March 1, 2010

Dilema Kuantitas Vs Kualitas

Saya baru saja mendownload e-book dari blognya Daniel Scocco yang berjudul Make Money Blogging, dan serta merta membacanya disela-sela menunggu cetakan gambar desain proyek selesai. Seperti kebanyakan ebook yang bertopik sama, isinya pun kurang lebih sama. Beberapa hal berulang kali didengar, walau ada pula yang baru saya tahu dan sepertinya menarik untuk dipelajari.

Di salah satu sub babnya, ia menegaskan pentingnya memposting tulisan di blog secara berkala. Berkala yang bagaimana? Apa ada ukuran ideal dalam frekuensi update tulisan di blog? Jawabnya: No. Banyak blog-blog populer yang mengupdate hanya seminggu sekali dan tetap diburu pengunjung, sementara ada pula yang beberapa kali dalam seminggu. Tak penting seberapa sering kita mengupdate, karena ada satu yang paling penting, yaitu kualitas.

Sepertinya ini benar. Bila kita diberi pilihan antara kuantitas dan kualitas, mana yang kita cari? Kualitas tentunya. Lalu Daniel menjelaskan apa arti dari kualitas itu, bahwa kita hanya mempublikasikan tulisan jika kita benar-benar yakin bahwa tulisan itu memberi nilai tambah bagi blog kita serta pembacanya. Hmm, bisa masuk di akal. Dan di ujung paragrafnya ia menulis sesuatu yang membuat saya melongo...
A bad post is worse than no post at all (Postingan buruk adalah lebih buruk daripada tak ada postingan sama sekali)
Alamak. Buruk yang bagaimana? Apa kriteria dari bagus dan buruknya sebuah postingan? Sayangnya ia tak merinci lebih lanjut (ini yang membuat saya keuheul). Daniel hanya berargumen dengan mengajak tuk menengok blog-blog yang ada di Top 100 Technorati. Dari situ, katanya, bisa dilihat konsep yang dianut pada blog-blog populer, yaitu keseimbangan antara kuantitas dan kualitas.

Waw. Saya fikir ini bagus juga. Coba sobat download juga ebook-nya di sini, dan saya tunggu tanggapan dari sobat semua :)

Happy blogging!

38 comments:

Muhammad Rizal said...

Okey bro...segera menuju ke tkp untuk mendownloadnya

thx 4 share information

a-chen said...

makasih neh, saya seringnya lebih mementingkan kuantitas... soalnya kalo nggak updete visitnya berkurang.. hiihhiih

Darin said...

Go rizal :)

buwel said...

ehm, postingan buwel udah berkualitas nggak yak... DUH...

Darin said...

@achen: senasib donk hehehe. tapi ya setidaknya memang kalo dipikir-pikir, kualitas juga perlu ya :)

richo said...

memang pastinya lebih bagus yg berkualitas, syukur2 kuantitasnya jg ok. yg pasti kalo aku yg pemula ini hajar aja dulu, intuisi kita buat menghasilkan yg berkualitas tentunya karena terbiasa kliatane gt ehhehe

Darin said...

haduh ni gimana baru bales komentar dah ada buwel lagi :), yoi wel, yang bisa menilai ya mungkin pembacanya kali ya..hmm, saya jg masih dilema..

Darin said...

ada richo juga! :D intuisi, wah aq suka banget tu, ya itu jg perlu kali sob :)

arsumba said...

weleh.. selama ini saya masih berkutat pada kuantitas ... dan rasanya masih sulit untuk menulis yang berkualitas, ya maklum lah pengetahuan saya masih dangkal, jadi mengalir aja dulu.. hehehe..

wawan said...

kualitas yg utama!!

Hebat infonya!

berita untuk negri said...

saya juga ga tau kualitas serta kuantitas blog saya itu saya serahkan kepada para pembacanya...

Darin said...

@arsumba: mungkin juga sob :) oya kemarin koq ga bisa diakses blognya? excess limit gitu bro. what happen?
@wawank: trims :)
@berita untuk negri: bener juga, pembaca selalu benar. begitu ya sob :D

Dimas said...

yang pasti kedua2nya itu jgn dijadikan lawan lebih bagus kualitas dan kuantitas itu seimbang, download ah...

Darin said...

@dimas: betul sob, bagus koq ebooknya :)

nuansa pena said...

Saya lagi belajar menulis, kalau tunggu seperti ditechnorati gak bakal posting! Tapi ini masukan yang baik, buat motivasi buat postingan yang berkelas!

Darin said...

@nuansapena: iya juga ya pak :) ya sekedar sharing. trims sudah mampir pak :)

Clara said...

yg penting nge post aja
supaya tetep nulis juga

Darin said...

@clara: setuju, semua juga butuh proses, iya ga? :)

Abi Sabila said...

walah, baik kuantitas maupun kualitas, masih belum ada pada blog saya, tapi Insya Allah ini memberi semangat sekaligus wawasan. matur suwun...

dede said...

Hi Darin, mantep nih ulasannya. Yang baik menurut saya kedua-duanya. Ya kauntitas dan kualitas. dua2 perlu maju bareng.
Thanks ya!

secangkir teh dan sekerat roti said...

kualitas dan kuantitas memang sulit untuk berimbang... karena kedua hal tersebut cenderung menjadi trade off...

Jalani hidup apa adanya said...

apa ya mmmmm kualitas melalui kuantitas

lyna riyanto said...

sepertinya menjadi dilema dan sekaligus dikotomi
tapi itu tergantung kita, apa tujuan kita ngeblog sebenarnya.

untuk saya ngeblog hanya untuk menulis dan berharap sedikit dari tulisan saya akan memberikan manfaat untuk yang membaca.

jika harus memilih (karena keterbatasan waktu untuk ngeblog) maka saya akan mendahulukan "kualitas" dan jika tulisan sudah di dapat label "berkualitas" atau minimal cukup berkualitas saya yakin pembaca akan kembali lagi berkunjung.

eniwey..menulislah dengan tulus dan dengan hati bahagia, itu khan yang paling penting?

Tetap semangat Boss..Salam kenal :)

Blogging - Bisnis Online said...

kualitas dan kuantitas diusahakan harus seimbang, tapi saya sendiri masih perlu banyak belajar untuk melakukannya.. biarlah keseimbangan itu terbentuk dengan seiring bertambahnya pengalaman dan pengetahuan yang akan kita dapatkan, happy blogging

Blogger Terpanas said...

punya saya sudah berkualaitas belom ya?

Pen Lab said...

selalu menarik untuk memperdebatkan dua hal ini...

evan said...

untuk mengetahui kulitas sebuah postingan sebenarnya secara sederhana bisa dilihat dari komentar yang masuk, contohnya begini, kalau postingannya bagus, orang akan merespek dengan memberikan komentar yang sesuai dan berhubungan dengan postingan tsb, dan bukan hanya sekedar ngetik 'pertamaxx' ... hope you get the point!!

sauskecap said...

Hmmm bener-bener pertimbangan dan keputusan yang berat.... Seperti memilih makanan, pilih yang porsi banyak atau yang enak ya untuk harga yang sama... Kalau cewek si kapasitasnya dikit jadi pasti milih yang kualitas, tapi buat yang makannya banyak ada juga yang milih kuantitas over kuantitas...

HumorBendol said...

Kalo Bendol sih, 5 hari sekali baru update. Sekali update biasanya 5 artikel.
Klo kualitasnya...hehe...gak ada yg jamin hehe
pokoke punya blog....
Gak semua orang bisa memnerikan kualitas yang baik.
Mantap bro...
:)

kang tejo said...

waduh postingan saya sudah berkualitas belum ni..
ok bos thanks sharingnya

fai_cong said...

wah bukunya kok bahasa inggris ea kang?
lha aku nanti baca gak paham² nuh...
isuk² ngopi koyok e enak iki kang...
hehe... :D

♥ria♥ said...

Wah bisa ga ya aku bikin blog yg seimbang kuantitas dan kualitas
kayanya jauh dari situ >,<

Penghafal Quran said...

betul mas itu sering saya pikirkan.. tapi untuk sekarang sepertinya saya condong ke kualitas dueh (walaupun, gak berkualitas amat sih.. he).. soalnya kalo maksain, di update tiap hari,, kayaknya gak mungkin.. lagian kalo saya mah, nge post d blog, ngndelin mood ... hehehehe

U-marr said...

ok,ok saya download dan baca ebooknya. :D

bonk ava said...

infonya menarik! thank' s ya! postingan jelek lebih buruk daripada gak ada postingan sama sekali! mantap! trus kalo gak nemu ide postingan yang bagus gimana?

Darin said...

@bonk ava: coba baca tulisan saya tentang konten bermutu (cari di kotak search), barangkali sobat nanti ada pencerahan :)

Enutd said...

Wah..ternyata perlu yaa..kualitas dan kuantitas
Makasih yaa..info bagusnya buat nambah semangat nih..!!!

Darin said...

semangat mas mur! :D

Post a Comment