April 3, 2008

Support The Petition, Right Now!

Sekitar jam 11.30, saya melihat beberapa orang di antara massa mencegat sebuah mobil dan memaksa penumpang turun, kemudian menarik dua orang gadis keluar. Mereka mulai melucuti pakaian kedua gadis itu dan memperkosanya beramai-ramai. Kedua gadis itu coba melawan sambil menjerit ketakutan, namun sia-sia,” tutur seorang saksi mata di Muara Angke, Jakarta pada tanggal 14 Mei 1998.



Itu adalah sepenggal cerita dari begitu banyak kejadian di pertengahan Mei 1998. Benak saya kembali dijejali kenangan-kenangan kelam masa itu. Di saat ganasnya demonstrasi-demonstrasi mahasiswa yang merambah kampus dimana saya mengadu kualitas intelektual, gas air mata dan peluru karet seakan sudah menjadi santapan sehari-hari. Puncaknya, tanggal 12 Mei 1998, Kota Solo pun memerah. Mungkin sudah jadi rahasia umum kalau Kota Solo adalah barometer politik nasional. Terbukti, sejak hari itu Jakarta bagai ladang anarkis.



Mei sebentar lagi tiba. 10 tahun mengenang salah satu tragedi paling berpengaruh dalam perjalanan politik negeri ini, adakah di antara kita yang ingin ikut berpartisipasi, setidaknya mengirimkan sebuah petisi dukungan bagi korban dari tragedi tersebut?

Silahkan meng-klik banner di samping dan mulailah ikut bersuara. Harapannya, dengan usaha kita yang tidak seberapa ini, bisa mendukung tujuan-tujuan kampanye yang antara lain sebagai berikut :

Pertama, mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk mengusut tuntas tragedi kemanusiaan Mei 1998, dan mengadili para pelakunya.

Kedua, mendorong pemerintah Republik Indonesia untuk menindak secara hukum individu atau kelompok yang mengeksploitasi suku, agama, ras, dan antarbudaya untuk kekerasan dan diskriminasi terhadap target korbannya.

Ketiga, mengundang semua warga Indonesia dan warga dunia yang peduli Indonesia untuk menciptakan Indonesia baru tanpa kekerasan dan diskriminasi.

Silahkan baca lebih lengkap proposal petisinya disini, atau langsung isi petisi dukungan disini.

Support "Toward New Indonesia Without Violence and Discrimination"! NOW!

4 comments:

nindyasari said...

Topik yg menarik...:)

.:: AG. SYAM ::. said...

" .... memaksa penumpang turun, kemudian menarik dua orang gadis keluar. Mereka mulai melucuti pakaian kedua gadis itu dan memperkosanya beramai-ramai. ...."

Tahu nggak? Cerita semacam inilah yang dipakai sebagian orang Indonesia yang exodus ke Amerika utk minta perlindungan. Dan kini orang-orang tsb sdh menjadi warganegara USA.

amethys said...

yup bener.....banyak yg exodus ke canada juga, dengan alasan "keselamatan tak terjamin".
Tapiiiii banyak hal yg harus kita lihat...klo cuma rasism, di mana2 rasism itu ada. Sayang yah, kemarahan masyarakat di bulan Mei 10 th yl itu sangat ngawur.

Dyden Rinda said...

makasih nindyasari..
@ag.syam: hmm, tapi bukan berarti fakta yang terjadi ini tidak benar kan? menurut saya itu adalah hak asasi manusia untuk memutuskan tempat ia hidup dan pindah dari tempat dimana ia tidak mendapatkan keamanan semestinya. menurut anda gimana?
@amethys: rasisme memang mengerikan. saya juga gak habis fikir kenapa masih ada manusia yang berfikiran sempit. saya fikir rasa nasionalisme harus terus dijaga demi meredam rasa kesukuan dan ras yang tinggi. betul begitu?

Post a Comment