November 30, 2010

Love What You Do

Wisdom in the air, itu nama dari suplemen majalah yang kerap saya baca dalam kabin pesawat. Mungkin ada yang bertanya-tanya setelah saya menulis postingan di sini dan di sini, dan dalam kesempatan perjalanan ke Kupang kemarin, saya sempatkan tuk melirik judul suplemennya, nah, ya..that’s it, wisdom in the air.

Setidaknya kalimat itu cocok tuk menenangkan saya yang masih sering terkena sindrom aerophobia :)

Hmm, artikelnya dimulai dengan perjalanan sejarah sebuah perusahaan teknologi komputer terkemuka, Apple. Inc. Sobat bisa menjelajah referensi tentang detail kisah yang merevolusi penggunaan Personal Computer (PC) di era 70-an itu, karena saya hanya tertarik tuk sharing benang merah dari lika-liku hidup salah satu pendirinya, yaitu Steve Jobs.

Tahun 1985, saat Apple Inc. tengah menikmati perkembangan pesat, Jobs diberhentikan oleh manajemennya sendiri dengan alasan sudah tak ada kecocokan visi. Sebuah peristiwa yang sangat ironis, mengingat Apple-lah tempat dimana mimpi-mimpinya menuai realita dan disanalah semuanya berawal.

Jobs down. Lalu ia berusaha mengurai kesedihan dengan bersepeda dan berpetualang keliling Eropa. Di tengah kegalauan itu, di benak Jobs sempat terbersit tuk mengubur dalam-dalam dunia teknologi yang membesarkannya dan memulai hal baru. Namun itu sia-sia. Jobs tak pernah bisa menghilangkan ambisi dan kecintaan pada teknologi. Dan untuk menebusnya, Jobs mendirikan NEXT, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perakitan komputer, yang kemudian memberi jalan baginya tuk mengakuisisi perusahaan film animasi terkenal, PIXAR.

Meski NEXT tak memberi hasil yang memuaskan dalam hal komersil, PIXAR menunjukkan pada dunia bagaimana tangan dingin seorang Steve Jobs melahirkan trend baru dalam dunia perfilman animasi. Memang betul, siapa sih yang ngga suka Toy Story, Finding Nemo dan The Incredibles? :)

Sebaliknya, era kebangkitan Jobs ternyata tak sejalan dengan Apple Inc. yang tengah berjuang menghindari jurang kebangkrutan karena sepak terjangnya tergerus oleh dominasi Microsoft dan IBM. Nah, di sinilah rasa cinta itu kembali diuji. Jobs mengesampingkan sentimen pribadi dan kembali membuka pintu bagi perusahaan yang dulu pernah jadi tumpuan impiannya itu. Singkat kata, ce el be ka, alias cinta lama bersemi kembali kali ye :D

Selesaikah urusannya? Belum. Karena banyak pihak yang meramalkan Jobs takkan mampu tuk mengangkat kembali Apple Inc dari ranah degradasi. Dan Jobs pun berujar...
Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini.
Mantap. Saya sampai membaca berulang-ulang kali saking terpesonanya :D

Energi cinta yang dipancarkan Jobs meledak di tahun 2001, dimana Apple Inc meluncurkan salah satu produk pemutar media digital yang fenomenal, iPod. Bukan itu saja, perusahaan ini juga melahirkan Mac OS X, yaitu sebuah sistem operasi komputer yang membuat Windows dari Microsoft seperti ngga ada bagus-bagusnya. Tak pelak lagi, dua produk itu adalah sebuah lompatan besar yang pernah dialami Apple Inc. Great.

Epilog
Love what you do, mungkin itu pesan yang tersirat dari artikel singkat ini. Dan bila dikaitkan dengan aktivitas blogging yang saya alami akhir-akhir ini, bisa jadi ini sebuah pembelajaran yang sangat baik. Sedikit banyak memberi pemahaman yang lebih terang, bahwasanya - memang - saya harus mencintai apa yang saya lakukan, yaitu blogging itu sendiri :)

Dan Steve Jobs pun telah membuktikan mantra itu.

So, happy blogging everyone! ^_^

34 comments:

andi sakab said...

artikelnya mantaps sob buat memacu adrenalin semangat. mungkin saya juga harus belajar dari jobs :)

Cahya said...

Dikeluarkannya Steve - begitu saya akrab memanggil (kaya kenal saja) - dari Apple saya sebuah berkah untuknya, jika tidak saya tidak akan pernah bisa menonton Up :D. Bagi yang mendapatkan peran untuk melakukan beberapa hal besar, maka meninggalkan salah satunya mungkin adalah pilihan bijak untuk sesaat.

Dhana/戴安娜 said...

salam sahabat
love what you do this make me litle understand to get true love hehehe makasih

adin said...

mantab, emang kalo melakukan sesuatu yang dicintai dan seusai minat tu jadi g gampang bosen, malah makin lama makin asik, dan Insya Allah hasilnya juga baik

Rizky2009 said...

mencintai, seperti halmnya blogging saya juga sudah amat cinta dengannya, sedangkan cara saya u/ tetap bisa mencintai aapa yang saya cintai y/ dengan cara konsisten, dan komputerlah dunia saya, tp sayangnya keterbatasan masih membuat saya tidak bisa terus konsisten, saya juga bisa belajar dr kang jobs ini, yang penting saya terus semangat dan berusaha mewujudkan apa yg selama ini aq cintai

Berpikir positif said...

dan terimakasih karena kecintaan anda pada dunia blogger sehingga kami selalu bisa menikmati tulisan anda yang begitu berisi dan sangat memperluas wawasan

Jiox said...

nyaman tenan bahasanya mas, maturnuwun tipsnya
cinta dan keyakinan merupakan modal utama dalam menjalani hidup dan menghidupkan jalan :)

Bahauddin Amyasi said...

Love what you do. Sebuah ungkapan yang mampu menghipnotis. Sarat energi positif. Jika kita sepakat dengan premis bahwa kata-kata selalu punya energi, maka semoga energi yang dipancarkan dari ungkapan itu adalah pencerahan yang membangkitkan. Ya, harusnya kita memang mencintai apa yang kita lakoni. Bagaimana mungkin kita mampu survive dan enjoy melakukan sesuatu, jika "sesuatu" itu adalah ikhtiar keterpaksaan, atau bahkan masuk pada tingkatan kebencian?

Membaca tulisan di atas, saya jadi ingat dengan diktum menarik yang pernah juga dibahas oleh Prie Gs dalam site-nya, bahwa Bekerja Itu Menyakitkan. Berikut petikannya.

"Bekerja memang menyakitkan, apalagi di tengah rasa bosan dan ujung yang tak pernah berkesudahan. Tulisan ini rampung, tulisan di depan sudah menanti. Belum usai dari lelah ceramah ini, esok harus ceramah itu lagi. Pekerjaan lalu menyerupai gelombang yang selalu bergulung-gulung tanpa ujung. Dan inilah watak gelombang, semakin dilawan, gelombang itu akan semakin mengancam. Jika arusnya kita tentang, seluruhnya dari kita cuma akan ditelan. Watak inilah yang amat dipahami oleh para peselancar. Dan ketika watak itu sudah didamaikan, inilah anehnya, peselancar yang kuat, malah membutuhkan gelombang yang lebih besar dan penuh gempuran. Kegembiraan mereka tergantung pada besarnya gempuran."

Apa yang bisa mendamaikan watak gelombang itu? Jawabannya adalah CINTA! Nah, bisakah kita tetap konsisten untuk terus menikamti gempuran rutinitas yang tak berkesudahan dari pekerjaan kita? Jawabannya ada pada masing-masing kita, karena menjadi hebat, katanya, bukan karena keterpakasaan, melainkan lebih karena pilihan...

(Lagi-lagi tulisan anda memotivasi saya, Mas Darin. Salam...)

Skydrugz said...

yap....cintai apa yang kita lakukan agar semangat untuk terus melakukan yang terbaik senantiasa mengalir :D

love what you do :D

inge / cyber dreamer said...

makasi dah sharing mas, mantab banget.

dengan mencintai apa yang kita lakukan, kita tak akan melakukan dengan setengah-setengah. melakukan dengan sepenuh hati maka hasilnya akan lebih baik lagi ^^

terima kasih dengan sharing ini juga menjadi pengingat bagi inge ^^

pakde sulas said...

"mencitai apa yang kita lakukan/kerjakan" adalah hal yang sewajarnya kita tumbuh kembangkan dalam "pikiran kita", tentu jangan sampai kita membenci apa yang kita kerjakan bila itu yang terjadi kita melakukan sesuatu karena keterpaksaan saja

Ami said...

Mas Darin... saya pake Mac nih. Ngerti banget dong, soalnya ngeliat gambarnya enak. Huruf arabnya untuk kutipan Al Qur'an dan hadits juga oke. Begitu ngeliat di kompie lain... wah, kok beda yah...

Kebetulan adikku Apple Lover. IPod, IPhone, IPad, MacBook, suaminya punya MacBook Air. Punyaku model lama aja gambarnya keren. Jadi kalo mereka di Jogja, penuh dengan produksi Apple.

Waktu aku kuliah dulu di Ilmu Komputer MIPA UGM (kapan ya, udah lama banget, hehehe). IBM lebih disukai temen-temenku karena mudah dirakit. Apple bukan favorit karena harganya mahal dan tidak kompatibel.

Kembali ke Love What You Do... itu proses tentu saja. Waktu SMA aja bingung nentuin mau IPA atau IPS. Ntar kuliah bingung nentuin masuk fakultas mana. Butuh proses untuk bisa menikmati apa yang kita kerjakan.

Jalani hidup dan belajar dari yang menjalankan hidup secara positif. Seandainya terjebak pada hal yang sebetulnya tidak kita inginkan, solusinya tetap kerjakan dengan keikhlasan hal yang dihadapi. Terus fokus pada hal yang kita harapkan, karena pemikiran kita akan menarik hal yang kita pikirkan itu. Tentu saja ditambah berdoa...

Wah... kepanjangan yah... gara-gara tulisan di blog aku tentang zona ikhlas jadi semangat 45 komentarnya, hehehehe

Abdul Hakim said...

mencintai pekerjaan memang asyik mas, begini aja deh, misal kita ahli di suatu bidang tapi kalo ngga suka ya sama aja bodong, eh bohong kan?

aldy~PF said...

Kalau kita tidak mencintai yang kita perbuat, kita tidak akan pernah melaksanakannya dengan senang hati, akibatnya kiamat menanti.

Analogi sederhananya, rasakan ketika kita duduk dekat orang yang tidak kita sukai :D

adetruna^ said...

steve jobs....makhluk tuhan yg satu ini memang dahsyat.

TUKANG CoLoNG said...

aku penasaran ama pesawatnya, pesawat apa nih..:)

Darin said...

Colong, yang logonya singa :)

cucuharis said...

Yup, dengan itu Steve Jobs bisa berkarya dengan indah. Dengan nyaman, dengan bahagia.

Saya pun kini menyukai BW :)

sindrom aerophobia, wah ini nyidnir saya :D

eserzone said...

Saya suka dengan kalimat ini bro "Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan."
Melakukan apa yang saya sukai terlebih dalam dunia blogging membuat saya bertahan di dunia blogosphere...
Jangan memaksakan untuk melakukan apa yang tidak kita sukai didunia perbloggeran agar supaya tidak pensiun dini...

ahmedfikreatif said...

so, dalam dunia per-blog-an
love what you blog juga ya??
:-d

kips said...

Mantap, dengan mencintai segala apa yg dilakukan mungkin bisa menjadikan lebih dekat dengan tujuanya dari yg dilakukan tersebut.

John Terro said...

saya adalah salah satu penggemar Steve Jobs
dan saya juga memakai MacBook dengan Mac OS X 10.6.5 di dalamnya :D

Anton Wijaya said...

Hmm.. saya terkesan dengan Kutipan Steve Jobs,luar biasa, seharusnya memang begitu, klo dah mencintai, apapun akan dilakukan seseorang. Minta izin kutipanya dicopas, utk di share di fb.

Rudy Azhar said...

link disini dan disini diatas tidak terbaca menggunakan screen reader Mas, sebaiknya diberi penjelasan tautan tersebut menuju kemana.

iskandaria said...

Yups. Saya setuju sekali dengan kesimpulannya. Bahwa menulis (dalam hal ini ngeblog) memang sebaiknya didasari rasa cinta. Menulis dengan cinta mati, kata Prof Anas (sang pemilik blogernas).

rezKY p-RA-tama said...

aku sukanya,,,,,
macem2


pengen jalan2 pokoknya
ahaha
visiting ur blog

Darin said...

Bang Rudy, oh ya? Kalau di saya baik2 saja bang? Hmm..

7 taman langit said...

kisah yang memberikan pelajaran yang berharga
dimana Jobs telah memberikan pelajaran ke kita untuk Love what you do
dan berhasil mengangkat kembali perusahaan APPLE

Agus Siswoyo said...

Tidak bisa dipungkiri, kecintaan pada bidang yang digeluti merupakan energi terbesar seseorang yang mampu mendorong tetap survive dalam keadaan apapun.

arvinrakha said...

posting yang sangat bagus bang darin, lam kenal aja bang, sukses slalu,,,,jangan lupa berkunjung ya,,,,kalo bisa tukeran link bang,,,,,

agus herbal said...

nice infonya gan

silvi silviani said...

maksih gan

obat tradisional gagal ginjal said...

sukses selalu gan

Poker Online said...

Thanks infonya beritanya bagus bngt...Salam sukses ya Gan..

Agen Poker
Agen Poker Online
Agen Poker Terpercaya
Poker Online
Poker Terpercaya
Bandar Domino
Bandar Domino Online
Agen Domino
Judi Poker
Taruhan Poker
Bandar Poker

Post a Comment