March 22, 2010

Plagiatisme Nanggung, Bagai Blogger Dalam Karung

Blog temen saya, Gus Ikhwan, dibajak!

Kabar tak sedap ini kontan membuat saya bertanya-tanya, kenapa dan untuk apa blog itu dijiplak? Memang sudah lama santer terdengar perihal copyright seputar blog dan seni mengutip konten blog, namun plagiatisme brutal nyatanya masih ada dan bukan mustahil malah kini bagai cawan di musim hujan.

Ok, mari kita melihat masalah ini dari sudut pandang blogger newbie seperti saya...

Kegiatan menulis adalah paten, kudu dan wajib dalam blogging, dan inti dari aktivitas ini adalah ketersediaan ide. Sebenarnya bukan semata menulis yang butuh ide. Makan, minum, belanja dan bahkan sekedar cari tempat tongkrongan juga butuh ide. Bedanya hanya terletak pada habit, kebiasaan, dan peran dunia luar yang secara langsung maupun tidak, mempengaruhi jalannya proses tersebut. Ngga jauh-jauh lah, saat pertama kita onlen, situs apa sih yang pertama kita buka? Itulah habit.

Dan ngeblog, biasanya identik dengan artikel yang bersifat hot to consume, ngga basi dan mengharapkan respon bagus dari pembacanya. Ini yang kadang membutakan seorang blogger sehingga setelah celingak-celinguk sana kemari, dengan sedikit klik ini itu, jadilah sebuah konten yang seakan itu wajar untuk diakui sebagai hasil karyanya. Not bad. Bagaimanapun klik ini itu juga sebuah usaha kan? Sebagaimana usaha itu juga mungkin sama beratnya dengan membajak suatu karya ilmiah, tapi tentu berbeda dalam hal konteks.


Nah, lalu apa tendensi yang terlihat di sini? Sory, bahasanya aneh. Maksud saya, apa yang bisa kita petik dari permasalahan ini? Pertama-tama kita lihat dari beberapa faktor berikut:

Ini dunia online
Semua hal terbuka, transparan dan bisa diakses by everyone, everywhere and everytime. Sebuah konten blog yang telah di-publish, sejatinya adalah suatu sumbangan sukarela di lautan maya ini. Boleh lah kita meng-klaim bahwa sebuah artikel adalah murni jerih payah kita dan sebisa mungkin not permitted to copy or sale. Kalau itu adanya, mungkin lebih baik kita set blog kita invisible, so ngga ada yang bisa ngakses. Lha?

Spirit of sharing
Saya lihat beberapa sobat blogger sudah menjadikan ini motto dalam blognya. That's good. Namun hal ini juga harus disertai satu sikap: keikhlasan. Berbagi, menurut saya sepatah kata yang terlalu sederhana bila dimaknai untuk sebuah framework jangka pendek. Saya selalu ingat satu pepatah: dengan memberi kita bukannya berkurang, justru bertambah. Entah apa yang berkurang dan bertambah, namun khusus dalam blogging, mungkin beberapa hal ini yang jadi ukuran: ilmu, teman dan eksistensi diri.

Sindrom newbie
Saya newbie, sobat newbie, semua blogger itu newbie. Itu filosofi saya. Sebab ngga ada satu hal pun yang mengandung kepastian di dunia ini. Jadi maklum, saya ngga pernah berkhayal jadi blogger top, apalagi bisa kaya dari ngeblog. No. Kalau mau kaya dan top, mungkin saya dah ikut berjubel antri di Indonesian Idol, cuma nyanyi dan joget-joget sedikit bisa langsung moncer. Easy.

Tapi beginilah adanya. Blogger biasanya terobsesi dengan traffic, naik kelas PR dan kelangsingan Alexa, jadi kemudian lupa dengan esensi dari traffic itu sendiri. Jadilah yang namanya idol blogger wannabes. Semua hal tentang blogger idolanya ditiru habis-habisan. Dari theme, gaya penulisan, teknik-teknik optimasi, sampai ke konten-kontennya ikut masuk di daftar tiruan. Ok, mungkin ini terlalu ekstrim. Namun itu sah-sah saja. Toh semua orang punya idola. Saya juga ngga malu kalau sampai setua ini kemana-mana masih pede pakai kaus Kurt Cobain :D

The point is...
Semua kembali pada blogger masing-masing, puas hanya jadi sekedar peniru atau mau berkembang dengan orisinalitasnya sendiri. Mau sama-sama belajar atau cuma enjoy muter-muter dalam karung?

Lagian, ketiga faktor di atas tadi hanya sekedar cemilan koq. Jauh kadar keanalisisannya dibanding opini para tetua blogger yang pernah membahas subyek ini, yang tuntas menganalisa teknik mencegah duplikasi konten, untung rugi blog dijiplak, dan tindak lanjut bila terjadi hal yang demikian.

Satu hal yang pasti, sungguh ngga banget lah seorang blogger menjiplak habis artikel blogger lain. Gaya? Boleh. Topik? No problem. Tapi seyogyanya orisinalitas itu ada dan melekat hingga syukur-syukur jadi trademark, plus ngga sekedar menuh-menuhin blogosphere yang sudah sedemikian sesak ini.

So, pendapat sobat?

(image credit)

68 comments:

cucuharis said...

Lebih baik karya sendiri ya
Lebih bermakna di hati :)

si roel said...

parah parah parah....

Sou Stalker said...

Huwaaa ! mantep banget artikelnya gan ! saya suka point nya !! seperti saya,walawpun blog saya amburadul dan tulisan saya ala kadarnya,tapi saya puas,karna itu hasil karya saya sendiri !! mantap gan !!!

( kalo di facebook,dah saya kasi jempol nih ! )

Clara said...

aduh, kenapa orang seneng banget plagiat ya >_<

bandit™perantau said...

hehehe...

saya bangga tidak plagiatisme...


budayakan posting orisinil..

semangat...!

inge / cyber dreamer said...

udah beberapa kali denger masalah pembajakan didunia blog...

parah emang >.<

dan semoga g terjadi ama yg laen...

walau g ampe kaya' pembajakan lagu yg merugikan dng hilangnya royalti bagi penciptanya
tp tetap membuat miris...

semoga g menyurutkan semangat untuk menulis dan juga berbagi *amin*

happy blogging n happy monday ^^

Nurudin ( Abi Sabila ) said...

bagi saya, ngeblog adalah salah satu jalan menuangkan apa yang pernah saya lihat, dengar dan rasakan. tidak ada target apapun seperti top bloger atau menghasilkan uang dari blog. buat saya, lebih baik posting seminggu sekali tapi hasil karya sendiri daripada setiap hari tapi hanya copy paste dari sana-sini, apalagi mengaku karya orang lain sebagai karya sendiri.

netmild said...

plagiat si masih mending masih bisa dimaklumi kalo emang dia cuma iseng nah kalo anda menemukan blog katakanlah auto blog begitu itu menurut anda bagaimana contoh blogger.kebumen.info <<< auto blog Pake WP dia ga tau pake WP robot atau generate conten yang pasti ada banyak artikelku keseot kesana..

coba cek tuh trafik blog itu gila gilaan..so ga cuma palgiatisme tapi juga auto blog juga ya gak...

JHONI said...

wah perlu direnungi juga nih............hm............hm..........!!!!!

okeh saya bukan plagiator, dan belum ada minat untuk bergabung kedalam "club" itu!!!

aulawi ahmad said...

bagaimanapun menjiplak itu salah, namun begitulah resiko didunia maya n nyata hehehe, khusus di dunia maya resiko ditiru sgt besar sekali walau blog kita dah dianti copas atau pake copyscape dsbgnya, so aku setuju point terakhir "kembali ke diri pribadi" bagaimana menyikapinya :) tq dah berbagi :)

Darin said...

@netmild: masalah auto blog seru juga dibahas. tapi mungkin saya belum berkompeten tuk mengulas detailnya sob :) lha, mereka nautkan link source-nya ngga?

richo said...

jujur memang aku juga mengutip dari pihak lain, tapi aku usahain untuk menulis dengan gaya sendiri. tujuanku pgn nerusin info sapa tau bermanfaat...... masuk kategori plagiat juga brarti yak

Pandi said...

mungkin ada 2 golongan secara umum, dalam dunia blogger ini, yang pertama blogger baik, kedua blogger ngaco.. pandi pilih jadi blogger yang baik ajah..

Herdoni Wahyono said...

Artikel yang menarik sekali. Sebuah potret dunia maya. Inilah pembelajaran yang baik. Penyebutan sumber atau link yang kita kutip adalah langkah yang jujur. Sangat ideal bila postingan kita itu baru dan orisinil. Mereview adalah langkah yang bagus. Kalau kontennya sama atau mirip, apakah tidak takut 'dibanned' oleh Google ?

Ratasoe said...

Mantap sob, artikel and ramuanx.,bner sob..dh bxk tu ane jump konten blog yg mirip ky konten blog tetangga..:-D. Salam

vie said...

wah, keren banget nie artikel nya,, mudah2 an blogger Indonesia bisa lebih kreatif deh!!!

Negeriads.com Solusi Berpromosi said...

Mengcopy sih sah sah saja.., asalkan di cantumkan link sumbernya..., gimana seh perasaan kita kalo hasil karya kita di cap sebagai milik orang lain...?
salam hangat dari blogger Bali
Izin Follow yach...

catatan kecilku said...

Mungkin dengan cara membajak blog orang lain, dia berharap blognya akan dapat cepat dikenali.

the others... said...

Sebenarnya kebanggaan akan muncul jika kita mampu berkarya dengan jerih payah sendiri. Tak akan ada kepuasan jika kita hanya menjiplak karya orang lain.

Akhmad Syaiful said...

jangan khawatir mas ^_^, yang namanya plagiat, nggak akan bisa bertahan lama kok. toh lama2 pengunjung tahu, mana tulisan yang memang karya yang mengalir dari si empunya blog tersebut. nice post untuk kita semua. Concern

Itik Bali said...

Aku pernah kok melakukan plagiarisme
hasilny : Malu setengah hidup
reputasi anjlok
udah ah...gak ada bagus2nya memplagiat karya orang lain
mending belajar menulis sendiri..

Anton said...

Dalam penulisan artikel di blog saya rasa sah-sah saja mengutip dari tulisan orang lain, tetapi cantumkan alamat atau nama penulisnya, kalau kita memberi cap bahwa itu plagiat, saya kurang setuju, karena tidak semuanya di copas dan lagian penulisanya juga memenuhi kaidah ilmiah. Mengenai target untuk pagerank atau merampingkan alexa sehingga asal posting/plagiat, itu kita kembalikan kepada individu masing2 blogger, bagi saya ngeblog adalah sarana untuk mempublikasikan tulisan sehingga kita bisa mengeluarkan ide,pendapat,opini dll.Jika itu di nodai dengan gaya latah, penilaian ada di pengunjung, kita tdk perlu mempermasalahkan,selagi tidak melanggar undang2 ITE. Spekulasi yang menarik sobat, semoga dengan membaca artikel anda ini, kualitas blogger indonesia semakin teruji dalam menulis.

arsumba said...

sebisa mungkin mengandalkan otak sendiri walaupun acak-acakan dan tak karuan sehingga tak punya trademark yang jelas.. halah.. :D
dan sebisa mungkin menjauhi plagiatisme tanpa sopan santun.. :D
itu menurut saya..

Hendriawanz said...

Terkait moral dan mental dari yang bersangkutan. Memang lebih mudah menjiplak daripada bersusah-payah untuk mewujudkan orisinalitas. Saya yakin yang begituan nggak akan sukses. Jika mencari uang pun tidak akan jadi daging.
Untuk newbie, saya kok lebih cenderung orang yang datang dengan pembukaan kata2 seperti itu malah biasanya sudah mahir-mahir. Terlihat dari bahasa dalam postingan di blognya, juga cara mendesain template-nya.
Mari kita junjung kejujuran dan maksud baik.

Seti@wan Dirgant@Ra said...

kayaknya banyak yang ginian sampai pada Guru besar di universitas.

fai_cong said...

duh kang lampard ki pie to kok iso imbang i :(
ayo kang lampard angkat piala kemenangannya.
hehe...
kalau aku ambil dari buku kang.
apa saya salah?

ajie said...

sip

penghuni 60 said...

yg namanya ngejiplak, itu semua hal sama persis, seperti pinang dibelah dua, nah baru itu namanya ngejiplak.
Tp kalo udah mengalami suatu perbedaan meskipun hanya sedikit, menurut saya itu bkn ngejiplak.
mungkin aja kan ada 2 blog yg memakai template yg sama?
jawabannya :"mungkin"
tp kalo kontennya berbeda, itu bkn ngejiplak.
Nah tp kalo konten, isi blog, bahkan artikelnya pun sama, itu baru ngejiplak. Enaknya org yg seperti itu kita usir dari dunia blogger, atau kita kucilkan. Sadis memang, tp itu hukuman yg pantas bwt dia.
betul gak?

wah, baru kali ini saya komen bayk bgt.
:D

NURA said...

salam sobat
biasanya blog yg dijiplak yang banyak informasi, ilmu dan manfaatnya mas Darin,,
kalau seperti blog saya ,, ngga ada yg mau ngejiplak.

Noor's blog (inside of me ) said...

membuat postingan dari ide sendiri akan memberi kepuasan tersendiri....

Bayu Lebond said...

sehebat-hebatnya peniru gak bakalan ngunggulin yg ditiru...

akhatam said...

Plagiarisme Memang salah satu kebudayaan Yang Tidak baik. Tetapi walau begitu, masih banyak juga yang melakukannya...keep Blogging bro

kurniawan.q said...

lagi sibuk ujian nih maaf jarang komen ............kalau kopas lirik lagu ajah sama emblim yutobi gumana ?

Ngeposting ni yee said...

wah ternyata ada juga ya yAng mempLagiat bLog....

Lulus Sutopo said...

Artikel dan posting yang patut tuk disimak..
mantab .
Sukses selalu ya..

dede online said...

Kalo



Kalo soal bajak membajak, saya jelas2 nggak setuju, tetapi kalo sekedar cari ide atau dapetin inspirasi ya boleh2 aja...

rezKY p-RA-tama said...

semoga aku bukan dalam bagian seperti ini....

nagagembel said...

wahhh...ada blog bagus lagi...
tukeran link yak..

aan said...

sbenernya harus di bedakan antara plagiarisme,copy paste dan njiplak walaupun banyak persamaanya..
*copas sepanjang itu mencantumkan link dan sumber menurut saya ngga masalah,portal2 berita kadang juga copas dari portal lainya (ini cuman contoh)
*plagiarisme..berapa banyak bloger yang mengganti nama templte di bawah dengan nama sendiri? (ini juga cuman contoh)
akhirnya kitalah yang harus bijak menyikapinya...

ridwan said...

silahkan mengcopy sepanjang menyebutkan sumbernya :D

ata said...

asikan juga nulis dari hati hehehe meskipun ga sebagus yang udah pakar, tapi paling tidak itu memuaskan diri sendiri. lagian kalo mau ngopy boleh aja sih asal ada sumbernya :)

Cerita Tugu said...

inyong selama ini nulis sendiri

Bunglon Blog said...

waha mantep sob, setuju seyogyanya kita memberikan apa yang bisa kita berikan, puas dengan hasil karya sendiri apapun adanya...
sukses sobat!

sapta said...

wah.. itu namannya gak kreatif cuma njiplak doank.. mending gak ush bikin blog dari pada cuma njiplak dan rampok karya tulis orng.. malu2in jg sih..
makannya aq pantang bgt njiplak krn bisa memalukan dan merusak reputasi.. mending nulis sendiri biarpun tulisannya jelek. yg penting hasil sendiri.. hehe..

Rock said...

Orang yang suka plagiat biasanya ga punya ide...

kang tejo said...

paling g enak klo tulisan kita dibajak wong kita nulisnya susah-susah n tiba2 ada yg membjak tulisan kita pasti kesel...

Dimas said...

boleh aja mencari ide2 dari hasil pencarian online tapi tidak diperbolehkan untuk menjiplak keseluruhan isi konten, klopun ada penggunaan kalimat yg sama alangkah baiknya menuliskan sumber aslinya dibawah postingan...

Fi said...

tulislah gagasanmu bukan gagasan milik orang lain, karena "menulis berbagi isi pemikiran" itulah sesunnguhnya kekuatan sejatinya blog.

a-chen said...

woooow mantab neh paradigmanya... :-)

buwel said...

memang lebih nyaman kalo murni bikinan sendiri ea....

BENY KADIR said...

Selamat pagi sahabat.
Maaf,sekarang baru dapat membalas kunjungan.

Terimakasih utk ulasan yg bermanfaat ini.

Salam kenal dan salam persahabatan dari Flores.

baburinix! said...

mantapp....jika itu memang hasil karya kita, mengapa g

istilah komputer dan internet said...

wah bener banget sobat,,
blog ini memang beda,, seperti yang saya rasakan dari awal saya kesini..
terima kasih sobat saya menunggu postingan selanjutya,,
dan kalau soal sharing, bukan nya ane gk mau tuh sharing setiap hari,,
cuma ane belum ada yang perlu di sharing neh,,
jadi blog ane mandeg terus tuh,

albertus goentoer tjahjadi said...

setuju banget mas... menjiplak itu haram hukumnya... tiap blogger harus ngembangin identitasnya masing-masing...

Rizky2009 said...

kalau jiplak tu buat yang jiplakannya tu g nyantumin sumbernya, kalau sumbernya di cantumin berarti dia gak jiplak ia penjiplak yg menghargai karya orang lain, toh karya orang lain pun juga belum tentu hasil karyanya sendiri

Mas Joe said...

Antara baik dan enggaknya yang penting harus cantumin link sumber sebagai rasa terima kasih

Delia said...

gak setuju jiplak seratus persen.. setidaknya kasi lah sedikit ide pemikiran kita.. :)

makasih ya buat point2 diatas

aisyah muna said...

duh...kayaknya enakan jd diri sendiri aja deh..
karya sendiri..hasil sendiri..lebih puas.. lebih pas...!

Bung Eko said...

Saya setuju dengan poin tentang newbie itu, Mas. Ya, banyak blogger yang terkena sindrom ini, bahkan akut bener. Akibatnya mereka mrasa inder sendiri, merasa tidak mampu menghasilkan posting orisinil yang menarik, dan yang lebih parah menjadi epigon blogger lain yang dianggapnya master. Ini penyakit, dan sebaiknya segera dibuang jauh-jauh karena blogger yang terkena wabah ini tidak akan berkembang ke mana-mana. ^_^

Ade Pri said...

Tersinggung nih saya... :D
Tapi memang begitu seharusnya, "orginallity must be better".
Tapi kalo copy-paste karena males nulis atau minim waktu, dengan niat meneruskan informasi yg dinilai sangat bermanfaat, gimana tuh bos? Tentunya tidak dgn mengakui sebagai karya pribadi.

Darin said...

@a ade: nah kalo model begitu saya jg bingung a. saya jg lum ngerti bener beda situs ma blog. anybody know?

Dokter Blog said...

Postingan ini apakah setelah gus ikhwan update status di FB...

Membahas masalah copy-paste atau plagiator di dunia jurnalistik seakan tiada habisnya. Tak cukup di dunia nyata, fenomena ini pun ternyata banyak juga terjadi di dunia maya seperti halnya internet. Yang paling menyebalkan ialah ketika beberapa artikel orisinil di blog kita malah seenaknya dicopas secara mentah dan dipublish di blog sang plagiator, tanpa menyertakan link ke halaman artikel kita yang dicopasnya tersebut.

Gus Ikhwan 1 said...

Efek SEO dari Duplicate Content menurut Gus Ikwhan adalah

Duplicate content memiliki efek yang beragam untuk tiap halaman. Terkadang penalti yang diberikan hanyalah ranking SERP halaman yang tidak efisien (halaman 10 dst) namun terkadang ada yang halamannya sampai dihilangkan dari SERP. Hal ini tentunya sangat merugikan karena keberadaan halaman kita di SERP merupakan sumber traffic, page rank dan dapat menaikkan

gus Ikhwan 2 said...

Bagaimana Search Engine menentukan Duplicate Content

Algoritma yang digunakan search engine dalam menilai sebuah halaman itu merupakan duplicate content atau tidak sebetulnya masih merupakan misteri. Tidak ada yang tahu ukuran pas dari pendeteksian tersebut. Namun, dari studi kasus yang pernah terjadi, kemungkinan sebuah halaman dinilai sebagai duplicate content adalah sebagai berikut:

Memiliki Kesamaan Judul Halaman

Judul halaman yang sama biasanya sengaja digunakan karena sebuah judul memiliki volume pencarian yang tinggi. Misalnya di dalam bahasan SEO, terdapat pencarian yang tinggi untuk kata ‘Belajar SEO’, ‘Tutorial SEO‘,’Tips SEO’ dll. Bila sebuah halaman memiliki judul yang sama dan isi yang mirip dengan yang sebelumnya ada di database search engine, maka besar kemungkinan bagi halaman tersebut dianggap sebagai duplicate content.

Memiliki Kesamaan Kalimat dan Paragraf

Hal ini biasanya terjadi bila seorang blogger benar-benar meng-copy-paste atau hanya memberi sedikit modifikasi pada sebuah artikel dari blog lain yang dianggapnya bagus. Bila kita sungguh-sungguh menginginkan blog atau situs kita memiliki atribut SEO yang tinggi, rasanya originalitas memang harus dikedepankan. Walau tidak menjamin halaman kita adalah halaman yang unik, setidaknya kita ga perlu berhadapan dengan beban moral karena meng-copy-paste halaman orang lain.

Tidak Memiliki Outbound Link yang Relevan

Kadang seseorang yang baru belajar SEO berpikir bahwa outbound link itu malah menimbulkan kebocoran Google Page Rank semata. Memang, dari sudut pandang Page Rank untuk halaman itu saja, itu benar. Namun yang perlu kita ingat adalah bila blog atau situs kita tergolong baru, dan search engine belum memiliki referensi tentang bahasan di blog atau situs kita, maka ia akan mencari referensi dari link-link yang ada di halaman kita. Bila kita dengan sengaja tidak memberikan satu link pun ke halaman lain dan ternyata halaman kita tidak unik, maka akan semakin besar kemungkinan halaman kita dianggap sebagai duplicate content.

gus ikhwan said...

Kesimpulan

Cara mudah dan terbaik menghindari duplicate content itu adalah :

Be Honest
Menulis apa yang kita tahu secara jujur, bukan menulis untuk membuat kita seolah-oleh tahu tentang sesuatu.

Be Original
Menulis dengan buah pikiran kita sendiri, atau dengan pengetahuan orang lain yang sudah berproses di pikiran kita.

Be Informative
Beri pembaca referensi ke halaman lain tentang bahasan yang mungkin mereka perlu tahu. Baik dari blog anda sendiri maupun blog orang lain.

Be Asa
Biasa aja ngasih tag-nya, ga usah berlebihan hehehe


Cara mengatasinya?? Mau tidak mau adalah melakukan optimasi ulang pada artikel tersebut dengan cara memberikan backlink sebanyak-banyaknya.

Ada beberapa cara untuk mengoptimasi artikel blog anda yang di copas:

1. Lakukan submit ulang ke directory-directory gratisan!! jika tidak bisa lagi.. minta tolong teman anda melakukannya melalui account milik mereka.
2. Jika Anda memiliki blog lain/ blog dummy. Bikin postingan yang berhubungan dan berikan backlink pada artikel yang di copas.
3. Pada saat update blog berikan selalu tautan balik keartikel itu sampai posisinya kembali normal di search engine.
4. Jika ketiga cara diatas masih belum mampu mendongkrak postingan anda, laporin aja ke google.. hue..

Bang Darin jika komentar Gus Ikhwan digabungkan menjadi paragraf mungkin bisa jadi bahan postingan bung darin
dari komentar BLOGDOKTER sampai komentar ini
lagi fresh soalnya
maaf kalo kepanjangn komentar

Darin said...

@gus ikhwan: weleh2 ni komen apa postingan gus :D
oke sip kalo gitu, langsung tau nih dari masternya :)

Bang rachmat said...

jiplak menjiplak mungkin sudah jadi budaya di dunia blogger walaupun tidak semua blogger melakukannya, tetapi kalau mau copas alangkah baiknya disebutkan sumbernya sebagai penghargaan untuk sang penulis.

Darin said...

@bang rachmat: setuju bang, tapi kadang hal itu sangat berat, mengingat blogger juga punya gengsi sendiri2..betul? :b:

Post a Comment