April 6, 2010

Menulis Dengan Kepribadian, Sejauh Mana?

Menulis dalam media online, khususnya blog, mungkin tak seformal menulis untuk media lain, seperti surat kabar dan majalah. Gaya tulisan di blog lebih cenderung untuk tidak mengikuti pakem penulisan manapun, bebas, sebebas bagaimana blogger yang bersangkutan bereksplorasi. Mengikuti standar penulisan baku pun tak masalah, sebagaimana menulis seringan mungkin, asal ada pesan atau gagasan yang bisa tersampaikan pada para pembacanya. Ya, pesan lah kunci utama, sedang cara penyampaian adalah urusan yang berbeda, karena itu menyangkut kepribadian dari masing-masing penulisnya.

Kepribadian dalam menulis konten blog? Hmm, apa cuma saya yang berfikir tentang ini? Saya kira ngga. Saya dan kita semua juga tentunya tanpa disadari telah menilai kepribadian seseorang di balik suatu blog. Beberapa mungkin butuh beberapa kali membaca postingan, sedang yang lain bisa langsung menilai hanya dari satu postingan saja. Dan...

Hey, untuk apa saya berbicara tentang hal ini?

Hmm, sebenarnya hanya ingin curhat :)


Menulis dengan kepribadian terkadang menjadi dilema tersendiri, seperti apa yang terjadi pada diri saya, yang mungkin juga telah disadari oleh pengunjung blog ini. Kadang satu postingan terasa formal, kadang garing, yang satu pesannya mudah dicerna, dan yang lain pesannya seperti menguap ditelan kata-kata. Ok, somehow, saya akui saya masih dalam tahap bereksperimen, dan saya anggap semua blogger yang membaca juga dalam tahap yang sama :)

Eksperimen, ya, let's do it.

Dan dalam eksperimen itu, saya dapat menarik sebuah kesimpulan sementara, bahwa postingan yang lebih banyak melibatkan kepribadian, dalam artian banyak mengungkapkan sisi emosional, mendapat respon yang lumayan hangat dari pembaca. Baik dari jumlah komentar, maupun mutu dari komentar itu sendiri.

Sedang postingan yang lebih kaku, walau lebih otentik dalam penjabaran analisisnya, tak mendapat sambutan yang diharapkan, baik dari jumlah komentar, apalagi mutu dari komentar itu sendiri.

So, kenapa ngga nulis aja postingan-postingan yang mengeksplorasi habis kepribadian? Toh bisa jadi sambutan akan semakin hangat kan? Well, mungkin itu bukan ide yang buruk, tapi juga ngga seratus persen valid. Mengapa? Simpel, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik..*ops, jadi kayak ceramah :)*

Batas imajiner how much is too much. Batas yang menjadi titik ideal suatu tulisan yang informatif sekaligus menghibur, adalah apa yang menjadi trend di blogosphere. Wajar adanya. Pengunjung blog, selain haus akan informasi, juga butuh suasana nyaman agar informasi itu cepat terserap. Ya, karena belajar juga harus rileks kan?

Nah, saya sendiri masih terus bereksperimen tuk menemukan batas ideal, sejauh mana kepribadian saya dilibatkan dalam sebuah postigan agar aktivitas blogging menjadi lebih efektif.

Bagaimana dengan sobat?

(image credit)

32 comments:

wawank said...

Siang kak!
komen dulu baru baca!

wawank said...

sama kak, saya jg masih bereksperimn!

Ratasoe said...

Brkunjung lg sob, bleh niy sharex ;-), lo ane nulis ap yg ad dkepala ya i2 yg tulis hehe

Sou Stalker said...

wah,menarik nih gan. .

-minum kopi dulu-

Kalau saya pribadi,nulis blog ya sesuai dengan apa yang saya pikirkan,mungkin juragan darin juga tau,kalau melihat blog saya,bahwa saya adalah tipe orang yang tidak bisa merangkai kata-kata sehingga menjadi menarik. Saya juga gak perlu waktu lama untuk nulis artikel,cukup 5 menit,ya itu dikarenakan semua yang saya tulis ( game,softwares,bisnis,dll ) sudah pernah saya lakukan / coba,akhirnya ? Jadilah artikel acak kadut ! Hahahaha. .tapi paling tidak saya puas,karena tulisan itu keluar dari kepala saya sendiri.

-minum kopi lagi-

Mengenai isi dan komentar blog ,saya serahkan kepada para pembaca lagi,walaupun banyak sobat blogger yang gak suka game,tapi saya tetap saja menulis tentang game,kenapa ? ya karena itulah dunia saya,jadi saya gak perlu mengubah isi dari blog saya,untuk mendapatkan banyak komentar. Mungkin tentang kepribadian,ada benarnya gan,isi blog mencerminkan kepribadian pemiliknya. Seperti saya,tentu saja saya adalah seorang gamer,karena itu blog saya isinya game melulu,hehehe. .

Oalah,kopi ne entek gan,sek yo,tak tuku neh. .
Hahahaha. .maap kalo kepanjangan gan,tetep smangat !

Herdoni Wahyono said...

Tulisan di blog tentunya menjadi ekspresi dari penulisnya. Dengan demikian kepribadian dari penulisnya akan mewarnai substansi dari postingannya. Sejauh mana ? Sangat relatif sekali.

Darin said...

@sou: *lempar kopi cap 'blogger ngantuk'* :D
@herdoni: betul sob, sangat relatif. Tapi saya yakin hal itu bisa ditemukan lewat proses, bukan begitu? :)

blogdunia said...

wah saya juga lagi ber eksperimen,,
kadang2 saya memakai kata ane, terus kadang saya, aku, gw, wah semuanya saya pake,,
kadang kala ane berfikir plimplan banget neh ane,,
tapi gpp deh yang penting nyambung dan pembaca ngerti maksud dan tujuannya,,

Isti said...

gaya tulisan itu akan keluar seiring dengan kepribadian dan buku yang kita baca. Maka kita akan ketemu "gaya" sendiri. Saya sendiri terus mengeksplore gaya tulisa saya

megi said...

met siang sob...
barusan udah baca, menarik artikelnya ^^
tetap berusaha supaya artikel itu bermanfaat dan enak dibacanya

saya punya blog ttg film2, paling nggak harus nonton jg supaya tau jalan cerita filmnya, jd bisa cerita buat para sobat bagaimana ttg film tsb.

tapi masalahnya file filmnya besar2, paling nggak harus nunggu 2 jam buat download filmnya aja, ditambah lagi waktu buat nonton filmnya :(

Abdul Malyk said...

sama mas..
saya juga lagi bereksperimen..
sedang berlatih..

Darin said...

@blogdunia: hmm, kalau memang gayanya seperti itu, sepertinya ga masalah sob, yg penting pesan tersampaikan :)
@isti: setuju, read more books! :)
@megi: iya, saya donlot dari blogmu jg lama sob :D gpp yg penting referensi kan ngga selalu lengkap. garis besarnya aja dah cukup koq sob.

irfanimovick said...

kalau saya keep writing aja kali, terserah nanti pembaca merasakannya seperti apa, yang jelas saya enjoy dengan semua yang saya tulis....

btw ada award dari saya, diterima yahhh, :)

eka said...

Tidak hanya soal kepribadian, tapi juga soal ritme.

Dinoe said...

Wah..kalau saya benar2 tdk tau arah mana konten saya mas, saya lebih mengarah ke trafik pengunjung mas...btw terkadang kepengen juga nulis dgn menonjolkan kepribadian..namun saya blm bisa menjabarnya..

fanny said...

yg pasti gak yg namanya edit dari editor. hehee

ridwan said...

lama2 ketemu gaya-nya sendiri :D

Enutd said...

campur aduk aja Mas...kadang saya aja ga nyambung sm tema blog...hehe..

soewoeng said...

kok kalo diriku nulis pake tangan ya? yang bener yang mana nih hehehehehehe

aulawi ahmad said...

"mengungkapkan sisi emosional" -> "kenapa ngga nulis postingan yang mengeksplorasi habis kepribadian" -> "karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik" ...menurutku apapun bisa jadi berlebihan jika "terlalu habis" diexplorasi :) gak hanya ttg ungkapan sisi emosional aje sayangnya ente gak ngasih contoh tulisan yg spt apa yg mengesplorasi habis kepribadian hehehe, dan blog adalah milik pribadi yg bisa jadi mencerminkan kepribadian pemiliknya.
Kalau aku sendiri dah terbiasa membagi "pola pikir" mana yang ilmiah, serius, just fun atau ekspresi :) btw tq dah berbagi :)

Dimas said...

kepribadian seperti apa ya kira2 yang diliat teman2 blogger klo liat blog ku....
hue..hue...

Dimas Jr. said...

iya juga sih, terkadang aku nulis postingan sesuai mood, apa itu juga mempengaruhi ya...

inge / cyber dreamer said...

nulis yang lagi ada dipikiran ajah...
kalo terlalu personal
kadang disamarkan dalam bentuk cerpen atau puisi
hehehe
jadi kadang ada cerpen yang isinya curhat, ada cerpen yang emang murni cerpen hihi
puisi juga sama... ^^

tp kaya'nya kebanyakan postinganku yah curhat toh yah... hehehe ^^

met malam ^^

HAPIA Mesir said...

iya sih sob.. saya menulis dengan kepribadian saya.. biar terlihat ciri khasnya kan.. dengan itu ciri khas sebuah blog akan nampak..

Artikel Islami said...

memang bentuk tulisan yang berkepribadian belum sepenuhnya dapat saya temui. tapi setidaknya sudah ada proses kesitu

van said...

hikss,bagi saya itu cukup sulit..tap waktu bisa menjawabnya,,hehehe

Bayu Lebond said...

wah musti banyak belajar nulis ama bung darin neh...tulisan gw amburadul kayaknya gak layak baca nih...

gak mutu said...

prinsip saya "biarkan air mengalir sampai jauh" ...
jadi menulis menuruti kata yang ada di otak aja ....

Willyo Alsyah P. Isman said...

datang berkunjung dgn formasi dan PR baru...semoga mav terucap oleh sebab lama aku ngga' berkunjung kesini....

Munir Ardi said...

sulit buat aku mas karena aku belum bisa menulis sebagus mas

arsumba said...

jujur mas, keknya rata2 postingan di blog ku, ada kata "saya" deh.. hehe..
ya karena dengan menggunakan kata "saya" terasa lebih enjoy..
ini menurut saya loh..

aisyah muna said...

semangat!..
ringan tapi mudah di cerna..dan juga bermanfaat.. syukur2 bisa berpengaruh...

siroel said...

kalau saya ngasal sob nulisnya, hahahaaaa....

Post a Comment