Showing posts with label Jurnal. Show all posts
Showing posts with label Jurnal. Show all posts

November 23, 2010

Hello World Lagi?

Nothing to say..

Just hello ^_^

October 23, 2010

Reblog: Darinwrites!

Setelah membaca tulisan salah satu dedengkot blogger Indonesia, Fatih Syuhud, saya seperti diseret ke keadaan dimana saya pernah sangat antusias tuk membuat blog khusus berbahasa Inggris.

Dan salah satu alasannya memang terlalu ajib tuk dilewatkan:
My English writing skill is not good. I’d like to improve it by writing regularly in a medium where editorial barrier does not exist.
Ya, barrier itu kenyataannya ngga ada dan ngga pernah ada di media yang namanya blog.


So, just an announcement, monggo dicek.

Bagaimana dengan sobat tentang opini Fatih tersebut? Cukup rasionalkah tuk diterapkan? Atau jangan-jangan sobat juga punya blog berbahasa Inggris? Share it!

image: self collections

October 4, 2010

From Bali With Memories

Jadi semacam hajat lama yang tanpa tedeng aling-aling terkabul, akhirnya saya menginjak-injak juga tanah Dewata. Dan siapa nyana, prosesi menuju kesana pun mirip Tour de Odong-odong, seperti yang terlihat pada rute berikut…


Perjalanan dimulai dari Kupang pada H-2 Idul Fitri tuk mengambil cuti liburan semasa tugas proyek Benanain. Thus, di pagi buta yang dingin, tepat pukul 6.30 WITA, kepakan sayap burung besi Lion Air melayangkan saya kembali ke tanah Jawa. Dan dua jam kemudian, berteman kabut pagi Kota Surabaya, saya melanjutkan perjalanan dengan bis Eka menuju Solo.

May 15, 2010

Bermain Dengan Benanain di Lumbung Timor (2)

Melanjutkan postingan sebelumnya...

Tanpa menunggu lebih lama, early in the moring, tim beranjak dari peraduan. Strategi survey yang sempat dimatangkan semalam di penginapan jadi semacam energi baru, tapi tetap saja urusan perut jadi prioritas utama. So, sarapan dulu di rumah makan Padang. Wah, orang Padang ternyata sampe kemana-mana ya? Di pelosok Timor juga ada, sodara-sodara :D.

May 13, 2010

Bermain Dengan Benanain di Lumbung Timor (1)

Mata masih terasa berat saat memandang layar departure di Bandara Juanda, Surabaya. Lion Air tujuan Kupang yang semestinya take off pukul 7 malam tertulis delayed. God! Saya dan team leader pun tak mau ambil pusing, lebih baik menunggu sembari leyeh-leyeh di ruang check in daripada harus migren karena terlalu sibuk memperhatikan orang yang lalu lalang di lobby terminal.

Alkisah, keberangkatan saya kali ini guna memenuhi panggilan survey pendahuluan Review Desain Pengendalian Banjir Sungai Benanain di Kabupaten Belu, NTT. Berbekal pengalaman saat menangani masalah sungai-sungai kritis dan perencanaan embung, hal itu ternyata masih membuahkan kepercayaan dari Balai Besar Wilayah Sungai NTT untuk kembali menugaskan tim yang sama, meninjau ulang desain yang pernah dibangun di tahun 2001. Dan demi presentasi konsep pendahuluan yang akan dihelat minggu depan, jadilah saya meringkuk di waiting room, melototin TV bandara yang tengah membahas perseteruan Susno Duadji dan Polri. Yay, bete banget :)

April 8, 2010

Welcome Guest Blogger!

Sebuah woro-woro, pengumuman, notification..


Blog indonesianer membuka kesempatan kepada sobat semua untuk menjadi blogger tamu di sini. Untuk lebih jelasnya, silahkan klik di tab guest blogger.

Terima kasih, and have a nice day! :)

(image credit)

March 25, 2010

Noebesi: The Dragon Between Two Nations (1)

Masih tentang bumi Loro Sae.

Bila berbicara tentang pengendalian banjir di sungai, mungkin referensi masih tetap berpusat di Jawa. Kondisi geografis, iklim yang mendukung dan kedekatan dengan sentra pemerintahan betul-betul membuat studi mengenai hal ini focused on this island. Tak heran, sudah ada dua daerah aliran sungai yang menjadi pilot project atau proyek percontohan bagi sistem pengendalian banjir negara-negara lain, yaitu Ciliwung dan Bengawan Solo. Di luar Jawa? Belum tersentuh.

Ok, so here is the story..

Pertengahan tahun kemarin, saya mendapat kesempatan tuk ikut terlibat pada studi, perencanaan dan desain pengendalian banjir sungai Noebesi, Kabupaten Kupang. Surprise? Tidak juga. Sudah beberapa kali saya ikut terlibat dalam studi sejenis, dan sepertinya kali ini pun bakal ngga jauh beda. But, a matter of fact, dugaan saya ternyata ngga sepenuhnya benar.

March 20, 2010

Ikutan World Silent Day...

Ada yang ikut mejeng di sidebar blog ini.

World Silent Day?

Lebih jelasnya silahkan sobat mampir ke sini.

Happy weekend, but don't forget to keep silent :)

March 17, 2010

God Must Be Crazy In Sidoarjo (2)

Saya menerbitkan postingan ini sembari nangis darah karena Chelsea terpaksa tersingkir juga dari ajang Liga Champion. It’s all right, Lampard. Hope we meet again next season..

Ok, cukup mellow-nya, kita lanjut saja dengan sambungan dari postingan kemarin.

Saya menerbitkan postingan ini sambil nangis darah.. Aarrggghhh koq ini lagi yang muncul? Damn!

Ok, tarik nafas panjang..here we go..

Sesuai dengan yang telah direncanakan, survey lapangan pun dijalankan. Sempat ada kekhawatiran juga, mengingat saat itu memang sedang gencar-gencarnya aksi massa korban lumpur. Beredar kisah-kisah tragis dari teman-teman timnas yang sejak awal penugasan membuat saya hectic sekaligus ragu, apa saya mesti ndekem saja ya di kantor?

Tapi rasa penasaran 'gimana sih bentuknya' itu mengalahkan segalanya. Dan jadilah saya bersama tim berjubel ria di Kijang Timnas, melewati kemacetan parah sepanjang tol Porong - Gempol. Beruntung, setelah berkilo-kilo menahan gondok, di sebuah gerbang tol yang saya lupa namanya, kita dialihkan ke jalur yang lumayan lengang karena konon di ujung sana terputus akibat lumpur. Otomatis, seperti melampiaskan dendam kesumat, Kijang yang satu ini dipaksa drag race dan mengkis-mengkis menciumi aspal Tol...

March 16, 2010

God Must Be Crazy In Sidoarjo (1)

Here's another narciss story.

Saya teringat...

Hari ini dan kira-kira jam segini tepat tiga tahun yang lalu, saya berada di bus jurusan Solo-Surabaya. Dengan pandangan kosong ke jendela, meski telah dihibur oleh pemandangan hutan-hutan jati yang tidak lagi rimbun di daerah perbatasan Jateng - Jatim, fikiran saya toh masih saja disesaki ribuan pertanyaan. Apa dan untuk apa saya di sini? Ngga sempat lagi merenungi hukum Newton tentang sebab-akibat, menduga-duga what happen next atau pun mencoba mengelabui kata hati dengan berandai-andai 'waktu dapat diputar kembali',..yang ada tangan ini sibuk menggosok-gosok perut dengan minyak kayu putih. AC-nya buset dinginnya minta ampun!

March 13, 2010

When The Sun Goes Down at Loro Sae Island (3)

Masih ngelanjutin postingan kemarin..

Bentar, kayaknya para sobat ada yang salah tangkap nih. Kisah ini adalah kisah pengalaman, bukan real time, jadi posisi saya sekarang ya di Solo, bukan di bumi Loro Sae. Get it?

Ok, lanjut..

Tak terasa sudah beberapa lokasi embung kita identifikasi dan banyak hal yang berkembang. Kadang hal itu sudah diprediksi sebelumnya, kadang pula di luar akal sehat, seperti misalnya ada request vaksin rabies, pil kina, atau pun sepatu bot model GI Joe. Saya jadi merasa harus memikirkan ulang, apa harus tetap dilanjutkan misi ini, koq sepertinya kita bakal ngaduk-ngaduk Timor Leste?

March 12, 2010

When The Sun Goes Down at Loro Sae Island (2)

Postingan berseri ini lanjutan dari yang kemarin.

Konsolidasi survey telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum tim 101 landing di tanah Timor. Kami request setidaknya satu orang perwakilan dari bagian pengukuran agar proses identifikasi bisa berlangsung lancar. Repot kan bila di kemudian hari tim pengukuran mengukur tanah yang salah? Sudah capek-capek desain, eh lokasinya harus dipindah. Iya kalau itu segampang mindahin dana talangan century ke kantong-kantong oknum, ini kan desain embung yang volumenya sekitar 50 ribu kubik? Ok, sory nyerempet politik sedikit..

March 11, 2010

When The Sun Goes Down at Loro Sae Island (1)

Mungkin ini bakal jadi postingan berseri saya yang paling narsis. It’s ok. Saya hanya sekedar sharing pengalaman. Titik.

Ngga perlu panjang lebar asal muasalnya, saya didaulat jadi asisten perencana untuk proyek studi, investigasi dan desain 20 embung di pulau Timor. Kalau sobat ada yang belum ngeh apa itu embung, silahkan tanya mbah google, saya takut asal nyeplos karena jujur saja ini proyek embung pertama kali yang saya tangani.

March 8, 2010

Lets Make a Better Bloggerhood

Hampir sebulan lebih saya menikmati lagi proses blogging, menemukan blog-blog hebat dan inspiratif, juga mengasah lagi kelincahan menulis (padahal dari dulu ya ga lincah-lincah amat!). Dan di periode itu saya atau mungkin tepatnya kita, saling bertukar sapa dan komentar di blog masing-masing, seakan rutinitas demikian adalah pakem yang sudah disepakati bersama. Dari sini, simbiosis mutualisma perlahan terbentuk dan menyajikan dinamika pertukaran informasi kepribadian - meski lewat tulisan - dan serta merta indahnya kebersamaan ini berbuah imaji akan adanya sebuah komunitas maya.

February 11, 2010

Jadi Jangkrik Dulu

Imbas dari hiatus berkepanjangan memang sistematis (hayah, kayak omongan para agan di kasus century aje :D). Benar juga kata para blogger pesohor (saya lupa link-nya..sorry), bahwa nge-blog itu analoginya seperti menjalankan kereta. Pas awal berangkatnya susah, berat dan lemot banget. Udah jalan sedikit demi sedikit kecepatan makin meningkat, tinggal diisi terus bahan bakarnya, yaitu postingan. Kalau sudah intens, ya kayak kereta, susah banget diremnya :)

Tapi masalahnya itu tadi, bahan bakar tak selalu tersedia. Blog ini juga mengalaminya. Running off of fuel..

Dari situ saya mulai berbenah. Saya mulai lagi menghabiskan waktu berjam-jam melototin laptop (plat merah) yang mulai uzur ini. Niatnya ya untuk pemanasan blogging maksudnya. Tapi bukannya cari ilmu baru malah adanya bongkar-bongkar postingan lama, dan anehnya, saya terkagum-kagum sendiri. Eh, koq saya bisa nulis kayak gitu ya. Bongkar lagi. Ih, jadi malu sendiri :D

Tapi saya akui, dulu waktu pertama ikutan blogging, saya sangat-sangat produktif. Sampai-sampai saya pernah nge-draft 2-3 artikel perharinya untuk tabungan posting. Itu dulu. Mungkin pengaruh volume kesibukan juga beda dengan sekarang. Yah, ada korelasi yang sangat kuat mungkin, antara blogging dan working :)

Perlahan, saya mulai menemukan mood lagi. Diiringi blogwalking ke tetangga-tetangga sebelah yang lebih mapan, ide-ide kembali bermunculan. Dan bagai jangkrik yang hinggap dari tangkai satu ke tangkai lain, saya pun rajin - atau bisa dibilang maniak - berseliweran di jagad blogosphere. Jadi jangan heran kalau di satu waktu saya juga ikutan meninggalkan jejak di blog pembaca, dengan komen yang ga jelas. Maklum, masih kikuk :)

Hm, apa pembaca juga pernah merasa demikian? Atau jangan-jangan cuma saya yang ndableg? :D

February 9, 2010

Rindu Santai (banget...)

Saya benar-benar lagi rindu sama yang namanya santai. Entah kenapa saya baru sadar, saya belum sempat mengalokasikan waktu untuk mengasah gergaji saya. Eh, ngomong apa saya ini? Gergaji apaan? :) Untuk yang pernah baca buku Berfikir dan Berjiwa Besar karya David J. Schwartz, ungkapan mengasah gergaji mungkin sudah tak asing. Ya, singkatnya, mengasah gergaji untuk bisa memotong permasalahan hidup agar lebih mudah. Gitu kali :)

Sedikit flashback. Lima tahun yang lalu, saya belum berfikir untuk belajar lebih mendalam tentang keairan. Namun dengan sedikit keberuntungan - yang saya yakin Yang Kuasa berperan - saya ikut mencicipi ilmu itu langsung di dunia kerja. Prinsip learning by doing rupanya bukan isapan jempol. Prinsip ini pula lah yang membawa saya hingga ke tingkat saat ini. Tingkat yang saya fikir jauh dari harapan ideal saya..

Selama lima tahun itu saya sering dihadapkan pada suatu persoalan, baik teknis maupun non teknis. Beberapa dapat diatasi, sebagian besar ngedrop. Saya ga bisa menyalahkan diri sendiri, toh manusia punya keterbatasan. Namun saya menikmati itu semua hingga pada satu titik - seperti saat ini - dimana saya merasa down to zero lagi. Saya ga tau kenapa. Apa karena terlalu intens-nya pekerjaan yang saya geluti? Tidak juga. Saya masih sempat melototin playstation dan main game commandos berjam-jam di PC. Saya juga kerap refreshing dengan keluarga ke Time Zone walau cuma untuk menghabiskan 2-3 koin saja.

Dan setelah saya melirik rak buku, baru saya tersadar. Sejak kapan saya terakhir membaca buku? Dengan ingatan yang lamat-lamat saya ingat. Kalau novel, Benteng Digital karya Dan Brown. Komik ya belum menjamah lagi. Buku islami, berderet-deret di rak itu namun yang tersentuh hanya beberapa halaman di muka saja. Dan buku referensi? Nol besar. Saya mendesah..betapa ujub-nya saya bila tak sempat menambah ilmu yang semakin berkembang ini. Pantaskah saya disetarakan dengan orang yang digambarkan oleh Taufik Ismail - Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia? Eits, dada saya terguncang, bung. Bakar saja itu manuskrip puisi! Just kidding :)

Santai..sesuatu yang langka untuk saya saat ini..

February 8, 2010

Blogging Lagi, Ah

Duh, lama sekali saya ga menebar tulisan di blog ini. Tapi sebagai manusia biasa, saya anggap itu wajar-wajar saja. Toh manusia tak lebih dari satu makhluk yang didesain oleh sang khalik untuk senantiasa lupa. Dan saya sengaja atau tidak telah menjadikan itu sebagai benteng dari sidang pengadilan diri yang betah-betahnya mendudukkan saya sebagai terdakwa tunggal. Yah, mau bilang apa lagi? Nasi telah menjadi bubur, dan bubur telah menjadi kerak..

Terakhir saya posting sekitar setahun yang lalu. Next question..apa sih yang kamu lakuin selama setahun itu? Saya jawab singkat: banyak. Banyak sekali pengalaman hidup, baik pahit maupun manis (terutama pahit..), menghiasi lembaran virtual diary saya. Dari mulai bidang karir, pekerjaan yang saya geluti (bidang keairan) mengalami pasang surut yang hebat, yang mungkin itu menjadikan saya lebih tenang menghadapi segala kemungkinan. Narsis? mungkin. Tapi itu fakta. Di saat ketika saya di cut, saya tenang. Saya juga ga tau mengapa bisa begitu. Bisa dibilang over confidence, tapi saya jauh dari tipe high profile. Yang saya yakini saat itu adalah, Yang Maha Kuasa tengah mengendalikan skenario hidup saya. Dan yang saya pegang, jalani hidup seperti air mengalir.. Benar, karena ketergesaan konon awal dari bencana. 'Ngomong apa kamu? Sok sufi' celetuk teman saya. Saya cuman nyengir, karena memang ilmu saya belum nyampe ke sana, dan mungkin ga pernah sampai.

Thus, untuk penyegaran saya ganti template blog ini. Kelihatan lebih personal? Itu yang saya cari. Saya ingin blog ini menjadi refleksi dari pengalaman hidup saya, syukur-syukur bisa menjadi gudang ilmu bagi pembacanya, ataupun sekedar halaman web yang dibuka sambil lalu. Itu pun menurut saya cuma sebagian kecil yang didapat, karena ada satu hal yang susah di zaman ini untuk dilakukan: silaturahmi.

Untuk para blogger Indonesia, welcome back.. (sindiran untuk saya tentunya)

March 1, 2009

Pasang Surut...Dimana Dikau?

Satu langkah lagi proposal TA akan segera disetujui. Fiuh, kerja keras selama sebulan ini sebentar lagi terbayar. TA yang berjudul: Analisis Pengendalian Banjir Sungai Salato dengan Metode Numerik menggunakan HEC RAS 3.1.3 ini saya harapkan rampung 3 bulan ke depan.

Ada perkembangan baru, berhubung kondisi batas di hilir belum pasti terdefinisikan, pembimbing 2 mensyaratkan tuk mencari info tentang kondisi pasang surut di lokasi penelitian. Ampun, padahal yang dimiliki sekarang cuma data primer selama 3 hari pengamatan, padahal minimal harus ada 15 hari pengamatan tuk menentukan elevasi pasang tertinggi. Saya coba ke bakosurtanal, dan (mungkin saya yang sudah kecil hati duluan..) data pasang surut itu susah banget di-load. Fiuh..

February 28, 2009

Refresh My Brain

Saat saya mengetikkan tulisan ini, di luar suasana mendung terus membayangi. Beberapa hari ini mendung di langit Solo seakan mengikuti jadwal tetap. Pagi hingga dhuhur matahari setia hadir, namun setelah itu, bagai mengikuti suatu ritme, arak-arakan awan kelabu sedikit demi sedikit menutupi langit Solo dari arah timur.

Mungkin terinspirasi dari awan mendung tadi, sesungguhnya saya juga harus punya jadwal tetap. Sebuah jadwal yang terus meneriakkan kata komitmen pada otak saya yang easy directed. Sebuah alat yang mungkin berupa to do list, coretan di kalender, atau sekedar tulisan di secarik kertas. Ini memang butuh trik. Mental manusia konon harus terus di update. Refresh your brain bisa jadi bukan dogma semata untuk sekedar menulis apa-apa yang harus dilakukan esok hari.

Yesterday was history, tomorow is a mistery. Do what you can do today..

Any suggestions?

December 17, 2008

Overdoze

Kemarin malam seperti mimpi buruk. Berkali-kali saya terbangun dengan kepala berat dan tenggorokan yang kehausan. What's the matter? Bayangan Bush yang ketakutan saat diterjang sepatu nyasar, goyangan Rihanna di MTV, bunyi-bunyi klentingan pedagang Soto...

Oh my.. Sesuatu membisikkan sesuatu di telinga, sebuah kata yang tak aneh.. workholic. Merujuk ke kamus urban: "Workholic is a person who is addicted to his job/work more than his pals and family. Sophisciated? Mungkin. Tapi addicted? Hei, saya jadi merasa seperti pecundang kurus yang sehari-harinya melinting ganja. No way!

Namun kemudian saya sadar-layaknya artis sinetron amatiran yang maksa tarik suara falsnya dan insyaf-saya tahu bahwa tuduhan batin itu ada benarnya. Sabtu dan Minggu kemarin saya lembur hanya untuk mengerjakan tugas yang sebetulnya bukan sepenuhnya tanggungjawab saya. Ya, you know, saya sama seperti kebanyakan karyawan kecil, it's hard to say no. Imbasnya, waktu istimewa yang seharusnya saya luangkan untuk menyenangkan anak dan istri tercinta, menguap begitu saja. No time for family, itu salah satu gejala workholic. Dan menurut diagnosa pribadi saya, saya masih dalam level permulaan..setidaknya untuk saat ini.

Saya teguk segelas air, membiarkan rasa segarnya melarutkan Bush, Rihanna, pedagang soto..whatever, jauh ke lembah kelupaan terdasar. Kupandangi wajah putri tersayang, kukecup keningnya dengan lembut seraya melafal doa keselamatan. Semoga hidup kita semua sejahtera.

Thanks for loving me!