March 26, 2008

Lelehnya Es Antartika

Pemanasan global kembali memakan korban. Sekitar 220 mil persegi bongkahan es di kutub selatan mengalami longsoran dan terpisah dari induk landasannya. Bongkahan yang luasnya hampir menyamai luas negara bagian Connecticut itu sebelumnya telah lama diamati oleh British Antartic Survey (BAS). Menurut pakar glaciolog berkebangsaan Amerika, Profesor Ted Scambos, kejadian seperti ini akhir-akhir ini kerap terjadi dalam periode waktu yang cepat. Beliau juga yang memperingatkan BAS agar segera mengambil tindakan pengawasan ketika beliau pertama kali melihat adanya retakan pada tanggal 28 Februari lalu.

"Namun ini jauh dari yang kami perkirakan. Kami sangat terkejut dengan perkembangannya. Waktu kejadiannya hanya berlangsung kira-kira dari waktu pagi hingga siang hari. Itu sangat di luar perkiraan.." ujar beliau.

Menurut catatan, hingga hari ini sudah sekitar 6 persen es mencair dan diperkirakan akan bertambah dengan cepat diakibatkan efek pemanasan global yang naik secara kumulatif. (sumber CNN)

Pakta Antartika

Benua Antartika, merupakan benua terbesar kelima dunia setelah Asia, Afrika, Amerika Utara dan Amerika Selatan. Lebih dari 98 persen kawasannya tertutup oleh es dengan ketebalan hingga 1,6 kilometer.
Nama Antartika sendiri diambil dari nama dewa-dewa Yunani kuno-Antartika-Antarktik yang berarti "lawan dari Arktik". Benua ini pertama kali ditemukan oleh ekspedisi pelayaran Rusia yang dipimpin oleh Mikhail Lazarev dan Fabian Gottlieb. Namun hingga akhir abad 19, benua ini hampir tak terjamah lagi karena lingkungan yang tak mendukung, minimnya sumber daya dan letak geografisnya yang terisolasi.

Baru mulai tahun 1959 atau lebih tepatnya pada tanggal 1 Desember 1959 dibentuklah Pakta Antartika yang disepakati 12 negara, yaitu Argentina, Australia, Belgia, Chili, Perancis, Jepang, Selandia Baru, Norwegia, Afrika Selatan, Uni Sovyet, Inggris dan Amerika Serikat. Pakta ini merupakan kesepakatan diplomatis mengenai kerjasama operasional dan penelitian yang berlangsung di benua es tersebut. Tujuan utama dari terbentuknya Pakta ini adalah untuk menjamin kebebasan umat manusia untuk lebih memahami benua Antartika dan hanya dipergunakan untuk tujuan damai.

Hingga kini telah 46 negara yang bergabung dalam Pakta Antartika, yaitu Argentina, Australia, Austria, Belarusia, Belgia, Brazil, Bulgaria, Kanada, Chili, China, Kolombia, Kuba, Rep. Ceko, Denmark, Ekuador, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Guatemala, Hungaria, India, Italia, Jepang, Belanda, Selandia Baru, Korea Utara, Norwegia, Papua Nugini, Peru, Polandia, Rumania, Rusia, Slovakia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, Ukraina, Inggris, Amerika Serikat, Venezuela dan Uruguay.

Dengan adanya pakta ini, diharapkan dapat meningkatkan kerjasama penelitian mengenai perkembangan benua es tersebut untuk kemaslahatan umat manusia secara global.

Pemanasan Global

Secara terminologi, pemanasan global dapat diartikan sebagai perubahan iklim secara global. Namun secara umum, pemanasan global merujuk pada artian pemanasan pada dekade-dekade akhir dan berdampak baik langsung maupun tak langsung pada kehidupan umat manusia. Istilah pemanasan global (global warming) ini pertama kali dicetuskan oleh UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) atau Konvensi Kerjasama Bangsa-bangsa untuk Perubahan Iklim.

Penyebab terjadinya pemanasan global sebagian besar merupakan pengaruh eksternal, antara lain variasi perubahan orbit bumi terhadap matahari, erupsi vulkanis gunung berapi, dan efek rumah kaca. Dari beberapa pengaruh eksternal tadi, menurut konsensus peneliti, efek rumah kaca merupakan penyumbang terbesar terjadinya pemanasan global. Ini adalah dampak yang tak terhindarkan sejak dimulainya era industri modern.

Apakah efek rumah kaca itu? Istilah efek rumah kaca pertama kali diperkenalkan oleh Joseph Fourier pada tahun 1824, yang definisinya adalah merupakan suatu proses pemanasan lapisan atmosfir terbawah (yang berdekatan dengan permukaan bumi) sebagai akibat dari proses penyerapan radiasi sinar infra merah yang terus menerus oleh lapisan atmosfir di atasnya.

Aktivitas manusia selama berlangsungnya era industri modern lambat laun telah meningkatkan konsentrasi dari berbagai penyebab efek rumah kaca, antara lain peningkatan radiasi karbondioksida, metana, CFC dan nitroksida. Dari bebearapa faktor penyebab ini, lahirlah dampak-dampak yang memberatkan bumi, diantaranya adalah peningkatan penguapan yang dapat mempercepat pemanasan suhu air di bumi sehingga mampu mencairkan es di Antartika.

Opini

Era industri ternyata bukan hanya mempermudah hidup kita, tapi juga membawa dampak buruk yang belum kita rasakan namun sudah dapat diprediksi kedatangannya. Cairnya es antartika adalah bukti paling konkrit dari permasalahan pemasanan global. Bagaimana peran kita?

Sharing pendapatmu di sini!

1 comments:

Dyden Rinda said...

Kasihan, mari kita sama2 berjuang mempertahankan bumi ini, teman!

Post a Comment