March 27, 2008

Tidurku Sayang Tidurku Malang

Di sore hari yang pengap, Kota Solo begitu semakin ramai. Saya cuma memandang jauh dari jendela kantor. Terlihat iring-irinngan kendaraan berat dari arah Semarang dan Yogya yang berbaris rapi di perempatan lampu merah Pabelan, Solo. Beralih mendekat, mata terasa sejuk menatap pekarangan kantor yang hijau dan rimbun. Ya, dari balik jendela kaca kantor, saya cuma bisa menahan kantuk...

Sembari mendesah pelan, saya coba lagi tuk sedikit berkonsentrasi memeriksa pekerjaan sebelum datangnya waktu pulang nanti. Namun mata ini seperti tak mau bekerjasama lagi dan saya pun menyerah kalah. Saya hanya bisa menyalahkan diri sendiri yang kurang memenuhi jam biologis tuk istirahat tidur. Kebutuhan biologis itu telah lama saya kalahkan dengan bekerja atau melakukan sesuatu. Pokoknya prioritas tidur itu saya parkir di nomor bla bla bla dari sekian aktivitas saya tiap harinya.

Nah, apa saya dapat dikatakan sehat? Lalu bagaimana jika saya dikategorikan tidak sehat?

Percaya atau tidak, kita menghabiskan sepertiga dari hidup kita hanya untuk tidur. Itu bila kita mengikuti standar kesehatan para ahli yang mematok waktu 8 jam adalah lama waktu ideal bagi manusia untuk tidur.

Well, kita lihat faktanya. Orang-orang besar seperti Napoleon Bonaparte, Florence Nightingale dan Margaret Thatcher hanya menghabiskan waktu tidur 4 jam saja tiap harinya. Dan Thomas Edison menyatakan perang dengan tidur dengan mengatakan bahwa tidur hanyalah membuang-buang waktu!

Misteri tidur ini telah lama jadi bahan perbincangan para peneliti. Teori paling mutakhir yang diutarakan adalah bahwa tidur amat berguna dan esensial bagi perkembangan otak manusia. Itu meliputi kemampuan syaraf-syarak otak kognitif, yang bertanggungjawab pada kelancaran proses berbicara, daya ingat, berfikir positif dan inovatif.

Kurangnya waktu tidur dapat mengakibatkan efek serius bagi otak. Efek ini akan menjalar pada kondisi emosional seseorang pada kesehariannya. Mudah marah, sering grogi, mudah tersinggung dan mudah lupa adalah gejala-gejala akut dari efek tersebut.

Jadi berapa lama sebenarnya lama waktu tidur yang ideal? Tak ada yang pasti tentang hal tersebut, karena tiap orang mempunyai jam biologisnya sendiri-sendiri. Namun menurut hasil survey, jangka waktunya bervariasi dari 5 hingga 11 jam dengan rata-rata 7,75 jam perhari. Ya, hampir mendekati 8 jam juga..

Oke, itu untuk manusia seperti kita. Lalu bagaimana dengan hewan? Berikut saya cuplik kebutuhan tidur rata-rata beberapa hewan :
1. Ular phyton = 18 jam sehari
2. Harimau = 15,8 jam sehari
3. Kucing = 12,1 jam sehari
4. Simpanse = 9,7 jam sehari
5. Domba = 3,8 jam sehari
6. Gajah Afrika = 3,3 jam sehari
7. Jerapah = 1,9 jam sehari

Ingin tahu rekor tidak tidur terlama yang pernah dipegang manusia? Adalah Randy Gardner yang mampu hidup tanpa tidur selama 11 hari di tahun 1965!

Ah, ada yang tahu di Indonesia yang pegang rekor ini siapa?

Sumber : BBC


3 comments:

PenyuGarong said...

11 hari?

ah,,, aku pernah ga tidur selama 11 jam...

(tampang innocent)

Didiet said...

Tdur 8 jam tu khrusan bgiku..Wduh kalo tdur krg dari 8 jam atau 4 jam deh,bngun pagi2 kepalaku bsa pusing bgt..

Dyden Rinda said...

Wah ternyata kita-kita banyak yang senasib ya :(

Post a Comment