October 22, 2010

Kembali Minimalis Biar Agak Klimis


Seperti yang terlihat, Indonesianer berganti kelamin...eh template.

Dua hal yang mendasari keputusan ini, yaitu:
Satu, saya bosen.
Dua, siapa tahu pengunjungnya juga bosen.

Dan jadilah free template bergaya minimalis keluaran Geckoandfly ini saya embat.

Usut punya usut, ternyata template berplatform blogspot ini masih berformat klasik, alias masih mengandalkan kelihaian edit HTML dan CSS-nya secara manual. It's ok, toh banyak bertebaran tutorial siap comot di google. Tinggal senggol sana-sini, beres.

Yang masih menjadi bahan pemikiran saya, yang mungkin juga sempat terfikirkan oleh sobat adalah, apa dan bagaimana sih konsep blog minimalis itu?

Saya banyak belajar dari ardianzzz mengenai hal ini, seperti katanya...
Minimalisme bukan berarti kita harus menggunakan CSS seminimal mungkin, kecepatan muat secepat mungkin, gambar sesedikit mungkin dan mengharamkan JavaScript. Minimalisme lebih menekankan pada manajemen tata ruang. Konsep desain minimalis bertujuan agar kita dapat memanfaatkan ruang yang ada secara optimal tanpa kehilangan fungsi, kegunaan dan estetika. Minimalisme adalah bagian dari konsep desain yang baik.
Dan Erianto pun bertutur...
Minimalis bukan bermakna "kurang". Tapi adalah optimal, sepantasnya. Jika melebihi ambang batas ini, tentu blog anda akan jatuh pada salah satu kutub ekstrem: "over acting" atau "belum memadai". Sekali lagi ingatlah, template minimalis = fungsi dan kenyamanan!
Dari dua opini blogger di atas, setidaknya ada benang merah yang tersangkut di otak saya, yaitu konsep minimalis lebih menekankan pada fungsi daripada desain. Ya, terlepas dari meriahnya widget-widget yang ditawarkan blogspot, mau tak mau kita juga harus mempertimbangkan segi kegunaan (usability), apakah fungsi widget itu memang maksimal atau hanya sekedar sebagai pemanis belaka, yang ujung-ujungnya menjadi kambing hitam atas beratnya loading blog? Belum lagi bila dilihat dari perspektif pengunjung, apakah itu masih relevan atau hanya untuk show off?

Tapi gagasan ardianzzz boleh juga...
...mengurangi distraksi (gangguan fokus) yang disebabkan oleh fitur-fitur yang tidak perlu, dan bukan sekedar untuk mempercepat loading blog semata.
Ok, para ahli minimalis telah unjuk opini, mari kita beralih ke sisi desain plus psikologis tentang hal ihwal interaksi antara tampilan blog dan pengunjung:
Di dunia nyata, kita pertama kali melihat orang pasti dari penampilan luarnya. Begitu juga di dunia maya, kita melihat blog pertama kali pasti dari desainnya. Desain merupakan hal yang sangat vital bagi sebuah blog. Jika desain blog kita baik, maka pengunjung akan merasa senang, dan mungkin saja akan berkunjung secara rutin ke blog kita. Tapi jika desain blog kita buruk, jangankan berkunjung lagi, untuk membaca artikel kita pun pasti enggan...
Ide ini kalau saya boleh tekankan, judge a book by its cover! Saya setuju-setuju saja, apalagi bila menengok deretan blog-blog berdesain ciamik di sini.

Well, kedua kutub itu, baik minimalis maupun design oriented tentu memiliki efek dualisme, yaitu baik dan buruk. Dan saya yakin semua blogger ingin mengambil jalan tengah yang ideal, dimana sebuah blog akan terlihat keren jika berdesain bagus juga memiliki fitur-fitur yang berfungsi maksimal. Betul?

Kalau saya, sementara ini, memilih minimalis biar keliatan agak klimis :D

Bagaimana dengan sobat?

image credit: http://www.niveaformen.com/products/sensitive.html

44 comments:

Elsa said...

hhm... jadi bersih....
jadi lapang....
jadi terang....

widget widget yang gak penting, pada dasarnya emang hanya sebagai hiasan ya
kalo gak penting penting banget, malah bisa bikin blog kita berat.

Senja said...

selamat pagi darin...saat ini saya jg sdg bersiap untuk ganti rumah nih...catnya,arsitekturnya,perabotnya hehe...alias ganti template. alasannya....sdh bosan :)

blog ini minimalis kok ^^

inge / cyber dreamer said...

Minimalis enak juga mas, loadingnya cepet *ndak nyambung yah?*

Darin said...

@elsa: widget bisa penting, bila diterapkan maksimal. lagian kayakna tu masalah selera juga deh :)
@senja: sama berarti.. cepet bosen hehe
@inge: nyambung nge, apalagi klo komennya juga minimalis haha *just kidding* :D

julie said...

aku suka aku suka templatenya Darin
karena bernuansa putih dan minimalis :D

pendarbintang said...

Pinginnya karena gratisan dapat template yg sya banget, sederhana tapi manis, he he he

Sederhana tapi manis itu seperti apa?

Hanya saya yang tahu, he he he

*comment gak nyambung*

Darin said...

@julie: oya, gimana kalo bernuansa gerhana coklat? :D
@pendarbintang: simple but sweet? boleh juga :)

ni yg komen baru cewe semua, apa krna imagenya laki ganteng? haha *ndlosor*

bandit™perantau said...

Iya, yg lebih sederhana memang lebih nyaman ngelihatnya... heheheh
:)

Darin said...

@bandit: nyaman dilihat, kalo dirasa? ^_^

Jasa Seo said...

biar klimis lebih baik pakai ponds

mobil keluarga ideal terbaik indonesia said...

pakai pemberish muka saja

Pasang Iklan Baris said...

agar klimis lebih baik pakai pemmberish muka dan ditambah dengan memakai ponds white

Gus Ikhwan said...

setelah update konten di mxwan langsung meluncur kesini
dan kesan pertama saya mampir kesini langsung pangling dengan desainnya, wuis minimalis sekali brother, gak ada yang neko-neko dan simple dan saya suka itu brother.

Mungkin untuk size masih bisa diperhatikan lagi : Apakah sudah cukup atau terlalu kecil?
Untuk pada navbar bisa diberikan sedikit sentuhan animasi jQuery Navbar karena kita dapat membuat semacam auto-hide pada navbar menggunakan jQuery. Metode ini memanfaatkan JavaScript untuk membuat efek transparansi pada navbar. saya rasa, saya tidak usah memberikan tutorialnya dan saya fikir tinggal googling saja

Zainur Rochim said...

simple but elegant, mungkin itu yang langsung terlintas di benak saya ketika pertama kali berkunjung ke blog ini..

tapi sedikit kritik gan, jika pedas di buat manis aja ya atau sekalian dibuat keripik pedas manis he3x..

Begini, kalo bisa postingnya jangan terlalu panjang, karena kan pengunjung blog menganggap internet informasi yang cepat singkat padat akurat dan terpercaya namun jelas..(nah loh kayak acara berita di tv he3x)jadi biasanya mereka inginya yang to the point...

mungkin itu saja keripiknya eh kritiknya...saya tunggu kiriman kritiknya ke gubuk saya ya he3x..

Darin said...

@gus ikhwan: saya fikir masih terlalu sempit gus, nanti deh ngoprek2 lebar pixelnya..dikit2 soalnya saya bukan HTML addict he2.
Ide animasi itu sepertinya bagus, untuk menambah kesan 'tak terlalu datar' :D Ok gus, sip masukannya!

@Zainur: waah yang segini terlalu panjang ya? *ngikik* ok mas, siap lanjutkan! :D

aldy said...

Templat yang digunakan kemarin sebetulnya juga bagus mas, tapi rasa bosan memang kadang menghinggapi kita.
Dengan gaya minimalis seperti ini, fokus pada isi tulisan menjadi prioritas.

Lisna Lina "Lily" Simangunsong said...

wow...jadi ringan yah bro...^^

Darin said...

@aldy: fokus pada isi tulisan, hmm..sepertinya itu memang benar bro.

@Lily: masa? jangan2 koneksi situ yang mantep? :D

andhies85 said...

saya mungkin beraliran minimalis saat ini. dulu mungkin sebaliknya. namun yang terpenting di balik minimalis, navigasi yang penting.

menurut ente dan sobat semua blog ane, gimana? (minta sarannya)

iskandaria said...

Kalo mau lebih minimalis lagi, mungkin widget followernya dicopot aja mas. Berani nggak? Tapi sayang juga ya, soalnya jumlah followernya udah banyak tuh saya lihat ^_^

Kalo saran saya sih, sebaiknya warna latar sidebar dibedakan dengan latar konten. Bisa dipilih warna abu-abu terang untuk warna latar sidebar. Trus, agar list link pada sidebar lebih mudah dipindai, ada baiknya memberi list style berupa bullet. Atau bisa juga disetel sebagai block yang dipisahkan dengan garis tipis atau dot.

Mengenai komentar saya soal minimalis, bisa dibaca pada komentar di posting mas Ardianzzz itu.

TuSuda said...

pilihan themes sepenuhnya tergantung selera narablog yang bersangkuta.
Secara pribadi sayapun senang dengan konsep blog yang runut, sederhana, simpel agar gampang diakses...

Darin said...

@andhies: ya, masalah navigasi itu yg masih jadi pemikiran saya. seperti adanya static page dan lain2 :) Blog sobat oke, tipikal wordpress banget :)

@iskandar: itu sempat terlintas mas, tapi saya ambil positifnya, yaitu barangkali ada pengunjung berplatform blogspot yg menginginkan update post langsung dari dashboard ketimbang lewat feed rss. jadi kalau dicopot eman-eman.. bener mas, udah agak gendut soalnya hehe.
Ya, saya juga baca komennya mas Is, dan jadi tambah wawasan saya ttg konsep minimalis ini :D

@Tusuda: Betul Bli, ini hanya masalah selera. Nah, konsep yg Bli bilang itu nyangkut juga kan di minimalis? hehe.
Salam dari Kupang untuk Kendari :)

HALAMAN PUTIH said...

Saya rasa minimalis untuk sebuah blog adalah lebih mengedepankan fungsi dan memudahkan orang untuk membaca postingannya.

ica puspita said...

saya rasakan pun demikian mas, mungkin orang bosen ya mempir ke blog saya.... karena monoton begitu2 saja... habis bagaimana lagi, saya kurang faham code html, pusing saya dibuatnya. Pikir saya, yang penting isi nya... :)

lyna riyanto said...

saya jug baru ganti theme
tapi justru pilihan saya jatuh pada theme
yang gelap dan terlihat berat

template baru nya keren koq mas
terasa lapang
:)

secangkir teh dan sekerat roti said...

ini mantap lo kang...

*orang yang doyan minimalis yang bilang hehehe

Darin said...

@Halaman putih: setuju, itu intinya pak :)

@ica: blog ica tulisannya bagus2, cocok buat saya yg juga penggemar buku. cuma klo boleh saran, coba pilih template yg bernuansa ke-buku-an dan hilangkan widget2 yg tak perlu. oh ya, kombinasi warnanya jg disesuaikan dgn ica yg berjiwa muda :D

@lyna riyanto: meski bernuansa gelap, blog mas riyanto masih ditoleransi oleh mata saya selaku pembaca. sejuk mas :)

@kakve: naaah ini biangnya minimalis datang! hahaha. saya jg terinspirasi dr blog situ lho mas :D

yusuf said...

Jadi begitu ya, Konsep minimalis itu harus pandai-pandai memanfaatkan sumber daya yang ada, kalo di Blog ya tata letak serta template yang ada.

terimakasih penjelasannya.

TUKANG CoLoNG said...

aku suka template yg sekarang. tampak bersih dan nyaman di mata..:D

Wong Sikampuh said...

Kalo aq pribadi sih asal template itu gak berat loading nya dan tampilan nya rapi maka bisa di katakan minimalis...Btw lam knl aq dah follow blog ini

Rizky2009 said...

aq juga suka yg minimalis sob, g banyak neko2 krna blog q personal aja bukan u/ cari uang, keren sob

pandi said...

okelah kalo begitu. tetep optimis..

joe said...

hm, bagus juga... jadi pengen deh...

kota lawang said...

wah, jadi lebih fresh kang.. mantabz...

Bahauddin Amyasi said...

benar2 klimis, MAs..
aku datang kembali mengunjungi rumahmu yang klimis. hehe...

Djangan Pakies said...

sugeng ejing Kang, salam silaturrahim persahabatan.

saya setuju bahwa tampilan bisa memengaruhi kenyamanan seorang tamu dalam mengunjungi rumah kita. melihat penampilan depan sudah adem pasti ada keinginan ada apa di dalamnya.
kalo punya saya masih ribet, loading berat pokoknya masih berantakan. postingan Kang Darin menginspirasi saya untuk perbaikan template dan widgetnya

vany said...

slmt buat template barunya ya, mas... :)
saia jg sering ganti2 theme...
tp biasanya prefer yg wrnanya putih minimalis gt...hehehe

Rama Rama said...

Putih-putih melati ali babaa.... Xixi... Sukses sepuh darin... :D

lyna riyanto said...

maaf Mas Darin...saya ini ibu hehehe

Darin said...

@lyna ryanto: haduuh maaf bu, saya kira seorang bapak :D salam hangat bu :)

yusuf said...

moga aja tidak berganti kelamin... seperti awal kata di atas postingan ini..:)

Darin said...

@yusuf: mudah2an mas yusuf yang begitu *lho!* :D

Joko said...

Mas Darin, maaf komen saya OOT hanya ingin menginformasikan saja. Saya sebenarnya sudah follow blog ini agak lama. Tapi ada yang aneh kenapa, ya hanya Indonesianer saja yang tak muncul di Google Reader Dashboard blog saya, padahal yang lainnya semua muncul list updatenya. Kira-kira apa ada yang salah dengan setting di blog ini?

Pesan yang muncul seperti ini:

Anda telah mengikuti URL ini, tetapi kami tidak dapat menemukan feed untuk itu. Periksa bahwa URL benar: http://indonesianer.blogspot.com.

Darin said...

hmm..kok bisa begitu ya pak? mari kita ngobrol lebih lanjut di twitter :D

Post a Comment