December 2, 2010

Menulis Spontan

Tertarik dengan apa yang telah ditulis Pak Jonru di blognya. Beliau mengatakan..
Secara hukum alam, kita para manusia ini memang terbiasa mengerjakan apapun dengan otak kanan dulu baru otak kiri. Spontan dulu baru mikir-mikir. Ini adalah hukum alam, sangat sesuai dengan fitrah manusia.
Yang dilanjutkan:
Masalahnya: Dalam menulis kita justru melawan hukum alam. Kita melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia!
Meski saya bukan penulis, alias hanya blogger yang ngaku-ngaku bisa nulis *hehe*, pendapat di atas ada benarnya juga. Menulis bagi saya hampir mirip dengan membangun sebuah gedung. Saya bayangkan dulu gedungnya seperti apa, baru sibuk menghitung jumlah material, pekerja dan lanjut ke rincian biayanya. Dan cara ini lambat laun jadi kebiasaan. Nah, sayangnya, kebiasaan inilah yang menggiring saya tuk sering mentok dalam proses membayangkan tadi.

Jadinya tak heran, saya sering mengalami stuck, writer's block, atau apalah namanya, karena keseringan mematok harga tinggi pada bayangan kesempurnaan bangunan sebuah tulisan. Padahal itu sama saja dengan sengaja menelantarkan otak kanan yang sejatinya ruh dalam sebuah tulisan. Err, is that so? :D

Ya, gagasan tips menulis yang diutarakan Pak Jonru, yaitu mengedepankan spontanitas ketimbang analisis itu bisa jadi bahan pemikiran yang menarik. Sehingga apa yang dikatakan Natalie Goldberg itu benar adanya:
Jangan terlalu banyak berfikir
Dan petuah Bob Dylan...
Ide yang melintas pertama kali dalam fikiranmu adalah sesuatu yang paling kuat.
Atau, celetukan Allen Ginsberg:
Sudahlah, tendang saja bolanya
Ok deh, yuk mari spontan dalam menulis! :D