November 6, 2010

Melangsingkan Perspektif Blogwalking

Akhir-akhir ini saya seperti kejatuhan tuah. Bukan wangsit nomer buntut, prediksi skor liga Inggris, apalagi meramal gunung mana lagi yang bakal ikut-ikutan erupsi sedahsyat Merapi.

Ini tentang blogging.

Sekilas selayang pandang, saya dulu pernah menulis tentang perlunya blogwalking lintas genre. Selain cukup efektif tuk promosi blog dan menambah pundi-pundi blogroll, cara itu pun secara tidak langsung memang menyadarkan saya, bahwasanya blogosphere ini memang berwarna..ehm, atau lebih tepatnya, terlalu berwarna.

Namun kini – apa karena pengaruh usia yang makin uzur – saya cenderung tuk memilah-milah dalam blogwalking. Saya tak lagi segegap-gempita dulu. Tak lagi bisa menahan sabar tuk mengunyah postingan-postingan yang saya sama sekali tak mengerti juntrungannya.

Jelasnya, saya jenuh.

Ya, saya sudah kenyang, atau lebih tepatnya, terlalu kenyang tuk berpura-pura mengerti isi artikel yang mbulet, dan memaksakan diri tuk menyelipkan sepatah dua patah komentar, yang saya sendiri ragu relevansinya. Jangankan memindai perkalimat, untuk fast reading aja kadang saya sudah tak mampu. Dan makin hancurlah hati ini ketika saat berkomentar diharuskan mengisi captcha dan menunggu moderasi. Oh God, help me.

Dan pluff! tuah pun itu datang.

Bro and sis, saya harus menghemat energi. Dan salah satu jalannya adalah melangsingkan perspektif blogwalking alias hanya membaca blog-blog yang cukup bergizi tuk dicerna. Why? Don’t ask me why, the reasons are...

Too Much Information Will Kill You
Entah dari mana saya denger, tapi kali ini kata-kata itu terdengar merdu dan syahdu di telinga. Pun katanya, terlalu banyak informasi bakal memberi dua opsi yang tak bisa dielakkan: membuat kita makin pintar, atau malah membuat kita makin kacau. Well, kadang pilihan pertama memang sangat sulit ditemui, dan opsi kedua begitu riangnya menari-nari.

Di sinilah radar ekstra dibutuhkan tuk memilah mana informasi yang memperkaya kita dan mana yang hanya memboroskan bandwith waktu blogging. Ya, singkat kata, fokus pada blog-blog dengan gizi informasi yang cukup, dan biarkan sisanya mengendap...
True genius resides in the capacity for evaluation of uncertain, hazardous, and conflicting information. (Winston Churchill)

Sentimen Pribadi?
Saat melaut di dunia maya pun kita butuh sentuhan personal, dan itu bisa terjadi bila ada sesuatu yang namanya kecocokan. Bukan bermaksud menghakimi, tapi dari cara berkomentar dan klop serta intens-nya frekuensi saling berkunjung balik, lambat laun memberi gambaran akan keberlangsungan friendship dalam blogging. Ya kalau kata Slank sih, itu namanya reaksi kimia :)

Dan sentimen itu kadang mengalahkan segalanya. Hingga hadir pemikiran, cukuplah memiliki sahabat sedikit namun sreg di hati, ketimbang menabung pertemanan di brankas bocor yang akhirnya berujung pada ketiadaan.
Persahabatan adalah seperti uang, lebih mudah dihasilkan daripada disimpan (Samuel Butler)

Last...
Cukup dua alasan, dan saya kira itu lebih dari cukup.

Jika sobat ada tanggapan, monggo ada kotak komentar. Bila pun tak ada dan urung berkomentar, please, abaikan saja :)

Just my thought.

45 comments:

munir ardi said...

kalau begitu alangkah berbahagianya saya karena mas Darin bersedia singgah sejenak untuk membaca postingan saya , memang sekarang sayapun punya prioritas hanya sekedar memilih blog yang memang hangat persahabatannya, juga berisi tulisannya,

John Terro said...

apakah entriku yang berbicara soal cewek itu termasuk entri bergizi sehingga mas Darin membacanya :D

inge / cyber dreamer said...

berarti aku ndak termasuk donk mas *mlipir* wkwkwk

bener mas, semua yg berlebihan itu g baik >.< aku pernah sampai titik jenuh itu, eit bkn karena aku tua loh wkwkwk...

Cahya said...

Kalau saya memang sengaja nyampah di blog sendiri, jadi antara dibaca ataupun tidak juga tidak akan berbeda jauh, he he... :)

Tapi saya suka membaca cerita orang, hanya pada saat itu kita bisa masuk ke dalam kehidupan, tapi setelah itu biarkan lewat (alias lupa), jangan terlalu dibebani :D.

Jokostt said...

Saya hanya bisa tersenyum membaca ini. Fase yang diceritakan Mas Darin ini sepertinya akan dialami oleh semua blogger setelah sekian lama malang melintang di blogosphere. Dan kini, saya pun sama, saya tidak terlalu memaksakan diri untuk blogwalking. Saya meninggalkan komentar juga sesempatnya saja. Bukan berarti artikel yang tidak saya komentari itu tidak menarik, tidak tapi saya berusaha untuk tidak memaksakan diri dengan meninggalkan komentar yang hanya karena keterpaksakan belaka. Keterpaksaan hanya sekedar meninggalkan jejak, keterpaksaan hanya karena mencari trafik, keterpaksaan hanya karena membalas komentar di blog saya dsb.

Makanya, prolog komentar di blog saya, saya pun juga memberi himbauan agar tidak memaksakan diri untuk meninggalkan komentar di blog saya. Secara implisit agar blogger lain mengerti dan paham kalau pun saya berkomentar di blog lain bukan berarti mereka terus punya kewajiban untuk memberi komentar serupa di blog saya. Tidak. Dan saya harap ini berlaku juga sebaliknya.

Alfan said...

Too Much Information will kill you mungkin pernah didenger dari lagu Queen tapi judulnya Too Much Love Will Kill You ha ha ha ha gak nyambung sama isinya khan...????

BTW untuk pernyataan "Hingga hadir pemikiran, cukuplah memiliki sahabat sedikit namun sreg di hati, ketimbang menabung pertemanan di brankas bocor yang akhirnya berujung pada ketiadaan." saya sangat sepakat sekali. Itu kenapa bermain twitter jauh lebih menyenangkan daripada facebook (loh...?).

Bang Koko said...

nice post bang........
salam knl ya bang....

Darin said...

@Pak Munir: hanya sekedar opini pak, bukan berarti saya men-judge tiap blog seenak udel saya. Semua blogger bagus, tapi karena 2 hal tersebut di atas, mau ngga mau saya menyuarakan juga pemikiran ini.

@John: Hahahaha, makasih dah buat vibrator yg mmbuat saya goyang tiap pagi :D

@inge: Ehem2 hihi

@Cahya: bagus juga prinsipnya :) lanjutkan bro!

andi sakab said...

wah, tanda-tanda bakal ada satu bloger yang gugur buat ngacak2 komentar nih? ga bisa sundul sama buat hetrik lagi.

tapi memang kita butuh menghemat waktu blogwalking apalagi yang punya waktu sempit malah bisa distraksi :)apalagi engga ada feedback yang kita dapat. masalah pilihan saya kira relatif

so, walk as you wish. :)

btw

mas-tony said...

Sebagai blogger baru tentu masih perlu belajar untuk bisa membuat sebuah postingan easy untuk dibaca dan dinikmati, Namun saya kira wajar saja kalo pertemanan yang dibangun penuh dengan keterpaksaan hanya karena mau balas budi untuk bercoment.
Prinsip yang bagus , namun tidak ada salahnya juga prinsip silaturahmi tetap ditegakan dan itu sunnah hukumnya!

lapak said...

bisa menguruskan badan juga nggak? weight loss program yang ampuh juga nih

Rizky2009 said...

karena blog q juga materinya g jelas bin asal2an sama sekali g ada nilai gizinya, jd kayanya blog q juga g masuk dalam jajaran blog bergizi yg bisa dicerna oleh mas darin

bonk AVA said...

bener banget....persahabatan seperti uang. lebih mudah dihasilkan daripada di simpan. coba kita paksakan menyimpannya, suatu saat nanti teman blogger itu akan berguna bagi kita, maupun orang lain.

komuter said...

indikasinya adalah : jika blog saya dikunjungi maka kualitas blog saya bagus. begitu yah om ??

ArdianZzZ said...

@komuter kalau yang berkunjung spambot?
yeah, informasi bisa terpolusi

Darin said...

waduh, kok jadi salah pengertian semua nih. Bro and sis, saya cuma menuangkan opini, ngga lebih. Masalah blog sobat bagus atau ngga, bukan saya yg menilai, dan saya ngga punya hak untuk itu.

Tapi sepertinya saya sudah menduga feedbacknya akan begini.. :)

Apa ini ujian untuk kedewasaan dalam blogging? Who know?

Agus Siswoyo said...

memang benar bahwa kita mesti pintar-pintar memilih informasi yang masuk. tidak semua informasi harus disimpan dalam memori otak. sebagai sebuah paradox, kondisi berlebih (banyak pilihan) adalah sebuah kekurangan.

mengenai sentimen pribadi, ini lebih kepada pilihan masing-masing orang. bagi yang baru kenal dunia blogging (saya tidak menyebut newbie) memang seringkali terjebak pada dikotomi suka-tidak suka. namun untuk tujuan jangka panjang, berpikir dewasa akan lebih menguntungkan dalam membentuk komunitas atau jaringan yang efektif dan bermanfaat jangka panjang.

Agung Online said...

Tujuan yang sama dengan saya mas. Tapi dengan alasan yang berbeda.

Saya blogwalking hanya sesuai hati saja dan tidak terlalu ngoyo hanya untuk memberitahu ada artikel terbaru. Dalam 1 hari saya hanya blogwalking 1-2 jam saja. Setelah itu ya sudalah, istirahat dulu? :)

Masbro said...

Segala sesuatu pasti akan bertemu dengan yg namanya titik jenuh. Begitu juga dengan blogwalking. Semua pilihan ada di tangan kita. Apakah kita akan melewati titik tersebut atau tidak. Begitu juga dengan jumlah teman. Itu juga sebuah pilihan. Dan pada akhirnya, bagaimana cara kita memutuskan apa yg sudah kita pilih. Salam hangat mas Darin;

Cerita Dewasa said...

Kalau saya karena masih baru didunia maya ini ya harus rajin jalan-jalan blogwalking supaya dikenal. Beda ceritanya kalau sudah seperti pak Darin ^_^

isnuansa said...

"Hanya membaca blog-blog yang cukup bergizi tuk dicerna."

Yap, memang harusnya begitu, sebagai blogger, kita menyiadakan informasi yang bergizi dan menuliskannya dengan "cara yang mudah". Jangan mbulet lah pokoknya.

Kalau pembaca kabur, ya jangan disalahkan. Dan kita pun tak perlu buang-buang waktu dengan merasa "tak enak" jika tak berkunjung balik atau mengunjungi sebuah blog. :))

Darin said...

@Agus Siswoyo: 'jaringan yang efektif dalam jangka panjang', nah itu dia konsep yang akhir-akhir ini jadi pemikiran saya. Apa mungkin saya sedang berhalusinasi tuk membuat Indonesianer ini makin fokus dan ber-niche? :) Bisa jadi ya.

@Isnuansa: Aahh, sungguh menyejukkan. Kondisi 'nothing to lose' itu lah kuncinya. Mantap mbak :)

Berry Devanda said...

benar banget sob, pada awal blogging dulu saya membayangkan bahwa blogwalking yang sebenarnya adalah pekerjaan meminta pamrih kunjungan dari yang punya blog akan membuat kita kehabisan energi. justru berujung pada matinya kegiatan blogging tadi...
makanya perlu rasanya ditinjau ulang lagi, bukan berarti pilih-pilih kawan, melainkan demi tujuan yang lebih panjang

cucuharis said...

Biasanya yg komen di blog saya, saya kan berkunjung ke blognya
Mau blog IT, curhat atau apa pun itu
Saya juga suka BW ke yg kok dimana ada waktu :)

eserzone said...

Sebagai pendatang baru, saya tentunya masih butuh banyak jam terbang... Makanya blogwalking masih terus dilakukan.

Fadel said...

sya sendiri selalu nyampah diblog sendiri... :D

-Fadel-

Darin said...

@Mas Berry: betul mas, bukannya pilih2 kawan, tapi bukannya hidup memang penuh dengan pilihan, kan? :)

BLOG SANTAI ♪ ♫☼ said...

tulisan ini benar2 menarik & penuh makna yg tersirat...

aldy said...

Tidak semuanya harus disantap, ntar kekenyangan dan muntah. Itu tidak baik.

Darin said...

Blog Santai, semoga bukan makna yg sesat :D

Aldy, setuju pak, mending taro kulkas dulu, baru diangetin besoknya, bukan begitu? :)

Masbro said...

Mas Darin makasih infonya. Barusan udah saya coba sendiri ngeklik nama saya di atas. Ternyata benar, saya diantar ke halaman kosong (blogger) dengan tulisan profil tidak tersedia. Ini masih coba saya benahi. Maturnuwon ya mas;

Darin said...

masbro, nah itu sekarang sudah bisa :D

Sriyono Semarang said...

Tapi ada lho mas, orang yang blognya aku kunjungi tiap hari, tinggalin komentar juga sering sekali, tetapi tak pernah sekalipun beliau meninggalkan jejak di tempat ane... nggak tahu apa beliau pernah berkunjung... :D
ane bisa sampai ke sini juga dari blog beliau itu... :D
kunjungan perdana di sini... :)

Darin said...

Sriyono, pak sri tidak sendiri, saya pun mengalami hal itu dan saya ngga pernah memikirkan, karena memang artikel2 di sana bagus. Masalah narablognya mampir kembali ke blog kita, saya kira itu hanya bonus, dan kadang mereka tak meninggalkan jejak dikarenakan tak begitu faham dgn artikel di blog kita :) but it's okey, namanya juga selera.

Salam hangat pak :)

John Terro said...

wekeke ... tak hanya vibrator ... saya juga memberikan kesejukan membaca bagi para pengunjung :D

widodo said...

blogwalking....hemmmm... ajaran dari agama blogger bernama "tutorial"..
ketika semua mendewakan traffic,maka bw menjadi jalan pintas..

walaupun terkadang jejak yang di tinggalkan adalah basa-basi dan sampah...dan kita tidak bisa 100% menyalahkan pelaku BW..para tutor penyebar agama "tutorial" yg sepatutnya di salahkan..belum pernah saya menjumpai para masterblogger menyarankan "jangan melakukan blogwalking" ..hampir semua para masterblogger kentut menyarankan BW untuk mengejar traffic..

Darin said...

widodo, saya sependapat. Untuk yang baru memulai blog memang disarankan begitu. Selain untuk promosi blog, blogwalking berpotensi menghadirkn traffic yang lumayan. Saya tak munafik, dan bakal memberi advice serupa bila ada yg menanyakan tips2 promosi blog.

Namun entah, apa karena saya mulai menyadari bahwa traffic kini bukan lagi tujuan utama, jadi saya menyuarakan opini seperti di atas :)

Rismanto said...

saya meninggalkan jejak nih ^^ bukan karena terpaksa dan bukan karena ingin trafik...tapi karena memang ingin. sesuatu yang besar bisa terjadi dengan melakukan hal2 yang nampaknya kecil seperti ini. hehehe...

lyna riyanto said...

pada akhirnya memang seperti itu
mau tidak mau, apalagi ketika berhadapan dengan sedikitnya waktu
tetapi jika menyangkut bergizi atau tidak
kadang saya mengabaikan itu
manfaat dan hikmah dari sebuah tulisan tidak mesti berasal dari tulisan yg dianggap berbobot, karena berbahasa tingkat tinggi dengan topik yang cerdas
ketika itu saya lakukan, maka saya berada pada orientasi menjalin silaturahmi
:)

kangmas ian said...

setuju..kalao g sreg sm hti buat dibaca ngapain juga dikomentari? wkwkw kayanya cuma menggugurkan kewajiban saja..atau hanya mengejar sesuatu yang fana? alahhh

FaiKShare[dot]com said...

Jujur mas, dari dulu saya tidak suka dengan kepura-puranan/ kepalsuan yg berkaitan dg blogwalking.....

Saya lebih suka berkonsentrasi untuk menghasilkan content yg bermanfaat dan berbobot.. toh dg begitu pengunjung pasti akan datang dg sendirinya, ibarat pedagang dg pelayanannya, apabila pembeli puas dg layananya pasti pembeli itu akan membanjiri tokonya.

Lagian saya bikin blog ngga cuman untuk blogger tapi untuk semuanya..

Darin said...

Rismanto, terima kasih, ungkapan itu sungguh sangat mengena: melakukan hal yang kecil tuk efek yang besar :D Saya baru terfikir, memang mungkin begitu adanya. Blogwalking adalah aktivitas yang bisa dianggap sepele namun besar khasiatnya bila diwujudkan dgn komen yang tepat, bernas dan waktu yang tepat, seperti yang Mas Rismanto lakukan ini ^_^

lyna riyanto, betul bu, kadang tulisan yang njelimet dan berbobot tak mengandung hikmah untuk kita. Malah ada yang berwujud tulisan ringan namun dampaknya sangat menohok :D Nah, itulah yang saya maksud dgn bergizi :)

kangmas ian, mengejar sesuatu yg fana.. :D simpel tapi menggigit kang hehe

Faikshare, konsentrasi dengan konten, atau dgn kata lain: content is the king. Ya, kalau saja semua blogger berfokus pada konten, bukannya traffic, pastinya tak kan terjadi blogwalker2 yang sekedar meninggalkan jejak. Untuk promosi, silahkan, tapi bukan berarti seperti apa yg mas Faik katakan, berpura-pura dalam kepalsuan dalam blogwalking. Bukan begitu mas? :)

Erdien said...

Komunitas yang sejalan (memiliki kecocokan) dapat dijadikan ajang untuk mempertajam ide dan aktivitas yang dijalankan.
Komunitas yang berbeda bisa dijadikan ajang tuk sekedar melirik ide-ide yang sekiranya mendukung ide pokok dalam komunitas :)

Web Hidup Mulia said...

blogwalking dan persahabatan karena Allah semata, kan awet dan relatif abadi. Tidak ada vested interest, tidak ada pamrih pribadi dan bukan pula sara. Tidak percaya? Boleh lakukan, kemudian rasakan apa yang terjadi.
Terima kasih, salam kenal

Darin said...

Erdien, setuju. thanks Mas Erdien telah menyadarkan saya :D

Web Hidup Mulia, trims atas advice-nya sobat. Salam kenal kembali :)

Post a Comment