October 24, 2010

Bercerita, Yuk!

Kalau sobat seorang blogger, niscaya faham betul dengan propaganda-propaganda seperti ini:
Menulis adalah bla bla bla, jadi harus ba bi bu
Perhatikan tanda baca yang dang ding dung, kalau tidak jas jis jus
Tak perlu ini, tak perlu itu
Ngapain begini, ngapain juga begitu
Wah, banyak deh advice-advice, saran-saran yang terkesan maksa dan motivasi yang malah membuat kita stuck untuk mulai menulis di blog. Habis gimana? Yang memberi advice rata-rata expert di bidangnya. Iya sih, sesuai hukum tarik menarik, makin sering kita menimba ilmu dari yang ahlinya, maka makin cepat terakumulasi ilmu yang kita raih. Tapi please, di sini saya berbicara atas nama orang yang sama sekali blank tentang masalah dunia kepenulisan, namun ngebet tuk memeriahkan blogosphere yang makin colorful ini.

So, what should we do?

Saya ngga akan berbicara banyak, cuma satu resep yang saya rasa paling ampuh:

Menulislah seperti layaknya bercerita

That's all. Betapapun beratnya tema yang sobat angkat, dari high-tech hingga jual beli pulsa, dari ngobrol masalah politik sampe ban bekas, atau share tutorial bongkar jam tangan yang super ribet sekali pun, kalau diawali dengan sebuah story, bukan tak mungkin membuat pembaca yang tadinya mengkerut saat fast reading, jadi merasa enjoy tuk membaca keseluruhan isi postingan.

Kenapa bisa begitu? Gampang aja kok, semua orang suka dengan cerita!

Dengan cerita, kita secara tak langsung membuka diri tuk memulai sebuah percakapan dan itu menambah ketertarikan lawan bicara alias pembaca.
Dengan cerita, pesan yang kita angkat dapat tersalurkan tanpa membuat pembacanya mundur teratur akibat roaming duluan dengan topik yang dibahas.
Dengan cerita, ikatan personal antara narablog dan pemirsanya akan lebih memiliki greget.
Dan hanya dengan cerita, lambat laun kita akan menemukan gaya menulis yang tepat dan nyaman untuk kita terapkan.
    We all are just an ordinary people. Punya hati, sense, dan tak mungkin memiliki ketertarikan yang sama antara satu yang lainnya. Kita butuh perasaan humanis, dan cerita lah salah satu bumbu tersedap dalam sebuah tulisan, betul?


    Hanya opini sih, jadi kalo ngga setuju ya monggo bercerita di kotak komentar :)

    image source: http://succesparenting.blogspot.com/2009/03/teaching-your-baby-to-speak.html

    18 comments:

    Dwi Wahyudi said...

    Saya setuju dengan pendapatnya bro karena itulah tantangannya menjadi seorang blogger yaitu dipaksa untuk menulis, menulis, dan menulissssss... Kalau ngga begitu, ya resikonya blog kita bakalan menjadi jablay lah. Bener ngga mas? Btw, saya udah update link blog mas di page My Friends blog saya. Sekiranya berkenan untuk link balik, terima kasih banyak saya ucapkan. Suatu saat saya ke Solo, bisa singgah donk kerumah mas? Hehehe...

    Harits Mugni N said...

    Betul banget tuh mas, yang penting dari menulis itu adalah pembacanya mengerti apa yang kita tulis atau sajikan.

    Salam kenal mas.

    Darin said...

    @Dwi: kabar diterima, ok kapan2 mampir ya, kita kopdar! hehe

    @Harits: setuju, dan mungkin dgn bercerita, penyampaian itu akan lebih mudah dimengerti :)

    mengeluh said...

    kalo aku nulis seenaknya aja mas, masih acak-acakan hehehe

    ardianzzz said...

    @mengeluh, apa yang dimaksud dengan "menulis seenaknya"?

    Abdul Hakim said...

    apa kabar mas darin?? lama ngga berkunjung,

    menulis dengan cerita atau pengalaman mungkin ya mas??

    Darin said...

    @mengeluh: mungkin perlu diintip deskripsinya blog pak abdul cholik: ngeblog sing enak, tapi jangan seenaknya

    @abdul: kabar baik pak. Ya begitulah, saya rasa memulai suatu postingan dgn sebuah cerita/pengalaman tertentu bisa memudahkan pembaca tuk mencerna topik yg disajikan. Tentu saja kalau bisa itu masih ada relevansinya :D

    Masbro said...

    Saya sependapat tanpa syarat mas Darin..
    Cerita adalah cara paling rimba untuk menyampaikan sesuatu secara (agak) panjang lebar;

    Zainur Rochim said...

    Sesuai dengan yang apa yang dikatakan oleh Pak Jonru seorang guru menulis, yang mengatakan bahwa jika ingin menulis, segeralah tulis yang menjadi ide di pikiran kita dengan menggunakan otak kiri, tanpa harus mengeditnya. setelah tulisan itu dianggap selesai, barulah kita edit, baik susunan kalimat atau kata-kata yang salah. disini barulah otak kanan yang berperan..

    mantap gan, teruslah bercerita, dan mudah2an menjadi manfaat bagi orang lain

    Darin said...

    @Masbro: ya, asal jgn panjang2..ntar pngunjungna bosen hehe

    @Zainur: hmm, konsep itu pernah saya denger juga pak. Mungkin itu alasannya kita waktu SD dulu digenjot tuk pelajaran mengarang ya :D
    Amin pak, thanks :)

    Joko said...

    Dengan Cerita dan buatlah seolah-olah Anda mengajak bicara langsung kepada pembaca. Kalau nggak salah advice atau tips menulis yang pernah saya baca seperti itu. Bukan begitu, Mas Darin? He He.

    Terus terang, saya kurang peduli dengan segala tetek benget, maaf ajaran sesat tentang teori-teori kepenulisan, kecuali aturan bahasa dan tanda baca yang tentu tetap perlu diperhatikan. Selebihnya, terus praktek menulis dan menulis dan perbanyak juga membaca, nanti lama-lama kemampuan menulis akan terasah lambat laun dengan sendirinya.

    ninneta said...

    Hai,

    Sudah lama aku nggak blogwalking. Karena memang dah lama juga nggak blogging. Hehehehehe.... Datang sekedar menyapa. Semoga dirimu sehat dan selalu bahagia.... dan semoga belum lupa dengan persahabatan kita.

    :)

    Salam,

    Ninneta

    Web Hidup Mulia said...

    Bercerita, yuk tentang internet sehat bikin hebat. Merupakan anomali step by step, menimbulkan ketakjuban masyarakat dunia, menggoncangkan, dan proses inovasi nyaris sempurna...
    Terima kasih dan salam kenal.

    mas-tony said...

    Sebagai kaum pemula dalam hal Blogging, tentu untuk menuju ke arah penulisan yang easy dan enjoy bisa di bilang gampang-gampang susah, tetapi dengan banyak refernsi tentu menambah ilmu dan bekal kita menulis. Mas maaf artikelnya yang kemaren saya ambil buat referensi tapi belum ijin nih!
    Salam kenal

    Darin said...

    @mas joko: betul sekali pak :D saya cuma re-write dgn gaya saya sendiri.

    @ninneta: hmm, iya mbak. Baru ngeblog lagi ya? :D

    @webhidup: wah, analoginya keren bro :)

    @mas-tony: yup, referensi bisa menambah wawasan, namun bukan brarti kita mengikuti mentah2, makanya saya ajukan opini ini agar kita bisa menemukan voice kita sendiri :)

    cucu hermawan said...

    dengan bercerita, ade bayi bisa tertidur pulas, :D

    salam kenal dulu

    Balita said...

    hahaha biarkan air itu mengalir seperti biasanya..
    salam kenal.. :D

    Darin said...

    @cucuher: bayi? *bingung*

    @balita: oke :)

    Post a Comment