November 7, 2010

Memaksimalkan Personal Branding Dengan Mendongkrak Keunikan

Sepertinya kalimat ajaib personal branding makin hangat saja diobrolin di blogosphere. Sehingga saya yang tadinya cuek, jadi ikutan latah, merasa gatel tuk sekedar sharing opini.
Even individuals need to develop a brand for themselves. Whatever your area of expertise, you can take steps to make people think of YOU when they think of your field. (Accelepoint Webzine)
Brand, cap, sematan, atau apalah, pasti berbenturan antara dua hal, yaitu: apa yang kita tawarkan, versus apa penilaian orang lain atas penawaran kita tadi. Dua kutub itu bisa jadi saling bertolak punggung, bisa pula saling merekat kuat, tergantung bagaimana persepsi kita dalam memaknai personal branding tersebut, sekaligus menerapkannya pada dunia blogging.

Let's see these...


Jika kita butuh seorang web designer, kira-kira dari frontpage di atas, mana yang jadi pilihan pertama?

Itu baru dari template. Sekarang mari lihat yang ini...


Kalau ingin menghadirkan badut di sebuah pesta anak-anak, mana sosok-sosok di atas yang cocok disertakan?

Terakhir, mari menyimak beberapa style menulis berikut:
  • Saya mencoba memberikan pandangan tentang Personal Branding...
  • Kucoba menguraikan makna Personal Branding yang konon...
  • Gue rasa, Personal Branding tu semacam kode etik marketing...
  • Ane pernah baca gan, Personal Branding penting banget untuk...
  • Personal Branding? What the hell is that? Saya hanya tau tentang...
Sebenarnya Apa Itu Personal Branding?
Jujur, saya malah cenderung mengartikannya dalam sisi psikologis, karena sangat-sangat bersifat personal.
Personal means "of or pertaining to a person, or belonging to a person in some way"

A brand is the identity of a specific product, service, or business. A brand can take many forms, including a name, sign, symbol, color combination or slogan.
Disatukan jadi:
Personal Branding is the process whereby people and their careers are marked as brands. (sumber)
Ok, jadi makna dari personal branding itu - kalau boleh saya artikan - adalah bagaimana kita mendandani diri sendiri sedemikian rupa sehingga kita menjadi sosok yang dikenali, sehingga saat orang lain melihat kita, mereka langsung mengetahui kapasitas kita yang sebenarnya.

Adapun sisi kapasitas mana yang perlu dieksploitasi, di aktivitas blogging, personal branding bisa dimaksimalkan dalam bentuk penampilan template, avatar narablog dan gaya menulis yang digunakan tuk mengomunikasikan ide dalam tulisan-tulisannya.

Nah, di sesaknya lautan blogsosphere ini, tentu ada something yang harus jadi patokan-patokan agar personal branding kita lebih menonjol dari yang lain. Dan something itu salah satunya adalah keunikan.

Apanya Yang Unik?
Bicara tentang unik, tentu kita membayangkan hal yang tak biasa, unordinary, ngga lazim dan...pokoknya berbeda. Makin unik yang dipresentasikan, makin kuat personal branding yang tersemat.

Sebagai contoh, saya demen tampilan unik blog ardianzzz:

sayang, sekarang tampilannya berubah lagi.. *hahaha*

Avatar yang unik, saya pilih tweet gajah pesing


Dan gaya tulisan, tentu tak ada yang tak kenal dengan Tika dengan ituh-nya


Yup, tentu saja bila dieksplorasi lebih lanjut, keunikan-keunikan itu bisa diaplikasikan dalam bentuk niche pembahasan. Makin fokus pembahasan, makin lengket ingatan kita tentang blog tersebut.

Contoh, blog yang membahas melulu motivasi:


Yang muter-muter di fashion:


Atau ngutak-ngatik komputer:


Conclusion
After all, you're not exactly a nation like all the other nations. You are unique, if only because you are such an ancient people, and because of the way you are spread all over the world and your obvious success in many fields. (Jean-Marie Le Pen)
Keunikan dan personal branding adalah sebuah tali simpul yang ditenun bersamaan. Keduanya memiliki keterkaitan erat dan menjadi penting tatkala kita ingin lebih dikenali di blogosphere yang makin chaotic ini.

Namun lebih penting lagi, be yourself :)

So, bagaimana tanggapan sobat tentang hubungan antara personal branding dan keunikan ini? Punya pendapat sendiri?

*masih ndengerin Norah Jones*

30 comments:

Cahya said...

Ternyata dia punya beberapa tipe blog yang berbeda dengan gambaran yang nyaris tak menampakkan kesamaan, apakah sebuah branding harus identitas tunggal?

Darin said...

@Cahya: identitas tunggal? bila itu tentang keunikan, boleh jadi ngga ada kaitannya sama sekali. Personal branding saya rasa ngga harus tepat sama, antara sisi personal blogger dengan presentasi dalam blognya.

Cahya said...

@Darin, maksudnya ada narablog yang memiliki dua blog (misalnya), dua identitas (nickname, gravatar, konsep) yang berbeda, dengan bahasan berbeda. Satu sama lain tidak ada hubungannya memang, jadi dia melalukan dua branding sekaligus.

Sehingga kita tidak bisa melihat sisi personal narablog bersangkutan dengan tepat.

Joko Sutarto said...

Benar, Mas Darin. Personal Branding yang sukses tidak bisa dibangun kalau kita hanya biasa-biasa saja, tak berbeda dari yang lainnya. Berbeda di sini bisa karena dua hal. Pertama, seperti kata Mas Darin, harus unik. Kedua, tentu kita harus bisa lebih unggul dari yang lainnya.

Artikel ini saya lihat sepertinya ada benang merahnya dengan artikel yang kemarin, "Melangsingkan Perspektif Blogwalking" Dan saya mulai bisa menangkap posting ini sebagai jawabannya. He...He...

Catatan Hery said...

Dengan kultur timur yang cenderung malu-malu untuk 'menjual' kelebihan pribadi, saya belum melihat mayoritas blogger dalam negeri benar-benar berniat membangun personal branding yang serius

Darin said...

@Cahya: Wow, adakah yang begitu? :D Kalau sudah begitu urusannya berarti narablog tersebut multi-talented, bisa menyesuaikan persona-nya di keadaan yang berbeda. Personal branding memang bukan hal yang bisa dipastikan sesuai dengan persona si individunya. Dapat dilatih dan direncanakan, sesuai visi dan misi hidup :)

Pak Joko: Menjadi ordinary sebenarnya tak apa, cuma kalau ngeblog dikaitkan personal branding, hal itu akan sulit, dikarenakan pengunjung juga manusia yang bisa memberi penilaian. Kalau sama om google sih ngga masalah, hehe.
Begitulah, pak Joko ternyata analitis juga :D

Darin said...

Catatan Hery, saya juga memikirkan hal tersebut. Hanya saya heran dengan bangsa Jepang. Mereka sangat introvert dan segan menonjolkan diri secara individu, namun bisa top di bidang teknologi. Apakah itu berarti personal branding tak sama dengan produk branding? :D

Kalau di blog sepertinya itu tak sinkron ya :)

inge / cyber dreamer said...

berbeda itu unik...
tapi kadang ada orang yang menganggap berbeda itu aneh >.<

menjadi menonjol diantara yang lain, hmmm... nggak pernah kepikiran sampai kesitu sie mas... karena selama ini nulis hanya untuk menyalurkan apa yang lagi memenuhi otak, daripada pusing >.<

**sek sek komentarku ini nyambung nggak sie :D**

saka hero said...

lama nggak mampir gimana kabarnya mas ?
personal branding sama artinya sama unjuk gigi nggak sih,..

Alwi said...

Personal Branding=Politik Pencitraan? Discover brand, Create brand, Portofolio, blog, LinkedIn profile, Facebook profile, Twitter etc.

Customization Theme=Membangun Personal Branding, menciptakan keunikan, gaya menulis yang digunakan tuk mengomunikasikan ide dalam tulisan-tulisannya=Perlu skill, latihan dan proses

Sepakat dg kalimat terakhir, yang tak kalah pentingnya "be yourself" :)

Dan saya cukup menikmati keunikan blog ini ...

blogger admin said...

Menarik dengan pendapat mas cahya, dua sisi yang berbeda.
Menjadi diri sendiri dalam personal, namun pengelolaan dan di tujukan untuk siapa? itupun penting dalam membagun personal branding dalam kutipan "narablog" keunikan bisa membangkitkan tapi bisa juga keunikan berubah-ubah sehingga tidak tetap dalam satu tujuan dalam membangun sebuah blog dalam artian bisa artikel bisa layout.

Keunikan bisa menimbulkan kesan pembaca dalam meninggalkan sebuah blog, seperti contoh di atas yang terlihat personal jelas adalah laksamana embun dengan branding yang jelas seperti sfesifikasi, pembahasan juga pemahaman.

Dan paling penting adalah kemudahan untuk user.

ph-internet said...

be yourself dan konsep serta tujuan yang jelas akan membangkitkan itu, bukan hanya keunikan.

Cahya said...

Darin, Blogger Admin, ha ha..., itu seperti narablog yang memerankan bad cop dan good cop secara bersamaan :).

Darin said...

Inge, unik = aneh? bisa saja, bahkan mungkin perbedaannya hanya setipis kertas :D

saka hero, unjuk gigi untuk yang positif it's ok. kabar baik bro :)

pak alwi, diagram yang bagus pak, makasih dah mampir :)

hendro, nah ini, biasanya yg unik belum tentu memudahkan user. bukan begitu bro? Hmm, tapi setidaknya, bila personal brandingnya cukup kuat, msalah itu bisa direduksi hingga minimal.

cow said...

keunikan itu pasti mendukung personal branding, tapi personal branding itu biarkan tumbuh dengan sendirinya

aldy said...

Ardianzzz ganti theme lagi, sepertinya sedang melakukan personal branding dengan gonta ganti theme.

Darin said...

cow, let it flow, setuju :)

aldy, ga tau tuh pak, padahal saya demen sama header ala Simpson-nya haha :D

andi sakab said...

ckckck... berdecak kagum dengan isi artikelnya terlebih komentar-komentarnya.

hmmm...

Personal branding menurut saya adalah sebuah karakter yang unik sebenarnya. saking uniknya menjadikan ciri khas tersendiri yang setidaknya menunjukan identitas diri.

membentuk Personal branding juga membutuhkan sebuah proses panjang jadi engga serta merta langsung jadi dan umumnya terpengaruh dari sosok yang dekat dengan dirinya atau idolanya :)

Darin said...

andi sakab, role model memang perlu, dan lambat laun kita bisa menemukan branding sendiri yg mungkin melebihi dari sang model :D. gimana kabar *bloggermalam? hahaha :D

iskandaria said...

Blog mas Ardian udah berubah lagi tuh tampilan halaman depannya. Udah nggak kayak gambar di atas mas.

Setuju sih dengan pendapat mas Darin di atas. Masalahnya, mungkin banyak narablog yang kesulitan dalam menemukan/membentuk keunikan diri maupun blognya. Sebenarnya banyak sih cara agar blog/narablog itu bisa unik. Mulai dari favicon, logo blog, avatar, desain template yang digunakan, gaya bahasa, kecenderungan fokus topik yang ditulis, hingga ke cara penyajian konten.

Mungkin masih ada beberapa cara lagi. Saya sendiri cenderung fokus pada materi/topik tulisan saja. Plus cara penyajiannya. Di samping sisi desain juga sih, walau belum layak dikatakan unik.

Darin said...

Iskandaria, iya mas, makanya saya tulis keterangan di bawah gambar blog adrian itu :D

Blog Mas Is juga unik menurut saya, karena materi yg dibahas sudah terfokus dan ada unsur teknisnya. Itu sesuatu yg belum bisa saya kuasai :D

Betul, banyak cara lain, namun saya hanya menyinggung dari segi keunikan di postingan ini. Biar ngga melebar :)

tipshot said...

Bagus juga artikelnya, komentar juga ya di blog saya : www.tipshot.blogspot.com

Masbro said...

Menikmati membaca artikel ini dari awal sampai tuntas. Juga komentar2nya yang bergizi.
Personal Branding? Semacam mencuat dari kerumunan. Berani tampil beda dengan selera massa (tapi dengan dasar yang beralasan) hingga menjadikannya berkarakter.
Salam hangat Mas Darin;

Darin said...

tipshot, you're welcome :)

Masbro, stand out from the crowd, mungkin begitu istilahnya. Salam hangat dari Kupang untuk Jember :)

John Terro said...

ada lagi tipe blog yang perlu diperhitungkan ...
blog yang menggoda iman, om :D

adeskana said...

tulisan mas Darin memang fokus dan mengalir, jadi tidak rugi jika berkunjung ke sini. :)
dalam perjalanan blogging, saya sempat berada di satu titik poin: blogging untuk membangun karakter diri, atau blogging untuk memperkuat karakter diri?

kangmas ian said...

kayanya saya masih mencari-cari dimana personal branding saya hahaha..

Darin said...

adeskana, kalau saya lebih cocok kombinasi dari keduanya. Membangun, juga memperkuat :)

PMRELOAD said...

hingar bingar...
mantep! :D

ArdianZzZ said...

Ada masalah sama template, gara-gara gak pernah backup saat live editing.
entahlah, salah satu hal yang saya sukai dalam blogging adalah live editing, saya tidak begitu peduli, namanya juga blog personal, bukan untuk layanan publik. heheh...

Post a Comment