October 17, 2010

Masih Tentang Monetasi...


Badan masih berbau ngga jelas akibat didera kelangkaan air akhir-akhir ini. Pun cuaca Kupang tak jua bersahabat, hanya menyisakan hawa sisa-sisa evaporasi, menguap, namun tak kunjung menjadi awan yang cukup tuk menghadirkan hujan. Mungkin disini saya satu-satunya blogger yang jarang mandi ya? *haha*.

Whatever, sekarang saatnya ngeblog! :D

Ada topik menarik saat saya mendarat di blognya Mas Joko, yaitu tentang tujuan ngeblog. Hmm, basi? Tunggu dulu. Setelah saya runut kalimat demi kalimat di artikelnya, ada hal-hal yang membuat saya exciting. Berikut paragraf awalnya…
Buat apa ngeblog kalau tak punya tujuan. Hem, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda seorang blogger juga? Sudah jelas kah tujuan Anda ngeblog? Dan masihkan Anda konsisten dengan tujuan Anda tersebut?
Seperti mengalami déjà vu, saya ditarik paksa ke awal-awal ngeblog dulu. Apa ya tujuan saya ngeblog? Setelah berfikir keras, akhirnya saya ingat juga. Tujuan ngeblog saya saat itu cuma dan hanya satu: narsis! Saya ngga tau namanya traffic, ngga peduli apa itu PageRank, apa lagi makhluk yang namanya SEO, pokoknya bisa nulis dan dipublikasikan secara online plus gratis, itu sudah cukup bikin saya cengar-cengir kuda seharian. Enjoy!

Dan masihkah saya konsisten dengan tujuan itu? Hmm, kalau itu sih kayaknya ngga bisa diragukan lagi deh, teuteup soalnya *hehe*. Hanya saja, mungkin ada sedikit improvisasi disana-sini seiring bertambahnya jam terbang di blogosphere. Ngga tau juga, improvisasi itu memberi nilai tambah atau malah menjerumuskan pembacanya, nobody knows :)

Ok, beranjak ke paragraf selanjutnya, artikel ini mengutarakan opini yang bagus, yaitu hal ihwal mengenai ciri-ciri blog yang patut didiagnosa lebih lanjut, karena mungkin memenuhi syarat sebagai blog yang tak memiliki tujuan jelas. Ada tujuh poin, namun saya ambil satu poin saja yang sekiranya asyik tuk dijadikan tema utama postingan kali ini, yaitu tentang monetasi blog sebagai tujuan utama blogging.
Tanpa ada satu pun banner atau teks iklan komersial ada terpasang di blognya.
Monetasi, tak bisa dipungkiri lagi, akhir-akhir ini memang jadi lahan menggiurkan tuk diterapkan dalam aktivitas blogging, dan sempat pula saya utarakan uneg-uneg itu di postingan terdahulu (baca: Kapan Sebaiknya Me-monetize-kan Blog?). Komentar yang paling menarik, menurut saya, adalah yang datang dari sobat blogdunia: ...sebagian pengunjung menilai bahwa, blog yang ada iklannya adalah blog profesional, sedangkan blog yang gak ada iklanya adalah blog amatiran...

Saya ngga akan memperdebatkan plus minus perihal monetasi ini, karena itu sudah pasti hak prerogatif yang tak bisa diganggu gugat dari tiap individu narablog. Dan saya pun menyampaikan sedikit opini di kotak komentar artikel Mas Joko tersebut:
..yang perlu ditekankan adalah bahwa kesuksesan blogging bukan semata diukur oleh (maaf) online earning. Ada sesuatu yg lebih menarik dr blog, yaitu misalnya sebagai porto folio pribadi, sharing pengetahuan, saling tukar fikiran, dan paling tidak ya sebagai ajang latihan menulis yang dipubilkasi secara gratis..
Ya, bila saja tiap blogger berfikiran bahwa mendapat penghasilan online adalah tujuan utama, so what gonna happen to Raditya Dika yang gila-gilaan bergokil ria di blognya dan kini sukses jadi penulis buku komedi, Isnaini yang menjadikan blognya porto folio pribadi plus obral template gratis malah penghasilannya melebihi seorang sarjana Public Relation, atau Duto Sri Cahyono yang meraup keuntungan dari blognya dengan tanpa memajang secuil iklan pun (baca: Book Review: 7 Langkah Mudah Mencari Uang Lewat Blog)?

Opini saya, online earning bagus tuk diterapkan di blog, namun bukan berarti blog yang tak menerapkan hal tersebut dicap sebagai blog yang aneh, amatir dan tak memiliki tujuan jelas. We all have our own reasons. Dan jika berbicara tentang alasan mengapa kita ngeblog, mungkin sama banyaknya dengan butiran pasir di Pantai Kuta :)

Hanya sekedar menyuarakan pendapat, bila tak sepaham ya abaikan saja :)

PS:
Sobat punya pendapat lain, atau ingin menambahkan? Bila tertarik untuk berdiskusi, kunjungi juga sumber artikelnya disini.

7 comments:

lyna riyanto said...

Pertamaxxx!

Jujur aja Mas darin, saya paling kesal kalau masuk blog dengan tulisan yang menarik tapi tiba-tiba muncul iklan yang dipasang ngga sopan sampai menutupi tulisan, bikin ilfil, ngga pengen baca lagi..

dikaitkan dengan tulisan diatas ttg profesional dan amatir..saya jadi mikir, apa justru kita yg ngga pakai iklan ini yang bener2 profesional heheh

iskandaria said...

Saya barusan juga ngasih komentar kritikan di tulisan tentang tujuan ngeblog tersebut. Intinya, monetisasi itu perjalanan atau tujuan terakhir yang bisa dicapai dari sebuah blog. Mengapa terakhir? Sebab di awal dan pertengahan kita sebaiknya tidak terburu-buru untuk memasang iklan dulu.

Tapi kalau untuk ujicoba silakan saja. Jika dengan trafik yang masih kecil ternyata bisa cukup menghasilkan, ya silakan diteruskan/dipertahankan iklannya :)

Masalah profesionalitas sebuah blog, menurut saya lebih kepada cara pemilik blognya menyajikan konten saja. Dari situ, kesan profesional akan bisa terasa atau tidak. Tentunya faktor desain/tampilan blognya juga ikut mempengaruhi kesan profesional atau amatir. Termasuk masalah domain juga.

Joko said...

@Darin: Sebuah tanggapan yang memikat, Mas Darin. Jauh lebih menarik dari tulisan saya. Terima kasih Mas Darin sudah meluangkan waktunya untuk menanggapi opini di blog saya. Terima kasih juga untuk backlinknya. :D

@Iskandaria: Kritik Anda sudah saya terima, Mas dan saya menghargai jika ada yang berbeda pendapat dengan saya. Keep blogging!

Darin said...

@iskandaria: tujuan terakhir? wah saya malah baru tau konsep tersebut, dan sepertinya bener juga ya mas :D mau ngga mau konsep ini jadi fikiran saya juga hehe

@Joko: terima kasih juga pak Joko telah menghadirkan topik menarik ini. Semoga dengan ini kita bisa terus saling sharing tukar fikiran, karena jujur saja, saya masih awam tentang hal ini.
Keep blogging! :)

ARUS RASYID said...

Sejak dua atau tiga bulan lalu blog saya isi dengan banner iklan. Tapi belakangan sy mulai berpikir untuk menghapusnya, karena belum "menghasilkan".... Nah, kalau blog yang ada iklannya dibilang blog prof, apa sebetulnya pengertian profesional? Saya sendiri memaknaiknya (secara sederhana saja) sebagai ssuatu yang berujung pada penghailan alias duit. Sy justru menganggap blog prof itu adalah blog yang isinya menarik dan perlu dibaca dengan gaya penulisan yang enak, terlepas ada tidaknya iklan

Darin said...

Arus Rasyid: Saya juga sebenarnya berfikiran begitu pak, profesional berarti 'menghasilkan. Tapi harus disadari juga, bahwa itu (lagi-lagi) tergantung motif narablognya :)

isnuansa said...

Hehehe, arus mainstream sekarang kan semua orang lagi ngomongin bisnis online, bisnis online, sampai bosen dengerinnya.

Beda tentu saja sah, Mas. Kan tujuannya belum tentu dalam waktu dekat. Dika nggak pernah bertujuan secara langsung jadi penulis terkenal, nyatanya sekarang duitnya banyak dari nulis. Mas Eko juga sama.

Blog yang dibangun dengan serius, passionate, suatu saat bisa saja juga menghasilkan, meski melalui cara yang tak kita duga. :)

Post a Comment