai apaan? :D
Ok deh, jemuran selamat, saatnya membubuhkan postingan terbaru yang kali ini sekaligus menjawab Tag yang dilempar oleh seorang blogger ayu dari Malang, Inge. *ngga usah nyengir nge, hehe*
Let's do it.
Showing posts with label Fun. Show all posts
Showing posts with label Fun. Show all posts
April 25, 2010
April 16, 2010
Kejutan-kejutan Kecil Dari Blogging
Pertama, kejutan itu datang menubruk di pagi buta, hari kamis kemarin. Chelsea menang! Huhuyyy..sayonara MU. Four points clear! Semoga trophy liga kembali ke pelukan si singa biru London :D
Kedua, enjoy postingan tuk hari ini...
Saya sangat tertarik dengan artikel yang ditulis oleh Chris Brogan dalam blognya. Artikel itu berjudul 'Success is made by little victories', yang kata-kata pembukanya sungguh memikat...
Kedua, enjoy postingan tuk hari ini...
Saya sangat tertarik dengan artikel yang ditulis oleh Chris Brogan dalam blognya. Artikel itu berjudul 'Success is made by little victories', yang kata-kata pembukanya sungguh memikat...
Everything we do to be successful comes from little victories. When someone takes notice of our success, it looks like something big. It feels like one big moment. But always, and I mean always, it comes from a series of little victories. Look at the successes you’ve had. Did they all come at once? Or did you build up from nowhere to somewhere to somewhere better to a quick fallback to a new success, and then pow? Right.Series of little victories? Hmm, rangkaian-rangkaian kemenangan, atau mungkin bila dilafalkan dalam bahasa kita: kejutan. Betul juga, kadang bila kita melihat sejenak ke belakang, ternyata telah terhampar begitu banyak momen-momen kecil yang telah membawa kita ke keadaan sekarang, di saat ini. Dalam kehidupan, karir, pendidikan, maupun yeah..blogging.
April 14, 2010
Lessons From The Kambing Jantan
Masih ingat postingan saya tentang dua cewek Bali yang gokil? Yup, di sana saya mengulas bagaimana menulis humor bisa dijadikan alternatif atau bumbu dalam tulisan-tulisan kita. Humor atau komedi, bisa menjadi opsi yang menarik, karena yah jujur saja, selain dapat menghibur diri sendiri, tulisan humor pun bisa memudahkan pesan yang kita angkat. Apalagi menulis di media blog, betapapun beratnya topik penulisan, bila disampaikan secara humor sepertinya ngga bakalan lama tuk membuat pembacanya lebih nyantol dan enjoy.
Dan di postingan kali ini, sebenarnya adalah efek domino dari apa yang menjadi aktivitas saya saat weekend kemarin. Berhubung doyan film, iseng-iseng saya ke rental dan tanpa perencanaan sebelumnya, saya sewa film Kambing Jantan-nya Raditya Dika dan Crossing Over-nya Harrison Ford.
Dan di postingan kali ini, sebenarnya adalah efek domino dari apa yang menjadi aktivitas saya saat weekend kemarin. Berhubung doyan film, iseng-iseng saya ke rental dan tanpa perencanaan sebelumnya, saya sewa film Kambing Jantan-nya Raditya Dika dan Crossing Over-nya Harrison Ford.
March 31, 2010
Twitter-ku Yang Sok Pinter
Akun twitter saya dah berumur nyaris setahun lebih. Dan sampai detik ini belum juga ngerti apa dan untuk apa aplikasi yang sering disebut juga dengan micro blog ini. Bikin geli juga analoginya, micro, jadi teringat mikroskop jaman SMA yang jadi biang keladi kenapa mata saya jadi silindris begini. Micro blog? Tambah aneh. Bagaimana bisa menulis artikel dengan hanya diberi jatah 140 karakter saja? Non sense kalau saya ikut-ikutan gaya ala alay-alay yang bisa menciptakan kalimat dengan sentuhan @*$^ dan sebangsanya. Atau menulis sesingkat-singkatnya mirip sms mampet, seperti habis minum jamu galian singset...
March 26, 2010
Tag and Award, Euy!
Guys, saya dapet PR nih dari Mas Goen. Untungnya bukan PR bikin puisi, prosa dan sejenisnya. Cuma njawab tag 10 pertanyaan! Jadi yang menunggu lanjutan postingan kemarin, sabar dulu ya ^_^
Ok, langsung deh.
Ok, langsung deh.
March 23, 2010
Lessons From Balinese Fun Factories: Keboo and Itik
Humor adalah humor. Apakah itu bersifat slapstick, deadpan ataupun tongue in cheek..- waduh, sory ajaib-ajaib istilahnya - tetap disebut humor, sesuatu yang bisa memancing hormon endorphine keluar dari sarangnya. Hormon ini lah yang bertanggungjawab kenapa kita bisa ketawa terkencing-kencing, ngakak garing, ataupun cuma senyum-senyum seperti orang salting.
Dan menulis humor bukanlah perkara mudah. Saya sendiri bisa dibilang not a right profile untuk melakukan hal tersebut. Sumpah, sepertinya lebih mudah membuat orang marah, terhasut, terharu dan termehek-mehek ketimbang mencipta suasana yang klop untuk bisa bebas tertawa. Lebih gampang tentunya menggiring pembaca ke dalam situasi melankolis dan mengerutkan dahi daripada njelimet memikirkan: gimana ya caranya biar yang mbaca ini ngakak dan terus-terusan diingat hingga tujuh turunan? Right?
Dan menulis humor bukanlah perkara mudah. Saya sendiri bisa dibilang not a right profile untuk melakukan hal tersebut. Sumpah, sepertinya lebih mudah membuat orang marah, terhasut, terharu dan termehek-mehek ketimbang mencipta suasana yang klop untuk bisa bebas tertawa. Lebih gampang tentunya menggiring pembaca ke dalam situasi melankolis dan mengerutkan dahi daripada njelimet memikirkan: gimana ya caranya biar yang mbaca ini ngakak dan terus-terusan diingat hingga tujuh turunan? Right?
March 14, 2010
Wanita Tercantik Versi Teknologi
Pertama, izinkan saya menggelontorkan rasa girang karena Chelsea kembali ke puncak! Go Blues!
Bagi fans MU, silakan gigit keyboard, jangan gigit jari, ntar sakitnya dobel :D
Kedua, here the post..
Saya mengajak sobat tuk membayangkan sesuatu. Bukan, bukan ngebayangin hal-hal yang berbau lendir (hoeek!), tepatnya saya mengajak tuk membayangkan sebuah situasi hebat dimana kita sangat-sangat excited dibuatnya. Seperti misalnya: kita menonton konser band pujaan (seperti kisah saya melototin Padi), atau di situasi saat ngga sengaja berpapasan dengan Ahmad Dhani di Mall, atau tiba-tiba SBY bertamu ke rumah tuk sekedar curhat masalah kenegaraan..ok, yang ini agak berlebihan. Intinya, setelah membayangkan momen-momen yang ngga biasa ditemui sehari-hari itu, apa yang kita lakukan?
Bagi fans MU, silakan gigit keyboard, jangan gigit jari, ntar sakitnya dobel :D
Kedua, here the post..
Saya mengajak sobat tuk membayangkan sesuatu. Bukan, bukan ngebayangin hal-hal yang berbau lendir (hoeek!), tepatnya saya mengajak tuk membayangkan sebuah situasi hebat dimana kita sangat-sangat excited dibuatnya. Seperti misalnya: kita menonton konser band pujaan (seperti kisah saya melototin Padi), atau di situasi saat ngga sengaja berpapasan dengan Ahmad Dhani di Mall, atau tiba-tiba SBY bertamu ke rumah tuk sekedar curhat masalah kenegaraan..ok, yang ini agak berlebihan. Intinya, setelah membayangkan momen-momen yang ngga biasa ditemui sehari-hari itu, apa yang kita lakukan?
February 20, 2010
Ngeblog Ala Grunge
Come as you are
As you were
As I want you to be..
Saya manggut-manggut seiring bait demi bait yang mengalun dari balik earphone butut pinjaman yang saya paksain nangkring di telinga. Nirvana. Satu band yang jadi favorit saya sejak mulai nge-band pas kuliah semester 3. Ingatan saya kembali ke waktu itu, dimana lewat suatu pertemuan yang tak disengaja, saya dikenalkan dengan dua orang penggila musik grunge. Alkisah, singkat kata singkat cerita, kita bertiga langsung nyambung dan kerap hang out bareng, nongkrong bareng (bukan di toilet tentunya) juga kerap hilir mudik ke studio musik terdekat meski cuma sekedar ndengerin band lain latihan. Maklum, jaman nge-kos dulu budget sangat tipis, jadi jadwal latihan kami lumayan ketat, seketat kaus Luna Maya *oopss* :)
Untungnya, sebelum perkenalan itu, saya iseng privat drum di salah satu tempat les musik. Belum ada fikiran untuk bikin band. Saya cuma merasa kayaknya asik juga bisa main drum. Siapa tau nanti bisa jadi kayak Dave Grohl, udah mantep ngedrum-nya, digilain cewek-cewek lagi.. ahayyy *mulai narsis kumat* :D

Ternyata keisengan saya berbuah manis. Duo grunger itu tengah ditinggal drummer-nya dan mereka ngebet banget tampil di suatu parade musik di salah satu kampus swasta. Right person, right time in a right place..bisa jadi demikian. Bayangkan, kita baru kenal, chit chat sebentar, langsung latihan di studio. Cuma sekali itu kita latihan dan besoknya langsung tampil. Pede abis lah.
Sejak itulah kita sering wara-wiri di parade-parade musik (meski penontonnya kayak celananya kena lem pipa, lengket, ga gerak-gerak), festival (meski ga pernah masuk 10 besar), pentas Agustusan (meski belum habis satu lagu dah langsung disuruh ganti dangdutan), dan semua yang berbau pentas musik, kita sambangi. Pede yang ga abis-abis. Lha gimana lagi, wong seneng koq :D
Itu dulu. Namun saya dapat memetik satu pelajaran dari sana. Bahwa apa-apa yang kita lakukan dengan asyik, akan mematahkan semua anggapan, praduga, atau apapun yang bisa melemahkan keasyikan itu sendiri. Buktinya ya pengalaman saya nge-band itu. Cuek aja, yang penting nge-grunge! :)
Gaya grunge ini bisa jadi saya terapkan saat ngeblog. Keasyikan yang ditawarkan begitu besar, melewati batas-batas aturan page rank, SEO, or whatever. Ngeblog ya ngeblog.
Come as you are
As you were
As I want you to be..
Pendapat sobat?
As you were
As I want you to be..
Saya manggut-manggut seiring bait demi bait yang mengalun dari balik earphone butut pinjaman yang saya paksain nangkring di telinga. Nirvana. Satu band yang jadi favorit saya sejak mulai nge-band pas kuliah semester 3. Ingatan saya kembali ke waktu itu, dimana lewat suatu pertemuan yang tak disengaja, saya dikenalkan dengan dua orang penggila musik grunge. Alkisah, singkat kata singkat cerita, kita bertiga langsung nyambung dan kerap hang out bareng, nongkrong bareng (bukan di toilet tentunya) juga kerap hilir mudik ke studio musik terdekat meski cuma sekedar ndengerin band lain latihan. Maklum, jaman nge-kos dulu budget sangat tipis, jadi jadwal latihan kami lumayan ketat, seketat kaus Luna Maya *oopss* :)
Untungnya, sebelum perkenalan itu, saya iseng privat drum di salah satu tempat les musik. Belum ada fikiran untuk bikin band. Saya cuma merasa kayaknya asik juga bisa main drum. Siapa tau nanti bisa jadi kayak Dave Grohl, udah mantep ngedrum-nya, digilain cewek-cewek lagi.. ahayyy *mulai narsis kumat* :D

Ternyata keisengan saya berbuah manis. Duo grunger itu tengah ditinggal drummer-nya dan mereka ngebet banget tampil di suatu parade musik di salah satu kampus swasta. Right person, right time in a right place..bisa jadi demikian. Bayangkan, kita baru kenal, chit chat sebentar, langsung latihan di studio. Cuma sekali itu kita latihan dan besoknya langsung tampil. Pede abis lah.
Sejak itulah kita sering wara-wiri di parade-parade musik (meski penontonnya kayak celananya kena lem pipa, lengket, ga gerak-gerak), festival (meski ga pernah masuk 10 besar), pentas Agustusan (meski belum habis satu lagu dah langsung disuruh ganti dangdutan), dan semua yang berbau pentas musik, kita sambangi. Pede yang ga abis-abis. Lha gimana lagi, wong seneng koq :D
Itu dulu. Namun saya dapat memetik satu pelajaran dari sana. Bahwa apa-apa yang kita lakukan dengan asyik, akan mematahkan semua anggapan, praduga, atau apapun yang bisa melemahkan keasyikan itu sendiri. Buktinya ya pengalaman saya nge-band itu. Cuek aja, yang penting nge-grunge! :)
Gaya grunge ini bisa jadi saya terapkan saat ngeblog. Keasyikan yang ditawarkan begitu besar, melewati batas-batas aturan page rank, SEO, or whatever. Ngeblog ya ngeblog.
Come as you are
As you were
As I want you to be..
Pendapat sobat?
February 13, 2010
Giliranmu Zhirkov!
Cideranya Ashley Cole menuai harapan pada pemain kidal asal Rusia ini, Yuri Zhirkov. Sebenarnya saya agak ragu saat Chelsea merekrutnya untuk kontrak 3 tahun dari CSKA Moscow musim panas lalu. Yah, maklum, notabene klub setajir Chelsea kudunya narik pemain yang setidaknya didengar gak asing di telinga. Dan Zhirkov? Yang mana sih?
Zhirkov lahir di kota kecil, Tambov, sekitar 430 mil sebelah tenggara Moskow, Rusia, pada tanggal 20 Agustus 1983. Karir sepakbolanya sudah dimulai sejak ia berumur 10 tahun, dan sejak tahun 2001 resmi bermain untuk Spartak Tambov, klub lokal yang merupakan klub Divisi III Liga Rusia. Pemain yang biasa beroperasi di sisi kiri lapangan itu menorehkan 26 gol di 74 penampilannya bersama Tambov. Tak heran, tiga klub besar ibukota, Spartak, Locomotive dan CSKA Moscow berebut meminang pemain berpostur 185 cm/75 kg ini. Dan Zhirkov memilih yang terakhir, CSKA.
Terbukti pilihannya tepat. Di CSKA kemampuannya berkembang pesat. Ia bisa bertugas sebagai gelandang ataupun bek dengan dribbling yang akurat. Tercatat 15 gol dicetak di 139 penampilan dan membawa CSKA menjuarai piala UEFA tahun 2005. Piala Liga Utama Rusia direngkuhnya bersama CSKA dua tahun berturut-turut, yaitu tahun 2005 dan 2006.
Zhirkov ikut membela Rusia hingga ke semifinal di Euro 2008, dimana mereka dikalahkan Spanyol. Namun ia tetap berkibar dengan masuk nominasi tim impian Euro 2008 sebagai bek kiri.
Bersama Chelsea, Zhirkov langsung tancap gas, mencetak gol ke gawang AC Milan saat tur pramusim di Amerika hingga cidera lutut membawanya pulang ke Inggris lebih cepat. Tak lama, September 2009 ia tampil lagi dan membawa Chelsea menang 1-0 kontra QPR di Piala Carling. Sejak itu Zhirkov menjadi pelapis Ashley di Liga Primer dan menjadi starting eleven di setiap pertandingan Piala FA dan Carling.
Saya harap Zhirkov cepat menemukan form terbaiknya, dan saya rasa inilah saatnya. Go Blues! :D
Zhirkov lahir di kota kecil, Tambov, sekitar 430 mil sebelah tenggara Moskow, Rusia, pada tanggal 20 Agustus 1983. Karir sepakbolanya sudah dimulai sejak ia berumur 10 tahun, dan sejak tahun 2001 resmi bermain untuk Spartak Tambov, klub lokal yang merupakan klub Divisi III Liga Rusia. Pemain yang biasa beroperasi di sisi kiri lapangan itu menorehkan 26 gol di 74 penampilannya bersama Tambov. Tak heran, tiga klub besar ibukota, Spartak, Locomotive dan CSKA Moscow berebut meminang pemain berpostur 185 cm/75 kg ini. Dan Zhirkov memilih yang terakhir, CSKA.Terbukti pilihannya tepat. Di CSKA kemampuannya berkembang pesat. Ia bisa bertugas sebagai gelandang ataupun bek dengan dribbling yang akurat. Tercatat 15 gol dicetak di 139 penampilan dan membawa CSKA menjuarai piala UEFA tahun 2005. Piala Liga Utama Rusia direngkuhnya bersama CSKA dua tahun berturut-turut, yaitu tahun 2005 dan 2006.
Zhirkov ikut membela Rusia hingga ke semifinal di Euro 2008, dimana mereka dikalahkan Spanyol. Namun ia tetap berkibar dengan masuk nominasi tim impian Euro 2008 sebagai bek kiri.
Bersama Chelsea, Zhirkov langsung tancap gas, mencetak gol ke gawang AC Milan saat tur pramusim di Amerika hingga cidera lutut membawanya pulang ke Inggris lebih cepat. Tak lama, September 2009 ia tampil lagi dan membawa Chelsea menang 1-0 kontra QPR di Piala Carling. Sejak itu Zhirkov menjadi pelapis Ashley di Liga Primer dan menjadi starting eleven di setiap pertandingan Piala FA dan Carling.
Saya harap Zhirkov cepat menemukan form terbaiknya, dan saya rasa inilah saatnya. Go Blues! :D
Subscribe to:
Posts (Atom)