October 5, 2010

Prinsip Pareto Yang Bikin Melongo

Prinsip Pareto atau yang lebih dikenal dengan hukum 80/20 kembali saya temukan saat iseng-iseng membaca free magazine di kabin pesawat beberapa waktu lalu. Artikel itu sebenarnya hanya sebagai suplemen penyedap saja bila dibandingkan warna-warni halaman tujuan-tujuan wisata yang lazim terdapat pada majalah-majalah penerbangan komersial. Tapi hampir di seluruh waktu perjalanan itu saya terus menerus merenungi dan membaca berulang kali, sebenarnya apa sih yang menarik dari prinsip tersebut?

Alkisah, adalah seorang ekonom berkebangsaan Italia bernama Vilfredo Pareto yang mencoba meneliti pola kekayaan dan penghasilan di Inggris pada tahun 1897. Konon dalam hasil penelitiannya ia menyimpulkan, bahwasanya 80 persen kekayaan negara dimiliki dan dinikmati oleh 20 persen populasi penduduk, dan 20 persen sisa kekayaan tersebut diperebutkan oleh 80 persen dari jumlah penduduknya.

Hmm, saya dan sobat mestinya juga pernah mendengar tentang hal itu, dimana hukum ekonomi selalu mengarah pada pola yang sama yang lambat laun jadi satu aturan baku. Namun oke lah, sebelum kita berbusa-busa ngga jelas kayak anggota DPR yang membahas ekonomi dengan lantang tapi selalu banyak alesan saat giliran sidang, kita terima saja dulu hasil penelitian Pareto dengan legowo, karena saya dibikin melongo dengan lanjutan dari penelitian ekonom Italia ini. Apa pasal?

Setelah berargumentasi dan mendapat apresiasi akan ketepatan teorinya, Pareto membuat langkah mengejutkan dengan menyusun suatu simulasi. Ia mengasumsikan bila saja semua kekayaan negara itu dibagi rata ke semua populasi penduduk, dengan kata lain tiap orang mendapat harta yang sama dengan yang lainnya, fair, tanpa lebih atau pun kurang hingga ke receh-recehnya, maka dapat dipastikan bahwa dalam satu tahun ke depan, pola 80/20 itu akan terbentuk kembali!

Kenapa bisa begitu?
Inilah uniknya. Manusia, menurut Pareto, memiliki habit yang susah tuk dihilangkan, dan itu pun berlaku pada kebiasaan mengatur keuangan. Ilustrasinya, seseorang yang telah bekerja keras dan lambat laun menjadi kaya, akan terbiasa me-manage uangnya sedemikian rupa sehingga jikalau suatu hari kekayaannya anjlok, ia akan dengan mudah bangkit kembali, karena ia telah mengetahui dan merasakan bagaimana mengatur keuangan di masa-masa kritis saat perjuangan dahulu. Itu polanya, dan itu yang sudah menjadi habit-nya.

Adapun seseorang yang tadinya biasa saja namun mendadak kaya, sebagai akibat pemerataan kekayaan negara yang disebut di atas, hari-harinya akan disibukkan dengan fikiran bagaimana caranya untuk membelanjakan rejeki nomplok itu. Polanya sebagai seseorang yang biasa-biasa saja memainkan peran dominan. Sehingga setelah beberapa waktu kekayaan itu habis, ia akan kembali masuk dalam 80 persen populasi yang memperebutkan 20 persen kekayaan negara.


Sebentar. Ada baiknya kalau kita berkaca pada diri sendiri dulu aja deh. Bila saja ada kebijakan pemerintah yang mengisyaratkan perbankan tuk membagi rata kekayaan negri ini ke tiap warga negara Indonesia, yah misalnya saja tiap-tiap dari kita mendapat bagian 500 juta. Nah, jujur, apa yang pertama kali terlintas dalam fikiran kita? Yup, apapun yang kita lakukan, itulah pola pikir yang akan menggiring kita ke habit/kebiasaan kita masing-masing. Dan prediksi mbah Pareto akan membuktikan, bahwa setahun kemudian kita akan meluncur kembali ke keadaan awal sebelum ada kebijakan pemerintah ngawur itu.

Sebegitu pasti kah? Well, sebagai bahan wawasan, prinsip 80/20 ini telah merambah dan dijadikan pola acuan pada bidang-bidang lain, yaitu seperti yang diterapkan pada psikologi, bisnis, manajemen waktu, dan bahkan blogging!

Let's see...

Bagaimana Prinsip 80/20 Dalam Blogging?
Seperti yang diulas oleh Paulus Herlambang dalam blognya..
Dalam dunia perblogan (blogging world), agaknya hukum ini juga berlaku. 80% dari omzet diraih oleh 20% blogger. Sedangkan 80% blogger (jumlah yang banyak itu) memperebutkan 20% omzet...
Saya ngga menyinggung hal ihwal monetize blog karena memang indonesianer adalah blog non profit. Namun kenyataan bahwa prinsip Pareto berlaku juga dalam blogging adalah satu hal menarik. Di sini hukum 80/20 yang menyatakan 80 persen hasil datang dari 20 persen usaha bisa menjadi patokannya. Dan bila berbicara tentang manajemen waktu ngeblog, maka usaha 20 persen itu adalah usaha yang benar-benar efektif, seperti misalnya menulis artikel bermutu, rajin ber-backlink, menjalin komunitas dan jitu menerapkan trik-trik SEO. Kalau sudah begitu, katanya sih, 80 persen omzet niscaya dapat diraih *bener ngga ya :)*

Yah, terpisah dari yang ujung-ujungnya duit, manfaat blogging sejatinya lebih dari apa yang bisa diukur dari sekedar materi. Bertambahnya ilmu, wawasan dan juga sahabat saya rasa bisa juga diterapkan bila kita ngeblog dengan prinsip 80/20, betul? :)

Tanggapan sobat?

image credit:
http://yudiworld.com/hukum-pareto-8020-yang-menyenangkan/
http://sphericalmusings.blogspot.com/

27 comments:

Imtikhan said...

Pertamx...
pagi sobat berkunjung nich
mo baca artikelnya.
terima kasih

Tip Trik Blogger said...

kunjungi juga blog ini

kips said...

Kunjungan pertama juga nih. Mengenai bertambahnya ilmu, wawasan dan teman sbg penerapan prinsip 80/20 dalam ngeblog bisa juga ya. :-D
Salam hangat!

Ariesvio said...

Wah...artikelnya OK....Nah kalau di Indonesia belum diselidiki....kira-kira kekayaan Indonesia dimiliki oleh siapa ya ???????
Salam Mas Darin....sekalian follow

InfoBiz said...

Raih Income Milyaran....Cukup sekali Invest.....Salam Sukses
Makasih tumpangannya

Haykalargha said...

kunjungan perdana.
motivasi yang bagus buat nambah semangat ngeblog.
hehe.
sukses terus sob.

ardianzzz said...

Senang membacanya. :)
Sebenarnya saya ada keinginan untuk menulis tentang 80/20. Tetapi pada implementasi yang berbeda.

Kalau tidak salah sih saya pernah menulisnya dimari: http://gandamanurung.com/blog/the-day-without-css/#comment-594

Fajar said...

okb...biasanya shock mas....bingung mo diapain..tu duit..he..he...

assrorboy said...

wah2 kalo sy dpt uang 500jt dri pemerintah,.w bkl q manfaatin th duit biar jd penghasilan lg,.,byk c ide tp kpn y dpt duit segitu..hahaha.
bgs sob postingannya.

Medianers said...

Pareto menggambarkan, manusia yang biasa kaya tidak akan canggung menghadapi keterpurukan, karena ia bisa bangkit kembali utk memanage diri dan keuanganya berdasarkan pola dan pengalaman, saya sangat setuju dengan pendapat itu.

Jika dikaitkan dengan ngeblog, 20 persen itu saya gunakan utk menambah wawasan,mencari teman, pengalaman dan berbagai hal yang menyenangkan, bukan untuk bisnis.

Jane said...

sudah berapa yang dihasilkan blog Indonesianer berdasarkan konsep tsb :-)

Isti said...

sekarang malah kepikiran gmn ngeblog trus dapat uang juga...

secangkir teh dan sekerat roti said...

mungkin gak hanya tentang prinsip di bisnis blog, tapi masalah lainnya yang berhubungan dengan statistiska pengunjung/visitor blog jgua bisa dipecahkan dengan jalan pareto ini :)

Darin said...

@ardianzzz: ini baru yang saya suka :D
@jane: berapa apa ya maksudnya? :D
@kakve: dalam beberapa hal, itu juga yg masih jadi pemikiran saya bung :)

catatan kecilku said...

Rasanya prinsip Pareto emang banyak benarnya deh..
Sepertinya Pareto benar2 memahami jiwa manusia tuh.

the others.... said...

Wah, dapat ilmu baru nih. Makasih ya...

dedekusn said...

Kunjungan malam kang... lama ga berkunjung.
Tapi apapun hasil penelitiannya kita harus menghrgainya.. prinsip Pareto spt itu spt tepatjuga dikondisikan dgn negeri kita sekarang atw bahkan kdepan.


pertanyaan kang Darin 'Bertambahnya ilmu, wawasan dan juga sahabat saya rasa bisa juga diterapkan bila kita ngeblog dengan prinsip 80/20, betul? :) '
betul pisan kang, setuju pokonyamah...

gayuh said...

coba kalo prinsipnya diterapkan di indonesa

Dwi Wahyudi said...

Masuk akal juga teorinya mas. Kalau di Indonesia diterapkan seperti itu pasti banyak yang meninggal mendadak karena terkejut alias shock. Ya abisnya gimana, selama ini hanya bisa pegang uang receh tahu2 dapat 500 juta. Apa ngga melongo tuh...

Darin said...

@mbak reni: saya jg bingung mbak, dan sampai sekarang masih nguthek2 kebenarannya :)
@kang dede: nuhun kang :)
@gayuh: berani nerima konsekuensinya? hehe
@dwi: itulah, dan kalau memang jadi kenyataan, apa ya yg kira2 kita lakukan dgn uang itu? :D

acacicu said...

Hebat..!!Dari prinsip Pareto kita dibawa ke managemen blogging sederhana.. Salut mas;

Darin said...

@acacicu: banyak yg berpendapat begitu, tapi saya jg masih belum menemukan polanya. Bagaimana dg kamu? :)

yoe said...

bener juga ya...

ahmedfikreatif said...

betul-betul mas Darin..
membawa pemikiran dlm perubahan pola pikir.
hmm,, tp sy terkesan dg teori 80-20 pareto itu mas..
jujur sy br th sekarang..
mungkin kpn2 sy kopas dan merujuk tulisan ini.
Sbnrnya sudah pengin komen tulisan ini.
cuman krn pembahasannya sekali lagi serius.
mk sy perlu waktu untuk mencermatinya.
hehehe.
klo yg UUD (ujung2nya duit), hmmm g semua blogger kayak gitu to mas? hehehe
maturnuwun shring ilmunya mas...

Bang rachmat said...

dulu taunya pareto itu salah satu alat/diagram untuk memecahkan masalah kualitas (dulu waktu belajar QC 7 Tools), tapi apa mungkin ada kaitannya ya?

Jasa Seo said...

wah seperti dunia berputar juga ya.ada kalanya kita diatas dan ada kalanya kita dibawah.

Pasang Iklan Baris said...

mulai saat ini kita harus banyak belajar melakukan yang terbaik.mengelola sesuatu dengan baik

Post a Comment